Perbedaan-moving-average-dan-weighted-average

Perbedaan-moving-average-dan-weighted-average

Reliable-forex-broker-in-india
Stock-options-clearing-house
Trading-dalam-out-of-the-money-options


Sg-forex-rates Sinyal perdagangan-kinerja Online-trading-academy-xlt-schedule Moving-average-m15 Harga Sap-return-po-moving-average Moving-average-filter-pdf

Moving Average merupakan indikator teknikal yang paling luas digunakan oleh investor dan trader diseluruh dunia, karena kemampuannya menghilangkan faktor subjektif dari setiap analis. Moving Average dapat diartikan sebagai ganti harga rata-rata dalam satu jangka waktu tertentu. Misalnya MA 20, yang merupakan harga rata-rata selama 20 periode. Jika diaplikasikan dalam grafik Harian, MA 20 berarti rata rata selama 20 hari perdagangan. Demikian juga untuk H1, MA 20 rata-rata harga selama 20 jam terakhir. Tipe Moving Average Dari cara perhitungan rata-rata harga, MA terbagi dalam 3 model: 1. Simple Moving Average (SMA) Model MA ini adalah model murni rata-rata pergerakan harga dan yang sangat luas digunakan. Perhitungannya diambil dari penjumlahan dari seluruh data kemudian dibagi dengan jumlah periode yang di observasi. 2. Perhitungan Berwenang Berarah (WMA) Perhitungan WMA dikelompokkan berdasarkan. Misalnya, WMA 5 hari, merupakan penjumlahan seluruh data dibagi jumlah periode1234515. Perbedaan dengan SMA terletak pada tingkat sensitivasnya. WMA lebih sensitif dibanding SMA. Begitu lebih cepat menghasilkan sinyal dibanding SMA, namun memiliki lebih banyak noise. 3. Exponential Moving Average (EMA) EMA adalah MA yang berusaha menjawab permasalahan antara SMA dan WMA, dengan perhitungan yang lebih rumit dari ketiganya. Misalnya, untuk membuat EMA 20 hari, maka diperlukan data MA 20 hari sebelumnya, baru kemudian data ini dijadikan sebagai titik perhitungan awal, untuk diambil selisih dan pembaginya. Perhitungan EMA, sudah dilakukan otomatis oleh platform trading yang ada. EMA mampu menggantikan tren lebih awal, dibanding SMA, namun memiliki noise yang lebih rendah dibanding WMA. Gambar 1 Tiga jenis moving average Dalam gambar 1 diatas kita dapat melihat perbedaan dari ketiga jenis Moving Average. Tertimbang bergerak lebih cepat, sementara Exponential bergerak lebih cepat dibanding Simpe MA, namun masih bisa memberikan sinyal lebih cepat dibanding simple Moving Average. Penggunaan moving average Ada banyak cara untuk menggunakan MA sebagai alat dalam menentukan tren dan perubahan nya, dan cara yang semakin hari semakin berkembang. Beberapa nilai umum penggunaan MA di bawah ini bisa dijadikan panduan 8226 Mengenali tren Moving average dapat dijadikan indikator untuk menghilangkan tren dengan membandingkan pergerakan harga terhadap garis MA. Tren naik dapat dikatakan sudah terjadi saat harga bergerak di atas MA, turun saat harga bergerak di bawah MA. 8226 Support and Resistance area MA juga berfungsi sebagai support dan resistance pergerakan harga. Seperti pada gambar 2 MA berfungsi sebagai support saat Euro mengalami rally, setelah berhasil menembus level support, garis MA kemudian berfungsi sebagai resistance. Gambar 2 MA sebagai support dan resistance Bila harga berada diatas MA, MA bertindak sebagai support dan saat harga berada di bawah MA, MA bertindak sebagai resistance. 8226 Mengidentifikasi peluang pembalikan MA juga bisa digunakan untuk mencari perubahan harga, sekaligus menemukan entry level dan keluar transaksi. Ada dua cara utama untuk mendapatkan hasil Pemotongan Garis MA oleh harga. Perubahan tren harga bisa dikenali saat harga sedang. Jika harga mau ke atas garis MA, maka tren naik sedang dimulai. Dan jika harga sedang di bawah garis MA, maka tren turun dapat dikatakan sedang dimulai. Perpotongan antara garis MA Perpotongan antara garis MA dengan istilah crossover method. Pendekatan crossover menggunakan dua atau lebih garis MA yang saling berbeda periode. Crossover yang paling terkenal dan masih memiliki validitas tinggi adalah metode crossover ganda. Metode yang ini akan kita gunakan dalam pembahasan selanjutnya. Gambar 3 Metode crossover ganda, Euro Hourly Konsep crossover artinya, MA akan semakin besar sinyal tren naiknya pada titik MA yang lebih pendek dan ke arah garis MA yang lebih panjang, dan indikator tren ketinggalan jaman. Yang lebih panjang Kombinasi klasik yang populer untuk hal ini adalah 5 dan 10, 10 dan 50, 20 dan 50. Dalam gambar 3, ada dua kali crossover, yang pertama menghasilkan kerugian dan yang kedua menghasilkan keuntungan cukup besar. Crossover bekerja dalam kondisi prima saat ini, seperti yang diilustrasikan dalam gambar 4, terhadap USD JPY, per jam. Gambar 4 Metode Crossover, USDJPY Per Jam KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK DAFTAR FOREX TRADING Trading forex gold pasti profit silahkan klik belajarforexgratis indikatpr ini yang paling sering diguakan di octaFx karena bisa melihat perkembangan tren engan bauk dan bisa juga digunakan dalam jangka pendek secara memamng sih sebetulnya belum Bisa mendpatkan perubahan harga yang mmencermin sebenarnya dibandung dengan panjang tersm. Akankah dengan dibandu oleh indikator lain dan dengan eksekusi cepat maka bisa diandalkan juga indiaktor ini di OctaFx Saya ingin menyarankan agar anda memilih broker Forex utama: eToro. Artikelnya keren gan, jangan lupa mampir jug ​​ya ke sekolahforex.id disini agan bisa belajar forex dengan sangat lengkap. Website sekolahforex.id berisi tentang Tutorial cara BELAJAR FOREX TRADING online gratis bahasa indonesia untuk pemula. Tempat belajar trading valas emas dan binary terbaik. (Lihat gambar di bawah ini) Gambar di atas Rata-rata Moving average (MA) dan Relative Strength (RSI) Indeks tingkat kekuatan relatif (RSI) Index (RSI) akan banyak dibahas dalam bagian ini, kita akan menggunakan metode trading berdasarkan teknikal. Untuk memudahkan proses penataan, dalam buku ini kita hanya akan membahas dan menggunakan dua indikator yang paling populer saja, yaitu Moving Average dan RSI. Kedua indikator tersebut akan digunakan dalam studi kasus selanjutnya. Moving Average merupakan indikator teknikal yang paling luas digunakan oleh investor dan trader diseluruh dunia, karena kemampuannya menghilangkan faktor subjektif dari setiap analis. Moving Average dapat diartikan sebagai ganti harga rata-rata dalam satu jangka waktu tertentu. Misalnya MA 20. yang merupakan harga rata-rata selama 20 periode. Jika diaplikasikan dalam grafik Harian, MA 20 berarti rata rata selama 20 hari perdagangan. Demikian juga untuk H1, MA 20 rata-rata harga selama 20 jam terakhir. Tipe Moving Average Dari cara perhitungan rata-rata harga, MA terbagi dalam 3 model: 1. Simple Moving Average (SMA) Model MA ini adalah model murni rata-rata pergerakan harga dan yang sangat luas digunakan. Perhitungannya diambil dari penjumlahan dari seluruh data kemudian dibagi dengan jumlah periode yang di observasi. 2. Perhitungan Berwenang Berarah (WMA) Perhitungan WMA dikelompokkan berdasarkan. Misalnya, WMA 5 hari, merupakan penjumlahan seluruh data dibagi jumlah periode1234515. Perbedaan dengan SMA terletak pada tingkat sensitivasnya. WMA lebih sensitif dibanding SMA. Begitu lebih cepat menghasilkan sinyal dibanding SMA, namun memiliki lebih banyak noise. 3. Exponential Moving Average (EMA) EMA adalah MA yang berusaha menjawab permasalahan antara SMA dan WMA, dengan perhitungan yang lebih rumit dari ketiganya. Misalnya, untuk membuat EMA 20 hari, maka diperlukan data MA 20 hari sebelumnya, baru kemudian data ini dijadikan sebagai titik perhitungan awal, untuk diambil selisih dan pembaginya. Perhitungan EMA, sudah dilakukan otomatis oleh platform trading yang ada. EMA mampu menggantikan tren lebih awal, dibanding SMA, namun memiliki noise yang lebih rendah dibanding WMA. Dalam gambar 1 di atas kita bisa melihat perbedaan dari ketiga jenis Moving Average. Tertimbang bergerak lebih cepat, sementara Exponential bergerak lebih cepat dibanding Simpe MA, namun masih bisa memberikan sinyal lebih cepat dibanding simple Moving Average. Penggunaan moving average Ada banyak cara untuk menggunakan MA sebagai alat dalam menentukan tren dan perubahan nya, dan cara yang semakin hari semakin berkembang. Beberapa pilihan umum MA di bawah ini dapat dijadikan panduan Moving average dapat dijadikan indikator untuk menghilangkan tren dengan harga pergerakan harga terhadap garis MA. Tren naik dapat dikatakan sudah terjadi saat harga bergerak di atas MA, turun saat harga bergerak di bawah MA. MA juga berfungsi sebagai support dan resistance pergerakan harga. Seperti pada gambar 2 MA berfungsi sebagai support saat Euro mengalami rally dari bulan Februari sampai April 2008, setelah berhasil menembus level support pada bulan Agustus08, garis MA kemudian berfungsi sebagai resistance hingga Mei 2009. Bila harga berada diatas MA, MA bertindak sebagai support dan kapan Harga berada di bawah MA, MA bertindak sebagai resistance. MA juga bisa digunakan untuk mencari perubahan harga, sekaligus menemukan level entry dan exit transaksi. Ada dua cara utama untuk mendapatkan hasil tersebut: Pemotongan garis MA oleh harga. Perubahan tren harga bisa dikenali saat harga sedang. Jika harga mau ke atas garis MA, maka tren naik sedang dimulai. Dan jika harga sedang di bawah garis MA, maka tren turun dapat dikatakan sedang dimulai. Perpotongan antara garis MA Perpotongan antara garis MA dengan istilah crossover method. Pendekatan crossover menggunakan dua atau lebih garis MA yang saling berbeda periode. Crossover yang paling terkenal dan masih memiliki validitas tinggi adalah metode crossover ganda. Metode yang ini akan kita gunakan dalam pembahasan selanjutnya. Konsep crossover maksudnya, MA akan semakin tinggi bentuknya tren naik naik sedang. MA periode yang lebih panjang, dan indikator tren ketinggalan jaman. MA periode yang lebih panjang. Kombinasi klasik yang populer untuk hal ini adalah 5 dan 10, 10 dan 50, 20 dan 50. Dalam gambar 3, di grafik euro sejak tanggal 5 sampai 14 Mei 2009, ada dua kali crossover, yang pertama menghasilkan kerugian dan yang menghasilkan Cukup besar Crossover bekerja dalam kondisi terbaik pada saat harga sedang tren, seperti yang diilustrasikan dalam gambar 4, terhadap USD JPY. Per jam. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) Indikator ini adalah indikator ke dua yang akan kita bahas dalam buku ini. RSI merupakan salah satu indikator yang paling luas digunakan oleh trader dan investor. Dikembangkan oleh J. Welles Wilder Jr. sejak tahun 1970-an dan pertama kali terbit melalui bukunya Konsep Baru dalam sistem perdagangan teknis. Ada banyak penggunaan RSI yang diperkenalkan oleh Wilder dalam bukunya tersebut, namun kita hanya akan membahas bagian terpenting yang masih memiliki validitas tinggi. RSI mungkin dapat diandalkan sebagai indikator yang mengukur kekuatan relatif pasar berdasarkan perbandingan antara kenaikan dan penurunan, yang dalam bentuk indeks yang bergerak antara level 0 (nol) hingga 100. Ada tiga variasi penggunaan RSI yang harus diperhatikan karena sinyalnya yang masih tinggi. 1. PENGALAMAN PERNIKAHAN DAN PENGHARGAAN Puncak dan lembah harga diindikasikan melalui RSI yang bergerak ke atas area 70 atau turun kebawah 30. Beberapa analisis lebih menyukai penggunaan 80 sebagai area ekstrim atas atau lebih dikenal dengan istilah overbought dan area 20 sebagai level ekstrim bawah atau oversold. Seperti contoh, gambar 5 menunjukkan kepada anda bagaimana RSI memberikan harga dan terendah yang terjadi pada grafik EURJPY. Ketika harga mencapai tingkat dasar, RSI telah memasuki area oversold di bawah level 30, kemudian harga naik naik puncak (atas) yang dilalui oleh RSI di atas 70 (overbought), dan turun kembali dengan dasar RSI kembali ke bawah level 30. 2. Mengenali Pola (Pattern Recognition) Pola harga yang muncul dalam RSI mungkin tidak dapat diidentifikasikan hanya melalui grafik harga. Terkadang beberapa pola tampil lebih jelas dalam RSI dibanding harga sendiri. Gambar 6 harga saat naik, RSI telah membentuk pola head and shoulder yang pertama, dan lebih dulu sempat breakout dibanding harga saat menembus garis tren. Pada pola head amp bahu kedua, baik harga maupun RSI secara bersamaan menembus garis tahanan. Setelah berhasil menembus garis leher Hamps, RSI kemudian membentuk pola segitiga yang hanya diindikasikan oleh garis support dalam harga. 3. Kegagalan ayunan atau Divergence Penggunaan yang ketiga ini adalah penggunaan yang paling banyak diawasi oleh trader karena kekuatannya yang cukup besar dalam menghasilkan pergerakan pasar. Divergence terjadi saat harga sedang naik level. Bukan dalam tren naik seperti dalam gambar 7, harga form level tertinggi baru namun RSI mengalami kegagalan level baru, kegagalan ini disebut dengan kegagalan swing dan akhirnya terbentuk divergence. Maksud dari divergence adalah pasar yang sudah mati kekuatan tinggi saat ini. Demikian pula saat penurunan, harga sedang rendah. RSI mengalami perubahan bullish. Divergence memiliki implikasi pembalikan, dalam arti yang terjadi dibawah akan memberikan dorongan bullish dan agar terjadi di atas akan memberikan dorongan bearish. Kombinasi antara moving average dan RSI Penggunaan dua indikator diatas, seperti penggunaan indikator yang lain, sangat tergantung pada pribadi. Hal yang perlu diperhatikan sebelum metode trading, adalah karakter, kemampuan modal dan strategi yang anda pilih. Anda bisa menggunakan poin-poin di bawah ini karena panduan untuk dua indikator berikut: Moving Average adalah indikator yang digunakan sebagai filter dari fluktuasi harga, ditujukan untuk tren dan perubahan tren yang terjadi. MA periode lebih pendek bergerak sangat dekat dengan harga. Semakin kecil periode yangdipilih semakin kecil pula jarak MA dengan harga, jadi ayunan yang terjadi selama pergerakan harga berlangsung tidak dapat diperhalus oleh MA, dengan demikian frekuensi suara bising atau sinyal kegagalan-pun semakin tinggi. Namun di sisi lain, penggunaan MA dengan periode ini akan menghasilkan sinyal yang relatif jauh lebih cepat. Semakin panjang periode MA yang dipilih biasanya semakin jauh pula jaraknya dengan harga running. MA ini bisa memperhalus pergerakan harga sehingga tren dapat dengan mudah dikenali. Sinyal yang dihasilkan lebih lambat namun memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi. RSI adalah indikator kekuatan pasar yang bergerak dalam batasan 0 hingga 100. Ditujukan untuk mengetahui peluang berbaliknya harga dalam interval waktu yang relatif pendek. Gunakan RSI untuk level oversold saat tren naik, untuk mencari peluang lebih murah. Dan gunakan pola RSI untuk level breakout terbaik, atau divergence untuk imbas peluang berbaliknya harga. Studi kasus ini ditujukan untuk membantu Anda dalam merumuskan sinyal yang akan Anda gunakan dalam transaksi. Begitu contoh dalam e-book ini selayaknya tidak bisa dianggap sebagai rekomendasi, karena hanya ilustrasi yang memberi panduan bagi anda. Dalam hal ini mari kita mengambil contoh Swiss Franc Daily, periode Juni 2007 sampai 22 Mei 2009. Pada tanggal 31 Mei 2007 seperti yang terlihat pada gambar 9.8, MA mengalami double crossover di daerah atas, namun RSI belum memberikan konfirmasi untuk membeli. Pada tanggal 29 Juni 2007, RSI 14 berhasil melakukan pelarian ke bawah dan beberapa waktu kemudian, terjadidouble crossover. Dengan demikian, kedua indikator ini memberikan kesimpulan yang sama dan kita sudah konfirmasi untuk menjual. Dalam gambar 9, terlihat pada bulan 9, 2008, CHF sudah terbangun pola. Head bang Shoulder, sementara harga bergerak di bawah MA, yang memang tren turun masih kuat. Breakout RSI pada garis leher Head and shoulder bearish, yang berarti masih dengan posisi MA. Disini, kita bisa pasang posisi sebelumnya atau tambah posisi baru. Gambar 9 Powerful Divergence RSI, USDCHF Daily Bulan Februari 2008, RSI selesai membentuk pola Symmetrical Triangle (garis biru pada gambar 10) dan dengan MA yang masih stabil di atas. Ketentuan memberikan nilai tambah masih terus. Kemudian pada bulan Maret, terjadi divergensi (dengan garis merah), dimana harga berhasil terbentuk rendah baru namun RSI mengalami kegagalan, yang merupakan perubahan tren harga. Disini kita bisa mengurangi posisi yang ada untuk berjaga-jaga atau bahkan melikuidasi. Dalam gambar 11 setelah RSI terbentuk divergence, harga mengalami kenaikan sampai bulan Mei 2008, dan bangun dalam kisaran terbatas Bersamaan dengan itu, RSI membentuk pola segitiga yang berhasil ditembus ke atas pada bulan Juli, yang kemudian diikuti oleh breakout harga mengenai channel line dan crossover MA ganda Di sini kita melikuidasi semua posisi yang tertinggal dan merupakan waktu baik mengambil posisi beli. Dalam gambar 12 setelah pelarian, CHF mengalami kenaikan sampai Nopember 2008 Pada periode ini, RSI telah mengalami pola Head and Shoulder dan Triangle yang diikuti oleh divergence pada puncak harga. Disini kembali kita tampil melikuidasi posisi. Setelah harga dan RSI berhasil melakukan breakout ke bawah, double MA melakukan cross yang sedang tren turun. Namun di saat yang bersamaan, RSI terbentuk divergence kembali di dasar harga yang membawa reversal (berlawanan dengan MA). Di level ini kita ulang tidak mengambil posisi, sembari menunggu konfirmasi selanjutnya. Dalam gambar 13, MA kemudian memberikan konfirmasi kenaikan setelah divergensi padatahap e sebelumnya. Kita perlu spesifikasi. Harga kemudian mengalami kenaikan sejak bulan Januari 2009, yang kemudian diikuti oleh crossover MA. Pada fase ini kita kemudian kembali melikuidasi posisi dengan keuntungan sangat tipis. Pada fase berikutnya, harga berlaku hingga 8 Mei 2009 lalu, dimana harga dan RSI secara bersamaan membentuk pola triangle Breakout harga dan RSI Terjadi dibarengi dengan cross MA. Pada tahap ini kita kembali mendapatkan sinyal untuk menjual. Posisi tersebut dapat kita pertahankan untuk satu atau dua indikator kita saling memberikan sinyal yang berlawanan. Jika kita menemukan kedua indikator memberikan sinyal yang sama, maka dari sisi kombinasi, hal ini sudah cukup sebagai dasar untuk mengambil posisi baru atau menambah posisi lama. Skenario secara lengkap dapat disimak pada gambar 14. USDCHF menurun dari Maret 2007 hingga Februari 2008 dan pembalikan tren yang menyebabkan uptrend dari Maret 2008 sampai ke Nopember 2008. Setelah ini, USDCHF Menunggu nilai harga sideways. Jika melihat secara keseluruhan, bisa dilihat tren dan pola pada harga dan RSI. Seperti yang sudah kita diskusikan sebelumnya, tren bisa dikenali pada penggunaan moving average. Dan RSI dapat digunakan sebagai filter untuk. Gunakan ilustrasi diatas sebagai panduan. Anda bisa mencari, menyusun dan eksperimentasi dengan alat teknik yang lain. Namun ingatlah untuk penjaminan alat tersebut sederhana mungkin. Moving average adalah indikator untuk pencegahan tren dan tren yang terjadi. Sebuah sinyal yang dihasilkan oleh moving average pada crossover yang terjadi baik dengan harga maupun dengan MA yang berbeda periode. Indeks Kekuatan Relatif adalah jenis dari osilator yang ditujukan untuk mengukur kekuatan harga dan penggunaan terbaiknya pada saat harga. Anda bisa menggunakan moving average bersamaan dengan RSI untuk menghasilkan sinyal transaksi.Peramalan Sederhana (Single Moving Average vs Single Exponential Smoothing) Mungkin sebagian besar sekali kita pernah mendengar tentang teknik peramalan. Tentunya bukan dukun peramal, tekni untuk meramalkan meramalkan meramalkan data deret waktu deret waktu. Peramalan merupakan suatu teknik yang penting bagi perusahaan atau pemerintah dalam mengambil kebijakan. Dalam meramal suatu nilai pada yang akan datang bukan berarti hasil yang timbul sama persis, pelan merupakan suatu pendekatan alternatif yang lumrah dalam ilmu statistik. Pada tulisan ini akan dibahas contoh kasus peramalan menggunakan teknik Moving Average dan Exponential Smoothing. Kedua teknik ini merupakan ramalan tekni yang sangat sederhana karena tidak terkait dengan yang tinggi seperti pada tekni ramalan ARIMA, ARCHGARCH, ECM, VECM, VAR, dsb. Meski demikian, sayang data stasioner terpenuhi untuk meramal. Moving average adalah teknik peramalan berdasarkan rata-rata bergerak dari nilai-masa lalu, misalkan rata-rata bergerak 3 tahunan, 4 bulanan, 5 minggu, dll. Akankah teknik ini tidak disarankan untuk data time series yang menunjukkan adanya pengaruh tren dan musiman. Moving average terbagi menjadi single moving average dan double moving average. Pemulusan eksponensial Hampir sama dengan moving average yaitu teknik peramalan yang sederhana, dan telah menggunakan suatu penimbang dengan besaran antara 0 sampai 1. Jika nilai itu 1 maka hasil forecasting terlihat dari obseervasi, sedangkan jika terjadi wcca 0, maka hasil forecasting lead Ke ramalan sebelumnya Eksponensial smoothing terbagi menjadi single exponential smoothing dan double exponential smoothing. Kali ini, akan dilakukan. Dengan single exponential smoothing. Pemimpin Safira Beach Resto ingin mengetahui omzet restoran pada Januari 2013. Ia meminta sang manajer untuk mengestimasi hal tersebut dengan data omzet dari bulan Juni 2011 sampai Desember 2012. Berbekal pengetahuan di bidang statistik, sang manajer melakukan forcast dengan metode single moving average 3 bulanan dan Smoothing eksponensial tunggal (w0,4). Single Moving Average Pada tabel di atas ramalan bulan September 2011 yaitu 128,667 juta rupiah dari penjumlahan omzet bulan Juni, Juli, Agustus 2011 dibagi dengan angka moving average (m3). Angka ramalan pada bulan Oktober 2011 yaitu 127 juta rupiah dari penjumlah omzet bulan Juli, Agustus, September 2011 dibagi dengan angka moving average tiga bulanan (m3). Perhitungan serupa dilakukan sampai ditemukan hasil ramalan bulan Januari 2013 sebesar 150,667 juta rupiah. Bisa diinterpretasikan itu omzet bulan Januari 2013 diperkirakan 150, 667 juta rupiah atau diakumulasi sebesar 1.333 juta rupiah dibandingkan dengan omzet Desember 2012 sebesar 152 juta rupiah. Info baris bulan bulan Juni-Agustus 2011 kolom Forecast hingga error tidak memiliki nilai, karena peramalan pada bulan-bulan ini tidak tersedia data moving average 3 bulanan, bulan sebelumnya. Selanjutnya untuk melihat kebaikan hasil ramalan digunaka RMSE (root mean square error) Untuk perhitungan RMSE, mula-mula dicari kesalahan atau selisih antara ramalan aktual dan ramalan (ramalan omzet), maka kuadrat nilai untuk masing-masing data bulanan. Lalu, jumlahkan seluruh kesalahan yang telah dikuadratkan. Terakhir hitung nilai RMSE dengan rumus di atas atau lebih gambangnya, untuk penjumlahan kesalahan yang telah dikuadratkan dengan banyaknya pengamatan dan hasil lalu di akarkan. Pada tabel di atas, banyaknya observasi yaitu 16 (mulai dari September 2011-Desember 2012). Ekspansi Eksponensial tunggal. Selanjutnya kita akan melakukan peramalan dengan metode Single Exponential Smoothing. Cara ini menggunak penimbang yang bisa diperoleh dari operasi tertentu (tertentu), namun bisa juga ditentukan oleh para peneliti. Kali ini akan digunakan dengan w 4. Prakiraan W0,4 Ycap (t1) (juta rp.) Nilai ramalan pada bulan Juni 2011 yaitu 137.368 juta rupiah dari rata-rata omzet dari bulan Juni 2011 sampai bulan Desember 2012. Nilai ramalan pada bulan Juli 2011 yaitu 134,821 juta rupiah dari perhitungan dengan rumus di atas, dengan kata lain ramalan bulan Juli 2011 hasil dari hasil kali w0,4 dan nilai aktual omzet bulan Juli 2011 dijumlahkan dengan hasil kali (1-0,4) dan nila ramalan Bulan Juni 2011 sebesar 134,821 juta rupiah. Buat perhitungannya begini r bulan ramalan untuk bulan Januari 2013. Hasil ramalan omzet untuk bulan Januari 2013 yaitu 149.224 juta rupiah atau turun 2,776 juta rupiah. Kemudian hitung dengan RMSE moving average. Hanya saja jumlah observasi berbeda. Pada tabel di atas jumlah obervasi (m) yaitu 19 lebih banyak dibandingkan dengan metode simple moving average 3 bulanan (16) karena pada metode eksponensial perhitungan ramalan dapat dimulai dari data pada periode awal. Smoothing eksponensial tunggal RMSE sebesar 1.073. Selanjutnya dari metode yang di atas akan di mana mana yang terbaik. Untuk hal tersebut maka, bandingkan RMSE dari metode yang dulu. Metode dengan RMSE bisa dapat diandalkan sebagai metode terbaik untuk meramal. RMSE mov.average 0,946, RMSE exp.smoothing 1.073. RMSE mov.average lms RMSE exp.smoothing. Kesimpulanya dengan metode moving average lebih baik dalam melakukan peramalan, jadi omzet pada bulan Januari 2013 diperkirakan sebesar 150,667 juta rupiah (kurang memiliki nilai yang lebih rendah dari bulan sebelumnya). (Untuk materi yang lebih jelas, silakan dicari di buku-buku referensi Analisis Time Series, misalnya, Enders, Walter 2004. 2004. Econometric Time Series Edisi Kedua New Jersey: Willey. Kalo contoh soal dalam tulisan ini, saya kutipan dari buku modul Kuliah.
Option-trading-strategies-payoff-diagram
Options-trade-for-dummies-free-download