Periode-moving-average-yang-akurat

Periode-moving-average-yang-akurat

Setelan Kathy-lien-double-bollinger-band
Bagaimana-untuk-mengidentifikasi-segar-pasokan-dan-permintaan-tingkat-di-pasar-forex
Phantom-stock-options-wiki


Testing-trading-strategies-in-excel Investasi jangka panjang - & - trading-strategies-ltd Nfp-forex-trading Volatilitas-opsi-trading-strategy Pilihan-strategi-tradeking Stock-options-haram

Jenis pipa: Dari sekian jenis pembuatan pipa secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu: 1. Jenis pipa tanpa sambungan pengelasan) 2. Jenis pipa dengan sambungan pipa bahan bangunan: bahan -bahan pipa yg dimaksud disini adalah struktur bahan baru pipa tersebut yg dapat dibagi secara umum sebagai berikut: 1. Baja karbon 2. Carbon Moly 3. Galvanees 4. Ferro Nikel 5. Stainless Steel 6. PVC (Paralon) 7. Chrom Moly Sedang Bahan-bahan pipa secara khusus dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. Kaca Vibre 2. Aluminium (Aluminium) 3. Besi Tempa (besi tanpa tempa) 4. Cooper (Tembaga) 5. Merah Kuningan (kuningan merah) 6. Nikel tembaga Monel ( Timah tembaga) 7. Nikel krom besi inconel (besi timah chrom) komponen perpipaan: komponen perpipaan harus dibuat berdasarkan spesifikasi yg sudah dibuat atau dipilih sebelumnya. Komponen pipa perpipaan 2. Flensa (flens-flens) 3. Fittings (sambungan) 4. Katup (katup-katup) 5. Boltings (baut-baut) 6. Gasket 7. Barang spesial pilihan bahan perpipaan hiasan dengan pembuatan teknik perpipaan dan hal ini dapat dilihat pada ASTM dan ANSI dalam pembagian sebagai berikut 1. Perpipaan untuk pembangkit tenaga 2. Perpipaan untuk industri bahan migas 3. Perpipaan untuk penyulingan minyak mentah 4. Perpipaan untuk pengangkat minyak 5. Perpipaan untuk proses pendinginan 6. Perpipaan untuk tenaga nuklir. Perpipaan untuk tenaga nuklir. Perpipaan untuk tenaga nuklir. Perpipaan untuk tenaga pendinginan. Perpipaan untuk tenaga pendinginan. Perpipaan untuk tenaga pendinginan. Perpipaan untuk tenaga pendinginan. Macam Sambungan Perpipaan: Sambungan perpipaan dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. Sambungan dengan menggunakan pengelasan 2. Sambungan dengan menggunakan ulir Selain sambungan seperti diatasnya juga penyambungan khusus dengan menggunakan pengeleman (perekatan) dan pengkleman (untuk pipa plsatik dan pipa vibre glass). Pada pengilangan pipa pipa bertekanan rendah dan pipa dibawah 2 sajalah yg menggunakan sambungan ulir. Tipe Sambungan dengan menggunakan flensa (flens-flens) Tipe sambungan cabang: sambungan antar cabang (samba sambal) dapat dikelompokkan sbb: 1. Sambungan langsung (stub in) 2. Sambungan dengan menggunakan fitting (alat penyambung) 3. Sambungan dengan menggunakan flensa Pada spesifikasi yg telah dibuat sebelum didesain atau bisa pula dihitung berdasarkan perhitungan kekuatan, kebutuhan, dengan tidak ada faktornya efektifitasnya. Sambungan cabang itu sendiri merupakan hubungan antara pipa dengan pipa, misal sambungan antar header dengan cabang yg lain. Alat bantu penyambung lainnya atau bisa diakses secara langsung, hal ini tergantung kebutuhan juga. Diameter, Ketebalan, Jadwal: Spesifikasi umum dapat dilihat pada ASTM (American Society of Testing Material) .Dimana disitu diterangkan mengenai Diameter, Ketebalan dan jadwal pipa. Diameter Luar (Diameter Luar), ditetapkan sama ketebalan (ketebalan) berbeda untuk tiap jadwal. Diameter dalam (Inside Diameter), ditetapkan berbeda untuk setiap jadwal. Diameter Nominal adalah diameter pipa yg dipilih untuk memasang atau perdagangan (komoditi). Ketebalan dan jadwal, saling berhubungan, hal ini karena ketambahan pipa tergantung dari jadwal pipa itu sendiri. Jadwal jadwal ini dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. Jadwal 5, 10. 20, 30, 40, 60, 80, 100, 120, 160. 2. Jadwal standar 3. Jadwal Ekstra Kuat (XS) 4. Jadwal ganda Extra Strong ( XXS) 5. Jadwal khusus Perbedaan-perbedaan jadwal ini bisa guna: 1. Menahan tekanan internal dari aliran 2. Kekuatan dari materi itu sendiri (Strength of material) 3. Mengatasi karat 4. Mengatasi kegetasan pipa. Untuk melihat ukuran diameter, ketebalan, dan jadwal dapat dipelajari tabel-tabel Alat-alat khusus: Alat-alat khusus dalam bab ini hanya dengan saringan (strainer) dan alat perangkap uap (saringan uap) saringan (strainer) gunanya adalah sebagai alat penyaring Kotoran baik yg sedang padat, cair atau gas. Alat saringan ini digunakan pada jalur pipa guna menyaring kotoran pada aliran sehingga aliaran yg akan diproses atau hasil proses lebih baik mutunya. Tipe-tipe alat bantu ini dapat dibagi menjadi: 1. Tipe T. Tipe ini digunakan secara umum untuk ruang dan meredusir tekanan pada jalur pipa 2. Tipe Y 3. Tipe belakang 4. Tipe datar Perangkap Uap (steam Trap): Steam Trap Merupakan alat yg digunakan untuk keselamatan udara dari uap, dimana udara ini tidak ada gunaya bahkan akan memberikan hambatan pada aliran uap atau dapat menimbulkan kerugian lainnya. Perangkap uap ini ditempatkan pada tempat yang tergelincir atau dipasang pada kantung pipa yg disebut Drip Leg Cara Kerja: 1. Steam Trap pada daerah jalur pipa yg rendah dimana disitu dapat menahan udara yang terjangkit pada kantung pipa (Drip Leg) 2. Uap Perangkap ini akan mengosongkan udara ke sistem uap yg memiliki tekanan lebih rendah 3. Sistem perangkap yg tertutup didalam pengosongan udara menggunakan katup-katup pada sisi perangkap tersebut. 4. Gunakan saringan seandainya sistem perangkap ini belum digunakan. Pasang katup uji untuk pembuangannya selama pengetesan aliran (start up). Vent adalah suatu alat pembuangan gas, udara atau uap air. Sementara drain adalah suatu alat pembuangan zat cair. Pada sistem pembuangan yg ada pada pipa atau peralatan, Vent dan Drain dalam cara kerja dapat dibagi dua bagian yaitu. Bekerja dan tidak bekerja Untuk Vent dan Drain yg dikelompokkan bekerja, tentu saja peralatan ini digunakan pada pipa atau peralatan dalam keadaan bekerja dalam jangka waktu lama atau terus menerus. Vent dan Drain dikelompokkan tidak bekerja hanya bisa digunakan pada waktu tertentu saja, misalnya pada saat pengetesan, start up atau shut down. Untuk Vent dan Drain pemasangannya penuh teknik teknik perpipaan terlebih dahulu, baik mengenai pemakaiannya maupun penempatannya. Selain itu harus pula terhubung memasang sumbat pada katupnya seperti plug atau flens buta. Untuk hal yg khusus yaitu aliran yg punya tingkat bahaya tinggi, penempatannya dan benar harus benar-benar diperhitungkan dan dikontrol pelaksanaannya. Cara Penempatan Lokasi Vent dan Drain Penempatan ventilasi dan drainasi benar-benar diperhitungkan agar benar-benar efektif dan aman. Jangan sampai pasang ventilasi dan tiriskan ini, akan hal ini akan berakibat fatal, misalnya untuk aliran beracun atau mudah terbakar. Penempatan ventilasi pada pipa atau peralatan diusahakan pada tempat yang paling tinggi karena fungsinya sebagai calcium ke udara. Begitu pula pada penempatan drainasi pada tempat yg rendah sesuai fungsinya sebagai pembuangan cairan atau pembersihan cairan pada pipa atau peralatan. Jenis pipa, selang dan pipa pada pipa terdiri dari: 1. Pipa las spiral (pipa las spiral) 2. Pipa SMLS (pipa tanpa sambungan) 3. Pipa las 3. Pipa SAW 5. FBW Pipa 6. Pipa ampli U 7. Pipa EFW 8. Pipa ERW 9. Pipa Terpal 10. Selang 11. Tabung (cubing) 12. Pipa Niple (pipa nipel) Jenis-jenis flens (flensa) terdiri dari: 1. Blind flens (Flensa buta) 2. Tuas leher las (flens las di leher) 3. Lengan leher las leher (flens orifis las di leher) 4. Slip on flange (flange sambungan langsung) 5. Jadi. Flange merah (flens dikurangi sambungan kaus kaki) 6. flensa sisir terbalik (flens dikurangi sambungan sock di las) 7. flens sambungan las (flens sambungan sock di las) 8. flensa ulir (flens rel ulir) 9. lengkungan menonjol (flens tonggak) 10. ST flens merah (flens Prescott ST) 11. LPA joint flange (flens sambungan LPA) 12. Socket type flange (flens tipe sock) 13. Weld neck red flange (flens minim las dileher) 1. Gate Valve (katup pintu) Fungsi untuk membuka amputup ekternal 2. Ball valve (katup bola) Fungsi untuk membuka amputup dan mangatur aliran fluida secara lebih cepat 3. Globe valve (katup dunia) Fungsi untuk mengatur besar kecilnya aliran amp tekanan 4. Cek Valve (katup cek) Untuk katup pengaman (katup kupu-kupu) Fungsi untuk membuka amputup aliran lebih cepat 6. Katup diafragma (katup diafragma) Fungsi untuk membuka amputup dengan diafragma 7. Katup gerbang pisau (pintu gerbang pintu ) 8. Katup jarum (katup jarum ) 9. Plug valve (katup sumbat) 10. Wafer check valve (katup cek wafer) Jenis-jenis alat penyambung: pada alat bantu penyambung ini dikelompokkan dalam dua bagian: A. Sambungan dengan pengelasan B. Sambungan yg dilakukan dengan ulir A. jenis Sambungan dengan pengelasan: 1. 45 derajat siku 2. 90 derajat siku 3. 180 derajat siku 4. peredam konsentris (pemerkecil sepusat) 5. peredam eksentrik (pemerkecil tak sepusat) 6. tee 7. silang) 8. tutup (tutup ) 9. Red Tee (pemerkecil tee) 10. Swage konsentris BSE (sweg sepusat ujung bevel) 11. Swage eksentrik (sweg tak sepusat ujung bevel) B. Jenis sambungan dengan ulir 1. Bushing (paking) 2. Cap (tutup) 3 Coupling 4. Kopling merah (kopling pemerkecil) 5. 45 derajat siku 6. 95 derajat siku 7. 45 derajat lateral 8. Reducer (pemerkecil) 9. Tee 10. Tee Merah 11. Cross (silang) 12. Plug (sumbat) 13. Union 14. Swage konsentris (sweg sepusat) 15. Swage eksentrik (sweg tak sepusat) Jenis alat sambungan cubing 1. Adaptor jantan (jantan) 2. Fema Le adaptor (betina) 3. Cap (tutup) 4. Sambungan laki-laki 5. Sambungan wanita 6. Plug (sumbat) 7. Sekrup laki-laki (jantan kepala banyak) 8. Kepala betina kepala banyak) 9. 90 derajat siku serikat Siku union 90 derajat) 10. Laki-laki 90 derajat siku 11. Wanita 90 derajat siku 12. Reducer (pemerkecil) 13. Insert (penyisip) 14. Union (serikat pekerja) 15. Union Tee 16. Red union (serikat pemerkecil) 17. Union 2. Sikuin (olet corong) 4. Sockolet (olet kaus kaki) 5. Threadolet (olet ulir) 6. weldolet (olet): 1. Elbowlet (letakan siku) 2. Latrolet (olet lateral) 3. Sweepolet (olet corong) 4. Sockolet Las) Jenis-jenis perlengkapan khusus: 1. Spectacle blind (kacamata buta satu) 2. Buta dan spacer (buta dan penjarak) 3. Line blind (buta jalur) 4. Spacer (penjarak) 5. Expantion joint 6. Selang sambungan 7 . Swivel joint (sambungan swivel) 8. Perangkap uap (perangkap uap) 9. Strainer (saringan) 10. Safety shower (suhu pengaman) 11. Inline mixer (pengaduk dalam) 12. Kepala knalpot (kepala pembuanga N) 13. Instrumen 1. Gasket cincin 2. Gasket ring oval 3. Pakai paking penuh 4. Gasket ring datar 5. Spiral gasket 1. Mesin baut (baut mesin) 2. Stud baut (baut paku) 3. Cap screw (ulir Penutup sistem dan detail untuk setiap industri atau pengilangan jauh berbeda, perbedaan-perbedaan hanya terjadi pada kondisi khusus atau batasan tertentu yg diminta pada setiap proyek. Pabrikasi pipa dapat dilakukan pada bengkel-bengkel di lapangan atau pada suatu pembuatan pipa khusus di tempat lalu dikirim kelapangan, baik melalui transportasi laut atau darat, jadi dilapangan hanya merupakan penyambungan saja. Hal ini menguntungkan dari segi waktu, ongkos kerja dan pekerjaan dilapangan. Pemilihan keputusan untuk pabrikasi pipa di suatu bengkel dilapangan atau di tempat di luar lapangan bahkan dinegara lain, membutuhkan perhitungan teknis dan ekonomi secara cermat. Pemasangan pekerjaan perpipaan dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian sbb: 1. Pipa diatas tanah 2. Pipa dibawah tanah 3. Pipa dibawah udara (dalam air) Pemasangan sistem perpipaan diketiga tempat ini baik pipa proses, pipa utiliti memiliki masalah masing-masing dan dalam buku ini Hanya akan disinggung butir satu dua. PEMASANGAN PIPA DI ATAS TANAH Pemasangan ini bisa dilakukan pada rak pipa (pipa Rack), diatas penyangga penyangga pipa, atau diatas dudukan pipa (sleeper). Pada pemasangan pipa diatas tanah ini bisa pula pipa pipa dan turbin, pipa kompresor dan pipa utilitas. Berikut akan dijelaskan sebagai berikut: Pipa Kolom dan Vesel Pipa yg akan dipasang pada kolom dan vesel harus ditempatkan secara radial disekitar kolom di bagian jalur pipa, jalan orang, platform dibagian akses. Untuk pipa 18 keatas bisa langsung dilas ke vesel, pilih pertimbangan dan akan digunakan sambungan flens. Sambungan dalam skirt tidak boleh ditempatkan. Gunakan vent atmosferis berkatup dan bertudung harus disediakan pada tempat lokasi titik berat dari kapal atau jalur pipa diatasnya, sementara drain dipasang pada tempat lokasi yg akan ditentukan oleh PampID. Pengaliran ditimbang untuk ditunggu. Katup pelepas tekanan yg diminta uap ke udara bebas harus dilengkapi dengan pipa paling sedikit tiga meter di atas setiap platform dalam radius 7.5 meter, juga disediakan lubang pembuangan yg besarnya 6 mm (14) dibawah pipa guna mencegah penimbunan. Pemasangan pipa pada exhcanger tidak boleh dipasang di atas daerah-daerah kanal, tutup shell dan fasilitas lainnya yg sudah terpasang pada exchanger atau handling yg suka digunakan. Ruang-ruang bebas untuk memasang flange exchanger harus disediakan. Spool dipasang di luar nozzle kapal guna memungkinkan pemindahan bundel pipa exchanger. Pipa pipa dan pipa yang tersalurkan alirannya juga pipa hisap harus diatur agar bisa menghilangkan tekanan dan kantung uap yg bisa pula menimbulkan kavitasi pada impeler. Bila perubahan ukuran diperlukan untuk mempercepat atau memperlambat aliran, maka reduser eksentris harus dipakai bilaman kantung tanpa ventilasi tak dapat dihindari. Pemasangan pipa pada pompa dan turbin harus diatur rupa rupa, sehingga mudah untuk perawatan dan perbaikan. Hal ini penting untuk menghilangkan pembongkaran besar yg tak perlu. Saringan permanen dan sementara. Sedangkan untuk aliran panas dan dingin harus diperhatikan kelebihannya, begitu pula sikap-kedudukan penyangga baik dan bisa mengatasi getaran-getaran yg diakibatkan motor pipa juga aliran. Pemasangan pipa pada kompresor harus diteruskan dan diprogramnya. Sambungan pipa dengan menggunakan flensa lebih diutamakan demi memperlancar jalannya perbaikan dan. Pipa hisap (hisap) dan buang (debit) harus benar-benar diperhatikanatasnya, terutama untuk suhu rendah atau tinggi. Masalah getaran termasuk bagian penting pada kompresor ini, akibat adanya yang berhubungan dengan kompresor ini. Karena itu masalah penyangga, guide dan anchor juga harus menjadi perhatianbagian perencana teknik. Pemasangan pipa utilitas ini harus benar-benar dianjurkan agar bisa di manfaatkan penggunaannya. Pipa utilitas seperti apa lagi. Perencanaan sub header olah raga. Sambungan cabang penuh. Kapi kantung uap pada setiap daerah titik rendah dimana aliran akan terjaga dan diperhitungkan tidak boleh lebih dari 40 tekanannya dalam jarak yg dihitung dalam kaki. PERKEMBANGAN KESELAMATAN PIPELINE Diterbitkan untuk Edisi Majalah Petroenergy Mei-Juni 2008 8211 Kesenjangan pasokan dan permintaan gas antara daerah konsumen gas (Jawa) dan wilayah sumber gas (Sumatera, Kalimantan) mengarah pada perluasan sistem distribusi gas Indonesia (Petroenergi No. 7 Tahun IV ). Pipa penuaan yang ada baik di hulu maupun hilir dan sistem distribusi gas yang baru akan menciptakan eksposur risiko yang lebih tinggi terhadap keseluruhan sistem pipa Indonesia. Kecelakaan yang signifikan terhadap jaringan pipa di darat dan lepas pantai dalam beberapa tahun terakhir harus dianggap sebagai momentum untuk mengembangkan peraturan keselamatan pipa yang lebih komprehensif (Ref). Peraturan keselamatan perpipaan yang komprehensif tentunya merupakan salah satu alat legislatif penting untuk memastikan kepastian produktivitas dalam produksi dan distribusi minyak dan gas bumi. Peraturan Keselamatan Pipa Indonesia yang ada Keselamatan minyak dan gas Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dalam Pasal 40. Khusus untuk jalur pipa, keselamatan diatur dalam Keputusan Menteri No. 30038M1997. Peraturan selanjutnya sudah memberikan beberapa dasar untuk keamanan pipa tapi masih ada unsur penting lainnya dari keamanan pipa masih belum tercakup. Konstruktor dan operator pipa mengadopsi peraturan teknis yang diberikan dalam beberapa kode dan pedoman pipa (seri ASME B31, API, DNV, dll.). - Peraturan Keselamatan Pipa dari Negara Lain Peraturan pipa yang ditinjau berasal dari Amerika Serikat (49 CFR 192, 195), Inggris (IGETD1), Kanada (Z662-94), Australia (AS2885-1987), Jerman (TrbF 301, 302) , Dan Jepang (Tsusho Sangyo Roppo). Bagian yang biasanya dibahas dalam peraturan keselamatan pipa yang disebutkan di atas adalah: 1. Lokasi Kelas Pipeline kanan diklasifikasikan ke dalam lokasi kelas sesuai dengan konsekuensi kegagalannya. Klasifikasi lokasi pipa dalam peraturan keselamatan pipa umumnya oleh kepadatan penduduk, kedekatan jaringan pipa dengan bangunan umum, dan diameter pipa. 2. Kualifikasi Material Bagian ini menentukan persyaratan umum untuk pemilihan dan kualifikasi bahan untuk pipa (baja dan baja bukan baja). 3. Pipeline dan Pipeline Component Design Persyaratan minimum untuk disain pipa ditentukan. Parameter desain yang diperuntukkan pada bagian ini adalah: ketebalan dinding nominal, faktor desain versus lokasi kelas, faktor sendi longitudinal, temperatur derating, dan keterbatasan desain pipa plastik. Komponen pipa yang ditentukan oleh peraturan adalah: katup, fitting, bagian dari perangkat inspeksi internal, pendukung dan jangkar, dan stasiun kompresor. 4. Konstruksi Pipa Konstruksi Masalah konstruksi yang diatur adalah pengelasan pipa baja atau metode penyambungan selain pengelasan, jalur transmisi dan listrik, perlindungan struktural (casing dan penutup), dan pembersihan bawah tanah. 5. Proteksi Korosi Pipa Bagian ini menentukan persyaratan minimum untuk melindungi jaringan pipa logam dari korosi eksternal, internal, dan atmosfer. Parameter sistem proteksi korosi dengan proteksi pelapisan atau katodik yang diperintah adalah: persyaratan pelapisan, dan persyaratan proteksi katodik. 6. Operasi dan Pemeliharaan Pipa Isu-isu operasional yang ditentukan dalam bagian ini adalah: persyaratan untuk prosedur manual untuk kualifikasi operasi, perawatan, darurat, dan personil yang meliputi: - Perubahan lokasi kelas - Kesadaran masyarakat - Penyidikan kegagalan - Survei kebocoran - Metode perbaikan - Pemeriksaan Dan pengujian - Bagian katup dan inspeksi komponen pipa lainnya 7. Pengelolaan Integritas Pipa Bagian ini menentukan metode pengukuran konsekuensi tinggi (HCA) dan metode penilaian integritas (pemeriksaan internal, penilaian langsung, dan interval penilaian ulang). Aspek khusus yang dibahas dalam peraturan perpipaan asing: - Masa pakai desain Dalam Peraturan Australia, pada akhir masa perancangan, pipa tersebut ditinggalkan kecuali jika operator yang diarahkan pada penyelidikan teknik yang disetujui menentukan bahwa keamanannya tetap aman. - Faktor Pihak Ketiga Standar Australia memiliki konsep kerusakan pihak ketiga yang lebih rinci termasuk praktik yang direkomendasikan untuk melindungi jaringan pipa dari kerusakan pihak ketiga. - Kelelahan hidup Peraturan Inggris memiliki bagian untuk kebutuhan kekuatan kelelahan pipa dalam beban siklik - Masalah Geohazard Isu geohazard darat (misal: gempa bumi) ditentukan dalam Standar Jepang. Dasar Teknis untuk Peraturan Keselamatan Pipa Peraturan keselamatan pipa luar yang disebutkan sebelumnya diatur oleh beberapa dokumen teknis yang umum digunakan sebagai kode dan standar dalam masing-masing disiplin ilmu seperti berikut: - Pemilihan Material: seri API 5L, ASTM, Institut Pipa Plastik - Desain Pipa: ASME B16 Seri, ASME 31.8, Kode BMSP ASME - Fabrikasi dan Konstruksi Pipa: API 1104, Kode BoldPV ASME - Proteksi Pipa: Standar Perlindungan Katoda NACE dan - Integritas Pipa: Standar Integritas Pipa API dan ASME Mohon Pencerahan Pengeboran Lumpur Saya ingin mendapatkan masalah tes pada propertis (Formula) dari cairan (lumpur baru) lumpur baru yang digunakan pada saat akan melakukan pengeboran. LGS, HGS, ASG, OW Ratio, Salinity, Stabilitas Listrik, YP, PV, Kelebihan Kapur, Densitas, Viskositas, HP-HT, Gel Strenght dll. Atau besaran yang tergantung dari formasi lubang. Atau tiap2 perusahaan memiliki standar tersendiri.atau mungkin ada di API atau standar lain..Mohon pencerahan dan penjelasannya. Sepengetahuan saya, tidak pernah ada standar yang menyebutkan angka2 besaran untuk parameter lumpur. Begitu pula di antara perusahaan2, tidak ada standar masing2 perusahaan yang pasti angka spesifik untuk parameter2 yang anda sebutkan. Semuanya benar tergantung pada kondisi sumurnya masing2 dan metode yang hanya berbeda puluhan meter saja bisa berbeda persyaratan lumpurnya. Rencana kerja laboratorium yang digunakan untuk pembanding antara satu lumpur dengan lumpur lainnya. Di dalam perencanaan lumpur untuk satu sumur tentunya dari data lumpur data drilling yang didapat hasil pemboransumur-sumur tetangga sumur yang dekat. Apakah harus menggunakan densitas tinggi atau rendah untuk menahan tekanan formasi dan juga menghindari sirkulasi rugi. Viskositas tinggi atau rendah untuk tujuan pembersihan lubang dan sedikit hidrolik. Apa harus pakai filtration loss agent Apa harus pakai pembengkakan inhibitor apa yang lebih cocok oil base mud atau air base mud seperti performanya di tekanan rendah dan tinggidsb. Maka dari itu sumur2 ekspolrasi selalu lebih mahal karena lumpurnya bisa berkali2 berganti, perencanaannya selalu lebih sulit dari sumur yang sudah punya data dari tetangga sebelumnya. Tambahan lainnya, lumpur akan diuji setiap hari dalam proses pengeboran karena angka2 parameternya akan terus berubah2 seiring masuknya kontaminan2 dari dalam sumur, seperti LGS, HGS, Stabilitas listrik, salinitas, kelebihan kapur lebih empuk saat pengeboran sedang berlangsung (pada saat pengujian awal biasanya tidak Berarti apa2), nanti aja di plot ini setiap hari untuk melihat trendnya, nanti mud engineer akan sembuh jika nilai ini drastis drastis makan, seperti menambah ukuran shaker screen, atau menambah additif lainnya. Demikianlah yang saya tahu, jadi jawab pertanyaan BapPak. Adakah standar yang menentukan besaran untuk parameter lumpur Jawabannya adalah tidak ada. . Standar baku memang tidak ada Tapi pada prinsipnya, tipe lumpur (dan propertiesnya) yang akan dipakai ditentukan oleh faktor2 sbb: 1. Tipe formasi yang akan dibor (batu kapur, shale, sand, chert, dsb) 2. Temperatur, tekanan pori, permeabilitas dan kekuatan dari formasi tsb. (Untuk menentukan berat lumpur, kita perlu juga gradientnya patah graft). 3. Prosedur yang dipakai untuk bentuk formasi (coring, logging, dll) 4. Kualitas dari udara lokal yang tersedia (pokok bahasan khlorida, kaleng, potassium) 5. pertimbangan2 aspek lingkungan (biasanya lumpur berbasis air vs lumpur berbasis minyak). Tujuan akhir adalah untuk menghasilkan sistem lumpur yang efektif namun dengan biaya per barel yang optimum. Susunan kimiawi batuan dari satu daerah di kedalaman tertentu bias beda-beda dengan tempat2 yang lain. Bahkan di lobang yang sama, sifat lumpur dari lubang bagian yang atas dengan lubang bagian di bawahnya bias beda karena perbedaan kimiawi batuan tsb, selain tekanan formasi dan suhuenya juga bisa berbeda. Semakin tinggi suhu dan tekanan di lubang bagian tertentu, semakin tinggi pula sifat lumpur yang diperlukan (mud cost bbl nya pun biasanya akan semakin mahal). Dalam operasi pengeboran, sifat lumpur ini akan di cek terus kontinu, minimal 2x sehari untuk saya-menjaga sifat lumpur yang diinginkan. Lumpur yang sudah dipersiapkan dengan cantik akan berubah propertiesnya karena adanya kontaminasi dengan masuknya material2 dan fluida2 lain yang berasal dari lubang yang sedang dibor, seperti yang sudah disebut oleh Bung Ridwan di bawah ini. Di bawah ini saya ambilkan contoh dari sifat lumpur yang saya ambil dari sebuah sumur di daerah Ramba. Lingkungan lumpur untuk daerah2 lain juga tidak akan beranjak jauh dari jangkauan di bawah ini: 1. Kepadatan (Mud Weight). Ppg-gt beratnya tergantung formasi tekanan dan fraktur gradien dari lubang bagian yang sedang dibor. Gunanya untuk lubang stabilitas dan menghilangkan kick blow out. 2. Viscosity 40-55 secquart -gt Diukur dengan mengunakan Marsh Funnel untuk mengetahui dengan cepat konsistensi dari lumpur bor (untuk air tawar pada suhu 75degF, Viscosity-nya 26 secqt, digunakan sebagai garis dasar). 3. PV (Viskositas Plastik) 6-15 sentipoises 4. YP (Yield Point) 14-22 lbs100ft2 5. Gel Strength (10 sec 10 mins) 23 - 45 lbs100ft PV, YP maupun Gel Strength adalah parameter2 rheology lumpur yang pada intinya Kemampuan membersihkan lubang dari sistem Lumpur yang digunakan. Gel Kekuatan balik kemampuan lumpur untuk menahan atau men-suspend drill cuttings agar tidak turun kembali ke dasar lobang dan tinggal di tempat pada saat pompa lumpur sedang off. Parameter rheologi lumpur ini diukur dengan menggunakan alat rotational viscometer, dimana: PV Bacaan pada 600RPM - Bacaan pada 300RPM, dengan satuan centipoise YP Bacaan pada 300RPM - PV, dengan satuan lbs100ft2 6. pH 8.5 - 10-gt dibuat dalam suasana basa untuk mencegah korosi. . 7. API Cairan Rugi 5-7 cc30 menit -gtibatkan jumlah relatif fluida lumpur yang masuk ke dalam formasi. Kue lumpur yang terbentuk tidak sesuai dan sifatnya liat (keras) untuk stabilitas dinding sumur dan meminimize formasi kerusakan karena intrusi fluida lumpur. 8. HT-HP Rugi Cairan. Cc30 menit -gt sesuai kebutuhan, tergantung kondisi dan program pengeboran. 9. Padat Drill lt6gt 10. Salinitas (kandungan klorida) -gt tergantung kondisi biasa. Pada intinya kandungan klorida dalam udara menentukan kemampuan bentonit (tanah liat) untuk terhidrasi. Itulah, untuk operasi pengeboran di lepas pantai diperlukan air tawar untuk pra-hidrat gelbentonite terlebih dahulu sebelum Lumpur bisa dicampur dengan air laut dan lumpur additive yang lain. 11. Kelebihan Kapur 150-200 mgliter -gt menggunakan uji kekerasan, yang lipat jumlah Kalsium yang terlarut tersuspensi di dalam lumpur. 12. Selain sifat lumpur tersebut di atas, dilakukan juga uji alkalinitas yang di dalam Pm (untuk lumpur) dan Pf (untuk filtrat) untuk mengetahui kemampuan campuran lumpur untuk pati terhadap asam (menggunakan larutan phenolphthalien). Ada juga Methylene Blue Test (MBT) lt17ppbgt Untuk referensi tambahan, ada solusi yang Anda baca buku Praktik Direkomendasikan American Petroleum Institute (API) Recommended Practice on the Rheology and Hydraulics of Oilwell Drilling Fluids dan API RP 13I Recommended Practice for Laboratory Testing Cairan Pengeboran - Apa sih guna Mud ato lumpur pemboran dalam pengeboran selain untuk mengangkat pemotongan dan mendinginkan bit (mata bor) dan bagaimana cara kita menentukan jenis lumpur yang dipakai dalam pengeboran. - Saya pernah mendengar istilah lumpur asin dan tawar (lumpur yang dicampur dengan air asin dan air tawar) - Oh ya, ada juga nih istilah cairan hilang, zat pembobot, titik hasil dan kontrol PH dalam lumpur bor. Maksudnya apa sih - Apakah mudcake (lumpur yang tertinggal di lubang bor dan mendingin ato lumpur yang masuk ke formasi) yang timbul di pengeboran berbahaya dan pengeboran kinerja Dua tujuan utama pengeboran lumpur atau cairan pengeboran adalah. 1. Keluarkan stek dari formasi yang dihasilkan oleh bit di bagian bawah lubang dan bawa ke permukaan. Hal ini dicapai dengan menyesuaikan reologi sistem lumpur. 2. Pertahankan keseimbangan hidrostatik agar cairan dan gas dari formasi tidak masuk sumur sumur menyebabkan sumur mengalir, menendang atau meniup. Hal ini dicapai dengan menyesuaikan berat lumpur (densitas). Aditif kerapatan tinggi (barit, hematit) digunakan untuk persiapan cairan pembunuh, yang menciptakan tekanan hidrostatik yang mencegah air masuk ke dalam sumur atau menahan oli dalam dan mencegah ledakan, dan untuk menstabilkan formasi secara fisik. Karakteristik lainnya dianggap penting dalam pengeboran modern. Beberapa di antaranya termasuk. Sebuah. Aman untuk lingkungan b. Mencegah penyebaran lempung reaktif (gumbo) c. Kemampuan untuk menutup fracturesvoids formasi d. Non abrasif untuk alat dan peralatan rig e. Lapisan batuan berpori segel, menyamakan tekanan, mendinginkan sedikit, flush out amp amp pelumas pelumas Pada rig pengeboran memompanya dengan pompa lumpur melalui senapan bor dimana semprotan keluar dari nozel pada bor (membersihkan sedikit di Proses), lumpur kemudian berjalan kembali ke ruang annular antara senar bor dan sisi lubang yang dibor, naik melalui casing permukaan, dan muncul di permukaan. Stek kemudian disaring di shaker shaker dan lumpur masuk ke lubang lumpur. Lumpur kemudian dipompa kembali dan terus disirkulasikan ulang. Lumpur diolah secara berkala di lumpur untuk memberikan sifat yang mengoptimalkan dan meningkatkan efisiensi pengeboran. Komposisi lumpur pengeboran lumpur pengeboran berbasis air dapat terdiri dari tanah liat bentonit (gel) dengan aditif seperti barium sulfat (barit) atau hematit. Berbagai pengental digunakan untuk mempengaruhi viskositas cairan, misalnya. Xanthan Gum, guar gum, glikol, karboksimetilselulosa, selulosa polianionik (PAC), atau pati. Pada gilirannya, deflocculants digunakan untuk mengurangi viskositas polielektan anionik lempung berbasis tanah liat (misalnya akrilat, polifosfat, lignosulfonat (Lig) atau turunan asam tannat (misalnya Quebracho) yang sering digunakan. Lumpur merah adalah nama untuk berbasis Quebracho. Campuran, dinamai sesuai dengan warna garam asam tanat merah yang biasa digunakan pada tahun 1940an sampai 1950an, kemudian sudah usang saat tersedia lignosulfat. Banyak bahan kimia lain juga digunakan untuk mempertahankan atau menciptakan beberapa properti yang tercantum dalam bagian berjudul Purpose. One classification scheme for drilling fluids is based on their composition, and divides them to b. non-water (oil, olefin, or other synthetic fluid) base, and gaseous, or pneumatic. c. Oil Based and Synthetic Based muds are frequently classified seperatly due to the vast differences in regulations when using them. Kalo bisa saya tambahkan. pemilihan jenis lumpur pemboran, disesuaikan dengan kandungankomposisi air formasi yang berada pada lapisan yang akan ditembus, bisa juga disesuaikan dengan adatidaknya reactive clay pada lapisan tersebut. fluid loss adalah peristiwa hilangnya sebagianseluruh lumpur pemboran yang berada pada kolom drill string, masuk ke dalam formasi. weighting agent adalah aditive yang bersifat memberi tambahan beratdensitas pada lumpur pemboran, contohnya adalah barite (BaSO4). yield point adalah ukuran mengembangnya volume bentonite, biasa diukur dengan menggunakan alat fann viscometer. pH control berguna untuk memaintance pH lumpur pemboran bekisar di sekitar 9. mud cake adalah kerak lumpur yang tertinggal di dinding sumur, dimana filtrat dari lumpur tersebut telah masuk kedalam formasi. pada skala lab diukur dengan menggunakan alat API filter press dan HPHT filter press. Terima kasih pak atas penjelasannya. Klo pemilihan lumpur bor disesuaikan dengan jenis formasi yang akan ditembus, siapakah yang memberikan instruksi penggantian mud (wellsite, driller ato mud engineer) bila ternyata formasi yang ditembus memerlukan mud jenis berbeda dari program drilling yang sudah direncanakan Seyogyanya, Drilling Superintendent lah yang memberi instruksi penggantian lumpur. Penggantian lumpur ditengah jalan (bukan pada casing depth) sebaiknya dihindari karena problem baru yang bisa timbul Mungkin saya berikan insight dari pengalaman lapangan dalam penggantian lumpur ini. Memang benar bahwa formasi lah yang mendikte pemakaian suatu jenis lumpur. Tetapi ini juga tidak semena mena begitu saja. Maksudnya, umpama kita semua tahu bahwa lapisan shale paling baik di bor memakai type lumpur oil base (diesel, LT, Synthetic, dll). Tetapi apakah kalau kita sedang mengebor memakai Water Base mud, apakah kita harus mengganti dengan Oil Base mud waktu itu juga. Hal ini belum tentu, karena water based mud pun dapat dipakai untuk mengebor shale - hanya tidak se efficient oil based. Perlu diketahui bahwa problem mengganti type Lumpur pada open hole cukup besar, bagaimana cost impact nya dsb. Jadi seorang drilling superintendent harus mempertimbangkan apakah harus (live with the problem) dari inefficiency pemakaian water base, atau (cost) penggantian mud system yang lebih cocok, dll. Sebagai seorang yang manage drilling, paling benar adalah apabila semuanya sudah di rencanakan pada planning stage sebaik baiknya yang menyangkut Drilling, GampG dan Mud Provider nya. Inilah yang akan memberikan cost effective drilling. Senin, 2008 Maret 31 Dari Wikipedia Indonesia Rig pengeboran darat Rig pengeboran adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh air. minyak. atau gas bumi. atau deposit mineral bawah tanah. Rig pengeboran bisa berada di atas tanah ( on shore ) atau di atas lautlepas pantai ( off shore ) tergantung kebutuhan pemakaianya. Walaupun rig lepas pantai dapat melakukan pengeboran hingga ke dasar laut untuk mencari mineral-mineral, teknologi dan keekonomian tambang bawah laut belum dapat dilakukan secara komersial. Oleh karena itu, istilah rig mengacu pada kumpulan peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran pada permukaan kerak Bumi untuk mengambil contoh minyak, air, atau mineral. Rig pengeboran minyak dan gas bumi dapat digunakan tidak hanya untuk mengidentifikasi sifat geologis dari reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang memungkinkan pengambilan kandungan minyak atau gas bumi dari reservoir tersebut. Rig pengeboran dapat berukuran: Kecil dan mudah dipindahkan, seperti yang digunakan dalam pengeboran eksplorasi mineral Besar, mampu melakukan pengeboran hingga ribuan meter ke dalam kerak Bumi. Pompa lumpur yang besar digunakan untuk melakukan sirkulasi lumpur pengeboran melalui mata bor dan casing (selubung), untuk mendinginkan sekaligus mengambil bagian tanah yang terpotong selama sumur dibor. Katrol di rig dapat mengangkat ratusan ton pipa. Peralatan lain dapat mendorong asam atau pasir ke dalam reservoir untuk mengambil contoh minyak dan mineral akomodasi untuk kru yang bisa berjumlah ratusan. Rig lepas pantai dapat beroperasi ratusan hingga ribuan kilometer dari pinggir pantai . Tanya. Satu barel minyak mentah (crude oil), kalau sudah melalui proses pengilangan, akan menghasilkan berapa produk dan banyaknya berapa Saya membaca sebuah buku yang menulis: a barrel of crude oil from Texas can be refined into 2 barrels of gasoline, 2.8 barrels of kerosene, 1.7 barrels of heating oil, or 2.4 barrels of asphalt. Saya koq enggak yakin kalau 1 barel minyak mentah setelah dikilang bisa menghasilkan produk yang lebih dari 1 barel. Tanggapan 1. (Doddy Samperuru - Schlumberger) Secara basik, jumlah amp macam produk yg dihasilkan tergantung kepada properti minyak mentahnya (yg tiap lapangan di seluruh dunia umumnya berbeda-beda) amp karakteristik penyulingannya (misalnya minyak mentah dari lapangan anu jika diproses di penyulingan Balikpapan bisa berbeda hasilnya dari penyulingan di Balongan). Data API berikut bisa memberi gambaran (diambil dari average yields penyulingan minyak di AS tahun 2000): 1 barrel (42 gallon, atau sekitar 159 liter) minyak mentah menghasilkan produk-produk: Gasoline: 19.4 gal Distilate fuel oil (home heating oil amp diesel fuel): 9.7 gal Kerosene-type jet fuel: 4.3 gal Coke: 2.0 gal Residual fuel oil (minyak berat yg digunakan sebagai bahan bakar di pabrik, transportasi laut amp PLTD): 1.9 gal Liquefied refinery gases: 1.9 gal Still gas: 1.8 gal Asphalt amp Road oil: 1.4 gal Petrochemical feedstocks: 1.1 gal Lubricants: 0.5 gal Kerosene (minyak tanah): 0.2 gal Lain-lain: 0.4 gal Total volume produk: 44.6 gal. 2.6 gal tambahan dinamakan processing gains (mirip popcorn yg volumenya membesar setelah dipanaskan). Angka-angka dari buku yg Anda baca sulit diiyakan karena dikatakan dari 1 bbl minyak mentah bisa menghasilkan 8.9 bbl produk (kalau benar, mungkin ini yg disebut super-power-crude-oil, just joking). Mungkin ada kesalahan unit di sini. Untuk data-data refinery products di Indonesia, mungkin yg di Pertamina bisa menjelaskannya. 1.Siapa saja yang termasuk dalam Drilling Crew, maksud saya posisi apa saja yang termasuk didalamnya 2.Berapa jumlah orang dari 1 Drilling Crew 3.Role amp Responsibility dari setiap posisi dalam Drilling Crew meliputi apa saja 4.Apakah ada requirement tingkat pendidikan minimum untuk setiap posisi, disamping tentu saja pengalaman kerja 5.Apakah ada sertifikasi2 khusus yang diwajibkan bagi setiap posisi dalam Drilling Crew tersebut 6.Dari mana selama ini kebutuhan manpower untuk Drilling Crew didapat 7. Bagaimana treatment untuk mereka yang fresh baik dari university maupun setingkat SMU ini boleh aku jawab ya. sbenernya untuk land mobile rig sendiri ini masih dibagi 2 lagi. ada drilling crew and work-over crew (yang terakhir ini spesialis memperbaiki sumur. nyabut packer, milling, fishing ataupun plug-abandon sumur). nah buat crew drilling. (ini misalnya disaripari loh. tergantung permintaan kps sendiri. tapi standarnya-buat rig 550 HP ) 1 orang senior toolpusher (24 jam stand-by, rotasinya per 3 minggu. tiap rig biasanya punya 2 sr toolpusher ini back to back) 1 orang toolpusher (12 jam stand-by, rotasinya per 3 minggu juga tiap rig punya 3 orang toolpusher) 1 orang driller (driller ma toolpusher ini diusahain selalu berpasangan biar cocok terus pola kerjanya. ) 1 orang derrickman 3 orang floorman 2 orang roustabout 1 orang mekanik 1 orang helper 1 orang electrician 1 orang mudboy 1 orang safety engineer (nah mulai dari derrickman ini kebawah tiap rig tinggal dikali 3x untuk 3 shift, siang, malam dan off schedule) selain itu masih ada lagi: 1 orang crane operator 1 orang dozer operator 1 orang medic 1 orang access control (jaga pos masukkeluar rig) ini biasanya yang umum, kalau ada tambahan lagi biasanya tergantung permintaan kps-nya. atau kalo lokasinya remote. Kalo di offshore seperti crew kami sekarang untuk drilling ada 49 personnel. Ini tidak termasuk company man atau third party ( service company ). Jadi cuma Contractor drilling aja. 1 orang OIM ( Offshore Instalation Manager) atau Rig Supt. 2 orang Toolpusher 2 orang Driller 2 orang Asst. Driller 1 orang Electrician 1 orang Asst. Electrician 1 orang Mechanic 1 orang Asst. Mechanic 1 orang Safety Officer 1 orang Barge EngineerBarge Master 1 orang Electronic Technician 1 orang Deck pusher Asst. Barge Engineer. 1 orang Storekeeper 2 orang DerrickmanPump man 8 orang floorman 4 orang crane Operator 2 orang Head roustabout 12 orang roustabout 2 orang radio operator 2 orang Welder 1 orang Medic Ini Jumlah untuk 2 crew ( siang dan malam ). Dan 2 crew lagi off. Untuk Pendidikan tidak terlalu diperhatikan, karena untuk drilling crew dibutuhkan kan cuma fisik yang kuat untuk bekerja keras dan bener2 mau capek. Tapi sekarang kelihatannya paling minim sudah SMU. Requirement offshore biasanya BOSET ( Basic Offshore Safety Emergendy Training ) dan HUET ( Helicopter Underwater Training ) serta Medical Check. Selebihnya setelah bekerja perusahaan akan memberikan training yang menunjang atau mendukung pekerjaan tiap2 posisi tersebut. Seperti HLO, Well Control, Rigging and Slinging, Management System, H2S, Radio Licence, Crane License, Team building, dll. oh iya untuk crew drilling rig, minimum pendidikan smu. tapi sekarang kayanya sudah mulai wajib untuk pendidikan s1 teknik. untuk menjadi routabout atau helper tidak diperlukan sertifikat khusus. tapi untuk floorman harus punya OLB (operator lantai bor), derrickman harus punya OMB (operator menara bor), dan driller harus punya JB (Juru Bor). kalau untuk pimpinan rig semacam toolpusher atau senior toolpushre harus punya AP3 (ini untuk land rig) atau AP1 (untuk off shore) ini persyaratan standar migas. kala untuk welder, electrician, mekanik, operator dozer dan cranejuga harus ada sertifikasi juga dari MIGAS biasanya ada kps yang menetapkan sertifikasi iwcf atau sejenisnya. nah persyaratan mengambil sertifikasi JB. harus punya pendidikan s1 teknik atau sudah bekerja di rig minimum sebagai derrickman selama 5 tahun ps untuk workover rig. mirip bgt sama drilling rig, cuman senior toolpusher namanya diganti toolpusher. sedangkan toolpusher namanya diganti jadi tourpusher. Kalau saya lihat di bawah ini, uraian dari Tanggapan 2 lebih berdasarkan kebutuhan untuk rig2 besar dan complicated (daftar drilling crew nya lebih banyak), sedangkan yang ditulis oleh Jawab lebih untuk rig2 kecil (biasanya rig darat). Tinggal pilih aja, mau yang on-shore atau offshore amp complicated drilling operations, pasti jawabannya tidak akan meleset jauh. Semakin kompleks operasi drillingnya, semakin lengkap pula drilling personnel nya - dan ini biasanya ditulis di dalam Contract Scope of Works (Drilling Personnel). Selanjutnya, saya hanya ingin menambahkan sedikit aja, yaitu masalah sertifikasi untuk key drilling personnel (standard DitJen Migas) for your reference: 1. Toolpusher (atau kadang2 disebut juga rig superintendent di rig2 kecil): Toolpusher (atau Rig Superintendent) ini mewakili drilling contractor di lokasi pengeboran. Toolpusher bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan drilling operations (dan hal2 lain yang berhubungan dengan operations) 24 jam sehari. Toolpusher biasanya orang yang berpengalaman di lapangan pengeboran dan memulai kariernya dari bawah: bisa dari floorman, derrickman, pump man dan driller. Biasanya orang ini juga menguasai semua peralatan drilling, dengan pendidikan dan pelatihan2 tambahan untuk diangkat menjadi Toolpusher. Sertifikat yang dibutuhkan: - Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Ahli Pengendali I --gt Untuk offshore floater (drill ship, semi-submersible drilling rigs). - Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Ahli Pengendali II --gt Untuk offshore drilling rigs type duduk (jack-up rig atau swamp barge). - Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Ahli Pengendali III --gt Untuk operasi drilling rig di darat. Pendidikan Minimum: SLTA dengan minimum pengalaman 7 tahun dengan 3 tahun sebagai driller ATAU sarjana teknik (atau ijasah AKAMIGAS jurusan bor) dengan 4 tahun pengalaman termasuk 2 tahun sebagai driller. 2. Driller: Ini orang yang bertanggung jawab langsung dalam pengendalian alat2 bor. Dia bertanggung jawab dalam mengawasi dan menghandle drilling operation secara langsung bersama para drilling crew di lantai bor. Driller berada di rig floor dan mengontrol langsung semua aktifitas di rig floor. Dalam memonitor operasi, Driller dilengkapi dengan intrumen2 kontrol yang ada di drillers console panel, seperti alat untuk memonitor tekanan, pump strokes, hook load, weight on bit, torsi, dsb. Sertifikat yang dibutuhkan seorang driller: - Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Juru Bor I --gt Untuk offshore floater (drill ship, semi-submersible drilling rigs). - Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Juru Bor II --gt Untuk offshore drilling rigs type duduk (jack-up rig atau swamp barge). - Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Juru Bor III --gt Untuk operasi drilling rig di darat. Pendidikan Minimum: SLTA dengan minimum pengalaman 4 tahun dengan 2 tahun pengalaman sebagai derrickman ATAU berijasah AKAMIGAS jurusan Bor dengan 2 tahun pengalaman termasuk 1 tahun sebagai Derrickman. Sesuai dengan namanya, orang ini bertugas di atas menara derrick pada suatu platform yang disebut monkey board (tapi bukan monyet lho ya :-)) setinggi kira2 90ft di atas rig floor (untuk rig2 besar). Tugasnya membantu dalam mencabut menurunkan pipa bor dan menyandarkannya di pipe rack di derrick. Selama drilling, derrickman biasanya juga bertugas sebagai asisten driller dan atau di daerah pompa Lumpur atau fasilitas drilling fluid treatment lainnya. Sertifikat yang dibutuhkan seorang derrickman: - Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Operator Menara Bor I --gt Untuk offshore operations. - Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Operator Menara Bor II -gt Untuk onshore operations. Pendidikan Minimum: SLTP dengan pengalaman minimum 3 tahun sebagai roughneck floor man. 4. Floormen atau roughnecks atau rotary helpers: Biasanya 1 crew terdiri dari 2-3 orang dan bertugas di rig floor untuk menangani alat2 drilling, membantu driller. Floormen ini adalah pekerja di garis depan di rig floor dan pekerjaan mereka ter-exposed langsung dengan berbagai drilling hazards yang bisa membawa resiko masing2. Oleh karena itu, training dan pengalaman yang cukup merupakan kunci utama untuk menghindarkan diri dari setiap insiden di rig floor. Sertifikat yang dibutuhkan seorang floorman: - Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Operator Lantai Bor I --gt Untuk offshore operations. - Sertifikat Tenaga Teknik Khusus Pemboran Tingkat Operator Lantai Bor II -gt Untuk onshore operations. Pendidikan Minimum: SLTP dengan pengalaman minimum 2 tahun sebagai roustabout (atau pekerja pembantu pemboran). Kalau boleh saya ikut menambahkan. 1.Untuk dalam negeri memang belum ada Institusi yang bisa mencetak SDM Drilling, biasanya OIL Company mendidik Fresh Graduate untuk dididik jadi Drilling Engineer, sedangkan untuk Tenaga SDM rig umumnya dari Promosi-promosi dan setelah mencapai jenjang Tertentu, Company yang membayar mereka untuk sertifikasi. Alurnya Sbb. Roustabout ke Roughneck ( Pump Man, Shaker Man ) - Derrick Man - Assistant Driller - Driller - Toolpusher - OIM. Kalau untuk tenaga Assistan Driller ke bawah Sertifikasi nya cukup dari Dalam Negeri, Migas Cepu etc ( Rigger Migas, Operator Lantai Bor, Juru Bor ) tapi untuk Driller ke atas Wajib lulus uji Well Control dari IWCF ( International Well Control Forum ) dan Tenaga tsb andai tidak lulus berarti dia tidak layak mengemban Posisi tersebut. 4. Lokal dari Migas, sedangkan International dari IWCF, requiremennya dari IADC, International Association Drilling Contractor 5. Lihat jawaban 3, umumnya di Drilling dan Khususnya di Rig, jenjang dari promosi dari level bawah ke atas ( lihat jawaban 3 ) sedang di drilling Dari Drilling engineer ke Drilling Supervisor ( Company Man ) Minggu, 2008 Maret 30 Pertanyaan. (Oran Jacob 8211 Teknik Perminyakan ITB) Saya dengar, coiled tubing adalah teknologi masa depan pengganti rig. Betulkah itu Apa saja pemanfaatannya selain pengganti rig Apa sih materialnya sehingga tubing besi koq bisa digulung seperti itu dan tidak patah Sudah adakah di Indonesia Jawab By. (Doddy Samperuru 8211 Schlumberger) Sesuai namanya, Coiled Tubing (CT) adalah tubing (pipa) baja yg bisa digulung, mirip benangtali berukuran diameter dari 1 sampai 4.5 inci. Pada rig konvensional, pipatubingstrings disambung atau diputus satu persatu memakai sambungan ulir. Cara ini memakan waktu yg lebih lama, membutuhkan orang amp peralatan yg lebih banyak, resiko HSE yg lebih tinggi, dsb. yg ujung-ujungnya costnya lebih mahal. Karena CT menggunakan tubing yg kontinyu, tidak perlu disambung-sambung, maka kelemahan rig konvensional tadi bisa dihilangkan atau dikurangi. Dan yg lebih penting, faktor safety akan jauh lebih baik. Secara umum, kelebihan memakai CT: 1. Safety 2. Economic 3. Operational 4. Environmental Aplikasi CT: Sarana pengantar fluida (semen, acid, brine, air, diesel, foam, gas nitrogen, sand, dsb.): RemedialSqueeze cementing: penyemenan untuk memperbaiki sumur. Matrix stimulation: stimulasi produksi hidrokarbon memakai fluida acid. Wellbore fill removal: mengisi atau mengganti fluida dalam sumur. Well kick-off (nitrogen lifting): menstimulasi fluida formasi untuk berproduksi dgn cara mengisi sumur dgn fluida ringan (fluida bercampur gas nitrogen). Tubingwell clean-up (CoilCLEAN): membersihkan tubing danatau sumur dari deposit scale, pasir, dsb. Gravel pack untuk sand-control: menggunakan CT untuk memompa pasir ke dalam sumur. Kelebihan memakai CT sbg pengantar fluida: Sirkulasi fluida secara kontinyu. Tubing yg dapat bebas bergerak naik-turun pada saat treatment. Ujung tubing dapat dipasang suatu alat khusus yg dapat bebas berputar 360o. Akurasi titik kedalaman untuk penempatan fluida di dalam sumur. Tidak perlu mengeluarkan completion atau productions strings dari dalam sumur. Coiled Tubing Drilling (CTD): pemboran sumur menggunakan CT. CT logging: logging memakai CT, sangat efisien untuk sumur yg high-angled atau horisontal. CT perforating: perforating memakai CT, sama dgn CT logging. CT fracturing (CoilFRAC): fracturing memakai CT, efektif untuk multiple zone fracturing. REDACoil: instalasi ESP (Electrical Submersible Pump) memakai CT. Korelasi kedalaman sumur (DepthLOG). Lain-lain. Spesifikasi material CT: 1. Tahan terhadap H2S. 2. Kuat menahan beban tarik amp tekan, burst amp collapse pressure. 3. Resistan terhadap korosi amp erosi. 4. Harus liat (ductile) agar bisa digulung amp bisa keluar-masuk injector-head. 5. Dapat dilas. 6. Resistan tinggi terhadap fatigue. 7. Punya nilai ekomonis, karena umurnya yg terbatas amp harus diganti tiap periode tertentu. Material yg paling mendekati spesifikasi tsb adalah baja karbon rendah (0.1-0.2 C) dgn campuran unsur lainnya (Mn, P, S, Si, Cr, Cu, Ni, Zr, Cb). Bahan bakunya berbentuk flat strip yg mempunyai panjang 3500ft (1060m). Proses pembuatannya: Untuk membuat CT dgn panjang lebih dari 3500ft, flat strip ini disambung dgn las (angled weld) terlebih dahulu. Flat strip ini lalu ditarik memasuki enam pasang forming roller yg secara gradual bentuknya berubah menjadi tubingsilinder. External bead akibat las kemudian dibuang dgn cara dipotong. Lalu proses annealing amp cooling Selanjutnya proses sizing memakai milling agar ukurannya tepat seperti yg diinginkan. Inspeksi untuk mendeteksi defect, dilakukan elektronis secara otomatis. Heat treatment untuk menghilangkan segala macam tegangan akibat proses-proses sebelumnya. Juga untuk memberi hardness yg merata di seluruh bagian CT. Cooling amp digulung Pressure testing sebesar 80 dari internal yield value, minimal 15 menit. Terakhir CT ditiup dgn udara kering untuk mengurangi kelembaban di dalamnya. Lalu digudangkan untuk dikirim ke pemesan. Sayang sekali, teknologi ini masih dimiliki oleh AS. Semua pabriknya berdomisili di AS walaupun bahan baku flat strip umumnya didatangkan dari Jepang. Di Indonesia CT sudah lama dipakai oleh berbagai operator EampP. Dari yg simpel sekedar memompa air sampai yg canggih untuk mengebor sumurCTD (BP-Arco, Vico, TFE), gravel pack (Unocal) amp CT Logging (Caltex). Beberapa bed-time stories: 1. Aplikasi CT: slbHubindex.cfmidid1805 slbHubindex.cfmidid1381865 slbHubbrochureindex.cfmbconnectproductionHPCTampidid8615 2. Artikel CT: slbHubDocsconnectreferenceoilfieldreviewors941094pdfp0923.pdf slbHubDocsconnectreferenceoilfieldreviewors920792pdfp4551.pdf 3. Asosiasi CT Internasional: icota 4. Manufaktur CT: precision, hydrarig, qualitytubing Tanggapan 2. (Elwin Rachmat 8211 TotalFinaElf E amp P Indonesia) Ide yang mendukung dikembangkannya coiled tubing sebenarnya adalah bagaimana melakukan perawatan sumur dengan biaya yang lebih murah dan lebih cepat tanpa menggunakan rig yang biayanya cukup mahal. Ide ini tidak hanya mendorong dikembangkannya teknologi sistim coiled tubing, tetapi juga mendorong dikembangkannya teknologi sistim snubbing atau yang disebut juga hydraulic work over unit. Saya akan sedikit menambahkan keterangan umum yang sudah dijelaskan tentang coiled tubing. Disamping itu saya juga ingin menjelaskan sedikit tentang snubbing serta bagaimana perbandingannya dengan coiled tubing. Seperti colied tubing, snubbing adalah salah satu peralatan untuk melakukan perawatan atau perbaikan sumur atau biasa juga disebut well service tanpa mencabut peralatan peralatan produksi yang sudah terpasang didalam sumur (completion). Seperti coiled tubing, peralatan snubbing dipasang diatas christmas tree (kepala sumur) dan dapat bekerja tanpa harus membunuh (killing) sumur produksi bila tidak perlukan karena dilengkapi oleh rangkaian pencegah semburan liar (blow out preventer assembly). Seperti coiled tubing, snubbing bekerja dengan menggunakan pipa yang lebih kecil dari tubing (pipa) produksi yang terpasang sebagai bagian dari completion. Bedanya pipa yang digunakan snubbing untuk bekerja adalah tubing biasa yang berdiameter yang lebih kecil dari pada tubing produksi. Memang betul penggunaan tubing kecil (biasa juga disebut macaroni string) yang harus disambung atau dilepas pada ulirnya menyebabkan snubbing lebih lambat dibandingkan dengan coiled tubing, tetapi resiko HSE coiled tubing yang rendah serta biaya coiled tubing yang lebih murah bisa dikatakan tidak tepat atau cenderung dijadikan mitos yang keliru. Pipa snubbing bisa diinspeksi dengan cara kita menginspeksi tubing secara konvensional. Bila dalam inspeksi terdapat beberapa joints macaroni string tidak dapat dipakai lagi, maka macaroni string yang lainnya masih dapat digunakan. Berbeda dengan coiled tubing yang tidak dapat diinspeksi secara konvensional. Bila terdapat kerusakan atau kebocoran pada colied tubing, maka umumnya operator akan meminta keseluruhan coiled tubingnya agar diganti. Tentunya hal ini akan menaikkan biaya coiled tubing secara sangat berarti. Masih dalam aspek HSE, coiled tubing tidak dibolehkan digunakan untuk mengalirkan gas alam atau minyak bumi didalamnya, karena tidak ada perusahaan jasa coiled tubing yang berani menjamin tidak akan ada kebocoran pada coiled tubing yang masih tergulung pada reelnya di permukaan tanah. Bila terdapat kebocoran hidrokarbon pada reelnya maka resiko kebakaran akan ditanggung oleh keseluruhan peralatan coiled tubing yang berada dipermukaan tanah. Hal ini juga meningkatkan biaya penggunaan coiled tubing bila diperlukan memompa gas inert seperti nitrogen yang mahal harganya. Resiko lain dengan coiled tubing adalah run away. Run away dapat terjadi pada coiled tubing bila mekanisme yang menahan coiled tubing di permukaan tidak berfungsi sehingga coiled tubing didalam sumur meluncur ke bawah akibat gravitasi sehingga reel dipermukaan tertarik sampai membentur christmas tree yang bisa menimbulkan blow out. Semua perusahaan jasa coiled tubing berupaya keras untuk menghindari run away, tetapi run away sudah pernah terjadi dan bagaimanapun resiko run away akan tetap ada. Kelebihan dari snubbing dalam aspek HSE adalah tidak adanya resiko seperti yang dimiliki oleh coiled tubing yang dijelaskan diatas. Kelebihan snubbing dari segi operasi selain bisa mengalirkan hidrokarbon didalamnya, snubbing dapat dapat memutar pipanya (dimana coiled tubing tidak mungkin melakukannya), dan snubbingpun memiliki kapasitas tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan coiled tubing sehingga dapat melakukan pemancingan (fishing job) atau bahkan melakukan work over (mencabut semua peralatan produksi yang terpasang didalam sumur) dan melakukan recompletion (pemasangan kembali completion). Bila coiled tubing kadang-kadang dihindari penggunaanya untuk melakukan squeeze cementing (karena coiled tubing sulit dibersihkan dari semen yang menempel didalamnya), maka snubbing yang pipanya mudah dibersihkan adalah sistim yang lebih baik untuk melakukan squeeze cementing. Dengan kemampuan berputarnya subbing tidak hanya dapat melakukan through tubing drilling, lebih jauh lagi snubbing dapat melakukan well deepening (memperdalam sumur dengan membor dengan cara rotary drilling atau turbo drilling setelah completion dicabut). Sementara itu bila gerakan berputar perlu dilakukan oleh coiled tubing, maka coiled tubing akan menggunakan turbin berukuran kecil yang kehandalannya sering dipertanyakan. Walaupun TFE sudah pernah melakukan colled tubing drilling, menilai kemampuan snubbing yang lebih besar dari pada coiled tubing saya berpendapat mitos coiled tubing sebagai pengganti rig adalah keliru sebaliknya snubbing adalah sistim yang lebih tepat untuk mitos tersebut. Selain TFE setahu saya KPS lain yang menggunakan atau pernah menggunakan snubbing adalah Unocal, Vico, BP dan Kondur semuanya dengan tingkat keberhasilan operasi yang tinggi dan biaya yang relatif mudah diperkirakan. Anehnya semua perusahaan jasa snubbing di Indonesia adalah perusahaan nasional sementara semua perusahaan jasa coiled tubing adalah MNC. Perusahaan snubbing nasional ini sudah sempat juga go internasional di Asia dan Eropa, kemungkinan besar mereka dapat bersaing karena sebagian besar pegawai dan expertnya adalah tenaga nasional sehingga overhead costnya relatif rendah. Sayangnya snubbing yang kadang-kadang disebut juga hydraulic work over unit ini kurang dikenal orang karena kurang gencar melakukan promosi atau sosialisasi, sehingga sayapun tidak tahu di web site mana informasi tentang snubbing dapat diperoleh Hendaknya tulisan saya ini tidak menimbulkan anggapan bahwa saya hanya pro pada snubbing dan kontra pada coiled tubing. Tetapi saya merasa perlu sedikit menjelaskan apa yang pernah saya lakukan selama belasan tahun dengan baik snubbing maupun coiled tubing di TFE. Yang saya ingin sampaikan adalah agar kita dapat memilih sistim peralatan yang lebih tepat sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Bagaimanapun juga coiled tubing adalah sistim yang paling baik untuk beberapa jenis pekerjaan seperti stimulasi, well start up ditempat yang tidak memiliki gas alam bertekanan tinggi (sehingga gaslift oleh snubbing tidak dimungkaikan), perforasi dengan coiled tubing (bila electric wireline tidak dapat melakukannya) atau production logging dengan coiled tubing (bila electric wireline atau wireline slickline unit tidak dapat digunakan). ANTARA NEWSCara menggunakan indikator adx ADX atau Average Directional Index Movement yaitu sebuah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan trend .Sehingga dapat digunakan untuk mengukur apakah pasar sedang side way atau mau membentuk trend baru. Garis ADX tergambar bersama dua garis yang disebut dengan Directional Movement Indicators (DMI). Dan ADX sendiri adalah rata-rata dari kedua garis tersebut. Garis yang pertama disebut garis D, yang agak kuat atau lemah uptrend dalam pasar. Yang garis yang kedua disebut garis D, yang agak kritis atau lemah downtrend. Sementara garis ADX merupakan gabungan dari D dan D, namun tidak menunjukkan apakah pasar sedang uptrend atau downtrend, hanya kekuatan dari tren keseluruhan. Sekali lagi perlu disadari bah ADX tidak menunjukkan arah tren. Cara membacanya adalah. 1. Jika garis ADX semakin naik maka semakin besar sebuah tren yang semakin besar sehingga pasar kemungkinan besar bergerak lebih lanjut searah.Seperti ini. 2. Suatu saat kekuatan trend mencapai puncaknya .Saat kekuatannya semakin menebar, maka diikuti oleh pembalikan arah trend. Seperti ini. Sebagian besar pembalikan kekuatan pelemahan kekuatan tren arahnya pendek. 3. Bila garis ADX relatif mendatar dan penting menurun. Grafik relatif datar dan sulit diprediksi. Inilah saat yang disarankan untuk menghindari pembukaan posisi. Mungkin kita pernah mendengar jika ADX nya di bawah 20 maka trennya sangat lemah. Dan saat diatas 40 trend sangat kuat.Pendapat seperti ini memang benar tapi hanya dari satu sisi. Yang sebenarnya adalah ADX yang ditentukan oleh periode yang digunakan.Jadi patokan ADX tidak berlaku pada semua periode. Parameter periode default ADX adalah 20. Namun untuk menghasilkan sinyal yang lebih akurat kita bisa merubah parameternya menjadi 5. Selain sebagai pengukur kekuatan trend indikator ini juga berfungsi sebagai pemberi signal. Jenis sinyal dari ADX. 1. Crossing garis D dan -D Bila garis Dotongan garis -D dari bawah, grafik selanjutnya akan naik .Begitu juga sebaliknya kapan garis Dding garis -D dari atas, grafik akan menurun.Contohnya. Namun ini hanya efektif jika dibarengi dengan peningkatan kekuatan (murahnya garis ADX). Dengan adanya perubahan arah dengan adanya tenaga yang semakin kuat maka perubahan arah ini akan terus. Seperti ini 2. Menyentuh Area jenuh Bila garis D kurang dari 2 dan nilai garis ADX diatas 60. grafik akan balik arah naik. Bila garis -D dibawah bawah garis ADX diatas 60, grafik akan balik arah turun. Entry pointnya adalah pada saat garis D atau -D baru memantul. Itulah salah satu cara menggunakan indikator ADX. Semoga bisa menambah wawasan cara analisa forex anda. Untuk mendapatkan sinyal forex yang lebih baik dengan cara menggunakan ADX anda bisa mengatur periodenya sehingga bisa lebih cocok dengan jangka waktu trading anda dan gaya trading anda. indikator adx cara menggunakan indikator adx cara menggunakan adx setting indikator adx menggunakan atr trading saham standar indikator adx membaca indi forex indikstor adx indikator forex untuk mengukur kekuatan trend indikator adx pada hots mirae indikator adx adalah adx teknik fx indi adx cara setting dan guna adx cara pakai advanced adx indikator cara menggunakan average directional movement index cara membaca indikator adx belajar directional movement index www indikator adx comKumpulan Judul Contoh Skripsi Akuntansi Perusahaan Judul yang kami sediakan berhubungan dengan proses akuntansi di lingkungan perusahaan ataupun dalam manajemennya. Anda dapat menghubungi kami untuk informasi lebih lanjut atau untuk pemesanan. Sistem Informasi Akuntansi Judul Contoh Skripsi Akuntansi Perusahaan SOFT COPY KODE O.16 (PDF) ANALISIS FAKTOR -FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2003-2005, 07 TAANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN KUDUS, 05 TAANALISIS TINGKAT EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL MELALUI PENDEKATAN SISTEM DU PONT PADA PT DOK DAN PERKAPALAN KODJA BAHARI CABANG SEMARANG, 05 KEMAMPUAN RASIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MEMPREDIKSI PERINGKAT OBLIGASI PERUSAHAAN MANUFAKTUR, 07 PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN TOTAL ASSETS TURN OVER TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA, 07 PENGARUH INCOME SMOOTHING (PERATAAN LABA) TERHADAP EARNING RESPONE (REAKSI PASAR) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ), 07 PEMBELIAN BAHAN BAKU SEBAGAI ALAT BANTU AUDITOR UNTUK MENENTUKAN LUAS PEMERIKSAAN PEMBELIAN BAHAN BAKU DALAM MENILAI KEWAJARAN PENYAJIAN BAHAN BAKU DI DALAM LAPORAN KEUAN GAN (STUDI KASUS DI PT 8220X8221 BANDUNG), 01 PEMERIKSAAN OPERASIONAL ATAS AKTIVITAS PENJULAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENJUALAN (STUDI KASUS PADA PT AFIAT), 01 PENGARUH PENGGUNAAN METODE-METODE PENILAIAN PERSEDIAAN DALAM KAITANNYA DENGAN PEROLEHAN LABA BERSIH PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN 8220S8221 BANDUNG), 01 PENILAIAN KEANDALAN PENGENDALIAN INTERN ATAS PENJUALAN SEBAGAI ALAT BANTU BAGI AUDITOR DI DALAM MENENTUKAN LUAS PEMERIKSAAN ATAS KEWAJARAN PENYAJIAN REKENING PENJUALAN PADA LAPORAN KEUANGAN (SUATU STUDI DI PT 8220X8221 PADALARANG), 01 PERANAN AUDITOR INTERNAL DALAM MEMBERIKAN NILAI TAMBAH BAGI PENINGKATAN PELAYANAN JASA RAWAT INAP (STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT SANTO YUSUP), 01 PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE PENYUSUTAN GARIS LURUS DAN METODE PENYUSUTAN SALDO MENURUN GANDA ATAS AKTIVA (MESIN) DALAM KAITANNYA DENGAN NILAI LABA PERUSAHAAN (SUATU KASUS PADA CV. DKA BANDUNG), 01 ANALISIS STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP SISTEM PEMBERIAN DAN PENGEMBALIAN KREDIT PADA BANK KALBAR, 05 EFISIENSI DAN KEEFEKTIVAN PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN DAN EVALUASI KINERJA MANAJEMEN (Studi Kasus. PT PERKEBUNAN NUSANTARA V), 06 HUBUNGAN ANTARA BIAYA TRANSAKSI DAN POST EARNINGS ANNOUNCEMENT DRIFT. STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ, 06 ANALISA PENGARUH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP CAPITAL GAIN DAN DEVIDEN PADA PERUSAHAAN NON MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA, 05 ANALISIS DAMPAK PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP RETURN SAHAM DAN LIKUIDITAS SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA, 06 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UNDERPRICING SAHAM PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BEJ (2000-2002), 04 ANALISIS PERBANDINGAN RESIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN REKSA DANA SYARIAH DAN REKSA DANA KONVENSIONAL, 06 DAMPAK PENGUMUMAN BOND RATING TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2003 8211 2006, 06 DAMPAK PENGUMUMAN BOND RATING TERHADAP RETURN SAHAM STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2001-2005, 05 PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI ANGGARAN DENGAN SENJANGAN ANGGARAN (STUDI KASUS PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA), 06 PEN GARUH DIVIDEN PAYOUT RATIO (DPR), EARNING PER SHARE (EPS) DAN KURS DOLLAR TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ, 06 PERSEPSI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SERANG TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH, 06 KEMAMPUAN RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA, 05 ANALISA PENGARUH PENILAIAN KINERJA TERHADAP RATE OF RETURN PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45, 06 ANALISA PERBANDINGAN ALIRAN KAS PT AQUA GOLDEN MISSISSIPPI Tbk SEBELUM DAN SELAMA KRISIS MONETER, 07 ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STOCK SPLIT, 07 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIVIDEN PER SHARE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA, 06 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA, 06 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICED DI BURSA EFEK JAKARTA, 06 ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH STOCK SPLIT DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2003-2005, 06 ANALISIS NET INITIAL RETURN STUDI KASUS PADA PENAWARAN PERDANA SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA (2001 2004), 06 ANALISIS PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN TERHADAP RETURN SAHAM, 08 ANALISIS PENGARUH RIGHT ISSUE TERHADAP DIVIDEN DAN CAPITAL GAIN PADA PERUSAHAAN YANG GO PUBLIK DI BEJ 1995-2005, 07 ANALISIS REAKSI INVESTOR TERHADAP PENGUMUMAN PENURUNAN PEMBAYARAN DIVIDEN, 07 ANALISIS REAKSI PASAR TERHADAP PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM KELOMPOK JAKARTA ISLAMIC INDEX DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2004-2005, 07 ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK DISTRIBUTION OUTLET DI KOTA YOGYAKARTA, 08 ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK SYARIAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMEL (Studi Kasus Pada PT Bank Syariah Mandiri), 06 ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEPATU CASTLE SINGOSARI-MALANG, 00 BUDGET KAS SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KAS PADA PT.PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR CABANG-MALANG, 00 MANAJE MEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SEBAGAI SALAH SATU CARA UNTUK MENAIKKAN RENTABILITAS EKONOMI PADA PT. NEON FARMA MALANG, 00 PEMERIKSAAN OPERASIONAL ATAS BAGIAN PEMBELIAN SEBAGAI ALAT BANTU UNTUK MENILAI PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELIAN (SEBUAH STUDI DI PT HERO CABANG BADRANAYA BANDUNG), 01 PEMERIKSAAN ATAS PENGELOLAAN PENJUALAN DALAM MEMBANTU MANAJEMEN MENILAI KEKUATAN DAN KELEMAHAN AKTIVITAS PENJUALAN SUATU STUDI DI HOTEL PENGHEGAR BANDUN, 01 PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL PENDATAAN INTERKONEKSI TERHADAP KEWAJARAN PENCATATAN PENDAPATAN INTERKONEKSI (STUDI KASUS PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK), 01 PENGARUH PENGGUNAAN METODE-METODE PENILAIAN PERSEDIAAN TERHADAP JUMLAH LABA PERUSAHAAN (SUATU KASUS PADA PERUSAHAAN 8220SB8221 BANDUNG), 01 PERANAN ACTIVITY-BASED MANAGEMENT DALAM PEMILIHAN PEMASOK DAN PENGARUHNYA TERHADAP PROFITABILITAS PT.X, 01 PERANAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN UNTUK MENGENDALIKAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN INDUSTRI PLASTIK PT.MITRA MURNI MAKMUR PASURUAN, 00 PERANAN ANGGARAN BAHAN BAKU SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU (PA DA PT. TRIDAYA INTERNUSA FOOD INDUSTRY BANDUNG), 01 PERANAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK DI MUKA DENGAN PROSEDUR JOB ORDER COSTING DAN ABC DALAM MEMBANTU MENETAPKAN HARGA JUAL PRODUK PADA PT 8220X8221, 01 EVALUASI AKUNTANSI PRAKTIK PENGHIMPUNAN DANA DAN PEMBIAYAAN DI BMT YOGYAKARTA (Studi Kasus Pada BMT Artha Mulia Insani dan BMT Al-Ikhlas Yogyakarta), 06 EVALUASI TERHADAP SISTEM KLIRING ELEKTRONIK NASIONAL, 06 FAKTOR-FAKTOR PENENTU LIKUIDITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ) TAHUN 2000-2004, 06 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ), 06 PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN TERHADAP RETURN SAHAM, 06 PENGARUH LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA DAN ASIMETRI INFORMASI TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL, 06 PENGARUH RASIO CAMEL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA BANK PENGARUH RIGHT ISSUE TERHADAP RETURN SAHAM DAN VOLUME PERDAGANGAN SAHAM PERUSAHAAN DI BURSA EFEK JAKARTA ( Periode Tahun 2000 2004 ), 07 PENGARUH TOTA L ASSET, NET INCOME, DEBT EQUITY RATIO, RETURN ON EQUITY,DAN DEVIDEND PAYOUT RATIO TERHADAP PRICE EARNING RATIO ( PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ ), 06 PENGGUNAAN INFORMASI KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI LABA DAN ARUS KAS PERUSAHAAN GO PUBLIC DI INDONESIA, 06 ANALISIS PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL DAN KURS VALUTA ASING TERHADAP RETURN SAHAM SEKTOR TELEKOMUNIKASI DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2003-2005, 07 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING PADA PERUSAHAAN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2001-2005, 07 ANALISIS PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA, 06 HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DENGAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN BIAYA (Survei Pada 5 Hotel di Kota Tasikmalaya), 06 KAJIAN PENERAPAN AKUNTANSI BIAYA PADA ANGGARAN BELANJA DAERAH KOTA SINGKAWANG, 06 KEMAMPUAN EARNINGS DAN ARUS KAS DALAM MEMPREDIKSI EARNINGS DAN ARUS KAS DI MASA YANG AKAN D ATANG (Suatu Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta), 06 PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN TERHADAP RETURN PEMEGANG SAHAM, 05 PENGARUH INSIDER OWNERSHIP, DISPERSION OF OWNERSHIP, FREE CASH FLOW, COLLATERIZABLE ASSETS, DAN TINGKAT PERTUMBUHAN TERHADAP KEBIJAKAN DEVIDEN, 06 PENGARUH KANDUNGAN INFORMASI KEUANGAN TERHADAP ABNORMAL RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG BERGERAK PADA BIDANG REAL ESTATE DAN PROPERTI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2002 2004, 06 PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN AKUNTANSI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI, 07 PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ, 07 PENGARUH PENGUMUMAN MERGER DAN AKUISISI TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN BIDDER DI BURSA EFEK JAKARTA, 06 PENGARUH RASIO-RASIO KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA (2003), 06 PERBANDINGAN KINERJ A KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN METODE EVA, ROA, DAN PENGARUHNYA TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM INDEKS LQ 45 DI BURSA EFEK JAKARTA, 06 PERSEPSI PUBLIK TERHADAP KINERJA LEMBAGA OMBUDSMAN DAERAH PROPINSI DIY DALAM PERBAIKAN PELAYANAN PUBLIK DI DIY, 06 REAKSI PASAR TERHADAP PERISTIWA STOCK SPLIT YANG TERJADI DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ), 06 RISIKO RETURN SAHAM MENGIKUTI PERUBAHAN STRUKTUR MODAL UNTUK KASUS PENGUMUMAN OBLIGASI DAN RIGHT ISSUE PADA PERUSAHAAN YANG TERCATAT DI BURSA EFEK JAKARTA (Periode Tahun 2000-2005), 07 ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP TOTAL RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN INDUATRI MANUFAKTUR YANG MEMBAGIKAN DEVIDEN DI BURSA EFEK JAKARTA, 07 VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN, 06 PENGARUH PENGALAMAN TERHADAP PENINGKATAN KEAHLIAN AUDITOR DALAM BIDANG AUDITING, 06 ANALISIS APLIKASI METODE PERHITUNGAN ZAKAT PERUSAHAAN STUDI KASUS PD. LISHA MART (SIMULASI: LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006), 07 ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENENTUAN HARGA PELAYANAN RAWAT INAP DI RSUD KARANGANYAR, 09 ANALISIS RASIO KEUANGAN YANG MEMPENGARUHI PROBABILITAS PERINGKAT OBLIGASI (STUDI PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2003-2007),07 PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE DAN INSTITUTIONAL OWNERSHIP TERHADAP FIRM VALUE (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI, PROPERTY DAN REAL ESTATE DI BEI TAHUN 2005-2007) PENGARUH KUALITAS LABA TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL DENGAN INFORMASI ASIMETRI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI EMPIRIS PADA INDUSTRI PADA MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI DENGAN MENGGUNANAKAN PATH ANALYSIS), 09 PENGARUH BIAYA KEAGENAN DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN. STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2003-2007, 09 PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE MECHANISMS TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL, 09 TAPENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PADA LIMA BADAN KREDIT KECAMATAN (BKK) DI SURAKARTA TAHUN 2008 DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO PERBANKAN DAN TINGKAT NON PERFORMING LOAN (NPL), 09 TAEVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA SURAKARTA KAS PEMBANTU SUMBER, 09 PENGAWASAN BANK INDONESIA TERHADAP TINGKAT KESEHATAN BANK DALAM RANGKA PERLINDUNGAN KEPENTINGAN NASABAH BANK PERKREDITAN RAKYAT DI SURAKARTA ANALISIS PENGARUH NET INCOME, ROA, ROE DAN STATUS KEPEMILIKAN BANK TERHADAP PROBABILITAS MAKSIMALISASI CAR PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BEI, 09 ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN HARGA SAHAM TERHADAP CASH DIVIDEND (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Periode 2005-2007 ), 09 TAEVALUASI SISTEM PENERIMAAN KAS DARI PENJUALAN EK SPOR PADA CV MUGIHARJO FURNITURE, 09 TAEVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENGELUARAN KAS DI PT. BATIK KERIS SUKOHARJO, 02 PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA PADA RSUD PANDAN ARANG KABUPATEN BOYOLALI, 09 DAMPAK PRAKTIK AKUNTANSI MISMATCHING TERHADAP PERSISTENSI EARNINGS (Perusahaan-Perusahaan Manufaktur listing di BEJ), 05 PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, LIKUIDITAS ASET DAN TANGIBILITY TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN MANUFAKTUR DALAM BIDANG FOOD AND BAVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2005-2007 DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL, 09 TASISTEM PEMBERIAN KREDIT USAHA MIKRO DAN KECIL (KUMK) PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) CABANG SURAKARTA 09 TAPENERAPAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER66PB2005 PADA PROSEDUR PENCAIRAN DANA DI KPPN SURAKARTA (STUDI KASUS PADA PENCAIRAN DANA UP, TUP, DAN GUP), 09 TAEVALUASI PENERAPAN PENENTUAN TARIF JASA SEWA KAMAR HOTEL DENGAN METODE COST PLUS PRICING PADA HOTEL SAHID JAYA SOLO TAHUN 2008, 09 MEMINIMALKAN KREDIT BERMASALAH MELALUI FUNGSI ANALIS KREDIT SEBAGAI SALAH SATU FUNGSI PENGENDALIAN INTERN (Studi Kasus Pada PT. XXX Finance Indonesia, Tbk cabang Solo), 09 RELEVANSI NILAI LABA DAN ARUS KAS: STUDI SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN (MODE CASH FLOW PATTERNS),09 REAKSI PASAR TERHADAP PENGUMUMAN STOCK SPLIT PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA, 09 TAANALISIS KINERJA PELAYANAN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN DITINJAU DARI ASPEK NON FINANSIAL PADA RUMAH SAKIT KASIH IBU TAHUN 2007 2008 09 TAEVALUASI KINERJA KEUANGAN DENGAN METODE ANALISIS RASIO PADA PT BATIK DANAR HADI SURAKARTA UNTUK TAHUN 2004, 2005, 2006, DAN 2007, 09 TAEV ALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN KAS DARI PEMBAYARAN REKENING BERJALAN PADA PT PLN (PERSERO) UPJ SUMBERLAWANG, 09 TAEVALUASI IMPLEMENTASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN AKTIVA TETAP DALAM LAPORAN KEUANGAN PD. BPR BKK KARANGMALANG, 09 TAEVALUASI SISTEM DAN PROSEDUR PEMBELIAN BAHAN BAKU STUDI KASUS DI PERCETAKAN SURYA OFFSET JEBRES SURAKARTA, 09 TAANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA KPPN SURAKARTA TAHUN ANGGARAN 20062008 (analisis aset dan analisis rasio keuangan) 09 TAEVALUASI SISTEM PEMBELIAN BAHAN BAKU PADA PT. DJITOE INDONESIAN TOBACCO COY SURAKARTA,09 TA-EVALUASI SISTEM PEMBERIAN KREDIT BAGI NASABAH BARU PADA PT. BPR SUKADANA SURAKARTA, 09 PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN KOMISARIS TERHADAP PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL (STUDI PADA PERBANKAN SYARIAH DI ASIA), 09 PERBEDAAN PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI MENGENAI PROFESI AKUNTAN (survei pada Fakultas Ekonomi UNS tahun 2009),09 PERSISTENSI LABA, AKRUAL, ALIRAN KAS DAN BOOKTAX DIFFERENCES (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia), 09 TAANALISIS SISTEM PENGGAJIAN PADA PMI CABANG SURAKARTA, 09 TARANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS SEDERHANA PADA USAHA JASA GILANG RAMADHAN STUDIO DRUMMER SOLO,09 ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN PESERTA DAN NON PESERTA CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX (CGPI), 09 PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, CORPORATE GOVERNANCE PERCEPTION INDEX, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KUALITAS AKRUAL,09 TAEVALUASI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE JOB ORDER COSTING PADA PERUSAHAAN LOGAM JAYA, 09 ANALISA PENGARUH KEPEMILIK AN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DAN KEBIJAKAN HUTANG, 09 PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, LIKUIDITAS ASET DAN TANGIBILITY TERHADAP STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN MANUFAKTUR DALAM BIDANG FOOD AND BAVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2005-2007 DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL, 09 PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN KOMISARIS, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEPEMILIKAN ASING, DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA, 09 REAKSI PASAR TERHADAP PENGUMUMAN STOCK SPLIT PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA 09 TA-SISTEM PEMBERIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR) SUBSIDI PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (Persero) CABANG SURAKARTA, 09 TAANALISIS ARUS KAS LABORATORIUM KOMPUTER K-MEDIA TEHNIK ARSITEKTUR UNS, 05 TAPENENTUAN NILAI DAN PENGHAPUSAN ATAS PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF (PPAP) PADA PD. BPR BKK BOYOLALI KOTA CABANG SAWIT KABUPATEN BOYOLALI, 09 TAEVALUASI METODA PENGAKUAN PENDAPATAN PADA CV CIPTA GRAHA SELARAS, 09 TAEVALUASI ANGGARAN PENJUALAN DITINJAU DARI BERBAGAI METODE PERAMALAN PADA HOTEL SAHID RAYA SOLO, 03 TAEVALUASI SISTEM PEMBERIAN KREDIT SAMPAI PENYELESAIAN KREDIT PADA KOPERASI SERBA USAHA (KSU) RUKUN SAYUR TAWANGMANGU, 09 PENGARUH ASIMETRI INFORMASI DAN KUALITAS AUDITOR TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN YANG BERGERAK DI SEKTOR KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI, 09 PENGARUH LIKUIDITAS, STRUKTUR MODAL, PROFITABILITAS, RASIO SAHAM PUBLIK DAN TIPE KEPEMILIKAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN SUKARELA DALAM LAPORAN TAHUNAN (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2007), 09 TAANALISIS VARIANS PENDAPATAN RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. MOEWAR DI TAHUN ANGGARAN 2002-2004, 05 TAANALISIS VARIANS PENDAPATAN RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN PADA RSUD KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN ANGGARAN 2001-2004, 05 REAKSI PASAR TERHADAP PENGUMUMAN PERGANTIAN CHIEF EXECUTIVE OFFICER (CEO) DIUKUR DENGAN ABNORMAL VOLUME, 09 PENGARUH EARNINGS MANAGEMENT DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI 09 PENGARUH PRAKTIK PERATAAN LABA TERHADAP COST OF EQUITY CAPITAL (Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI), 09 TAANALISIS RASIO UNTUK MENILAI KINERJA KOPERASI PRIMKOPTI KLATEN, 03 TAEVALUASI PENGENDALIAN INTERN SISTEM PENGGAJIAN PADA DINAS PERDAGANGAN DAN PENGELOLAAN PASAR KABUPATEN NGAWI, 09 TAEVALUASI PENYUSUNAN ANGGARAN PENJUALAN PADA DIVISI PERCETAKAN DAN PENERBITAN PD ANINDYA YOGYAKARTA AHUN 2004, 05 TAEVALUASI SISTEM PENERIMAAN KAS DARI SAMBUNGAN BARUDAN TAGIHAN REKENING AIR PELANGGAN PADA PDAM KABUPATEN SRAGEN, 09 REAKSI PASAR TERHADAP PENGUMUMAN PERGANTIAN CHIEF EXECUTIVE OFFICER (CEO) DIUKUR DENGAN VARIABILITAS RETURN SAHAM, 09 EVALUASI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PEMBUATAN TAHU FAJAR DI JUMANTONO, 09 EVALUASI SISTEM PEMBERIAN KREDIT PADA PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT BADAN KREDIT DESA KABUPATEN KARANGANYAR CABANG GROMPOL, 09 PREDIKSI RASIO KEUANGAN TERHADAP KONDISI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN PROPERTY YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA, 09 PERSEPSI AKUNTAN PENDIDIK DAN PENGGUNA JASA AKUNTAN (PERUSAHAAN SWASTA) TERHADAP KUALIFIKASI ENTRY LEVEL ACCOUNTANT,05 TA EVALUASI SISTEM PEMBELIAN BAHAN BAKU RAYON PADA PT KUSUMAPUTRA SANTOSA KAB.KARANGANYAR, 09 INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE: STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA,07 PENGARUH DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP BELANJA DAERAH BIDANG PENDIDIKAN PADA KABUPATENKOTA DI SULAWESI, 09 HUBUNGAN ANTARA KINERJA SOSIAL DAN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN UKURAN PERUSAHAAN, RISIKO MANAJEMEN DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL,05 TAEVALUASI SISTEM PEMBERIAN SAMPAI DENGAN PELUNASAN KREDIT PADA PD BPR BKD KABUPATEN KARANGANYAR, 09 ANALISIS PENGARUH ROCE DAN CSE TERHADAP RESIDUAL EARNINGS (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR FOOD AND BEVERAGE di BEI), 09 CRITICAL REVIEW TERHADAP ARTIKEL BERJUDUL 8220AN ANALYSIS OF THE DEMAND FOR REPORTING ON INTERNAL CONTROL8221,03 CRITICAL REVIEW TERHADAP ARTIKEL DENGAN JUDUL 8220MANAGEMENT ACCOUNTING AND CONTROL SYSTEM CHANGES IN A PUBLIC SECTOR CONTEXT: A CASE STUDY8221 HASIL PENELITIAN UMESH SHARMAN,04 PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG, KEBIJAKAN INVESTASI, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 20032007, 09 MOTIVASI DAN DAMPAK GAYA KEPEMIMPINAN DALAM HUBUNGAN PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN KINERJA MANAJERIAL (Studi Kasus di Kab. Karanganyar), 03 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN MATERIAL PADA PT. PLN (PERSERO) AREA PELAYANAN DAN JARINGAN SURAKARTA, 05 TAEVALUASI SISTEM DAN PROSEDUR PENJUALAN EKSPOR PADA PT. MONDRIAN,09 TAEVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN KAS DARI RAWAT INAP PADA PUSKESMAS SAMBIREJO,05 PEMAHAMAN STAFF INSTANSI DAERAH DAN MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN. (STUDI KOMPARATIF ANTARA MAHASISWA AKUNTANSI DAN STAFF INSTANSI DAERAH) ANALISIS KOMPARATIF LAPORAN ARUS KAS PADA PT. (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA II CABANG CIREBON PERIODE 2000-2002 ANALISIS PENGGUNAAN Z-SCORE ALTMAN UNTUK MENILAI POTENSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA PRAKTIK AKUNTANSI KEUANGAN SEBAGAI DASAR PENENTUAN LABARUGI PADA PERUSAHAAN PERDAGANGAN (SURVAI DI SURAKARTA) PERSEPSI AKUNTAN PENDIDIKAN DAN AKUNTAN PUBLIK TERHADAP KUALITAS AKUNTAN MENGHADAPI TUNTUTAN PROFESIONALISME DI ERA GLOBALISASI,03 PERSEPSI PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN, AUDITOR, AKUNTAN PENDIDIK, DAN MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP EXPECTATION GAP (DALAM ISU AUDITOR DAN PROSES AUDIT, PERAN AUDITOR, SERTA KOMPETENSI DAN INDEPENDENSI) MINAT MAHASISWA AKUNTANSI DALAM MENGIKUTI PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPA) DITINJAU DARI GENDER DAN STATUS AKREDITASI PROGRAM STUDI MANFAAT RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA KEMAMPUAN EARNINGS DAN ARUS KAS DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS MASA DEPAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN IN TERN PADA PEMBELIAN BAHAN BAKU CV. SUKA LENTERA ABADI BANYUDONO BOYOLALI EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS (STUDI KASUS PT (PERSERO) ANGKASA PURA I BANDAR UDARA ADI SUCIPTO YOGYAKARTA) EVALUASI KETEPATAN PENENTUAN TARIF SEWA BED PER HARI PADA RUMAH SAKIT NIRMALA SURI SUKOHARJO TAEVALUASI KETEPATAN PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE HARGA POKOK PESANAN PADA J8217ROT GALERY KLATEN,05 ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI POTENSI KEBANGKRUTAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN GO PUBLIK DI INDONESIA ANALISIS PENGARUH TINGKAT INFLASI, NILAI KURS RUPIAH, SUKU BUNGA SBI DAN CADANGAN DEVISA TERHADAP PELARIAN MODAL DI INDONESIA (1986:I 8211 2004:IV) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PASCA KEPUTUSAN BAPEPAM NOMOR: KEP-36PM2003 (Studi Empiris: Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ), 06 ANALISIS LAPORAN LABA RUGI DEPARTEMEN KAMAR PADA BORNEO INTERNATIONAL HOTEL DI SAMARINDA, 08 ANALISA PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA, 03 METODE PENGUKURAN DAN PENGAKUAN REKENING-REKENING LAPORAN KEUANGAN UNTUK PENGHITUNGAN ZAKAT MAL PERUSAHAAN STUDI KASUS CV. ADI KOMUNIKA ENTERPRIS, 07 ANALISIS PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN TERHADAP RETURN SAHAM, 08 PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENILAIAN KINERJA PADA BADAN USAHA BERBENTUK RUMAH SAKIT (Studi Kasusu Pada Rumah Sakit Kristen Tayu Pati), 06 PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE) DA EARNING PER SHARE (EPS) PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA, 08 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETEPATAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA, 08 PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENGUKURAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JENDERAL AHMAD YANI KOTA METRO LAMPUNG, 08 PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE) DAN EARNING PER SHARE (EPS) PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA, 08 PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENENTUAN HARGA POKOK SEWA KAMA R DI HOTEL SAHID RAYA SOLO PENGARUH TINDAKAN SUPERVISI TERHADAP PROFESIONALISME AKUNTAN PUBLIK YUNIOR DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERATING ANALISIS PENGARUH TINGKAT INFLASI, NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA, PRODUK DOMESTIK BRUTO, DAN SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA TERHADAP JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) DI BURSA EFEK JAKARTA ANALISIS RASIO ARUS KLAS SEBAGAI PEMBEDA ANTARA BANK BANGKRUT DAN NON BANGKRUT YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA EVALUASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PADA PT.MUTU GADING TEKSTIL KARANGANYAR EVALUASI SISTEM PENYALURAN MODAL KREDIT PADA LEMBAGA KEUANGAN PASAR DINAS PERINDAGKOP DAN UKM KABUPATEN SRAGEN ANALISIS KELAYAKAN PEREMAJAAN ARMADA BUS (STUDI KASUS KOPERASI ANGKUTAN KOTA KOBUTRI YOGYAKARTA) PROFIL PRODUK SIMPANAN 8211 PINJAMAN KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) DAN BAITUL MAAL WA TAMWIL (BMT) DI WILAYAH SURAKARTA TAHUN 2006 EVALUASI SISTEM PEMBERIAN KREDIT DARI DANA PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMARAN (PPK) KECAMATAN GABUS KABUPA TEN GROBOGAN ANALISIS PENGGUNAAN Z-SCORE ALTMAN UNTUK MENILAI POTENSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 1995-2002 STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN SISTEM PEMROSESAN DATA ELEKTRONIK PADA PT AIR MANCUR PALUR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN INDUSTRI CONSUMER GOODS PERDASAR ANALISIS RASIO PERIODE TAHUN 1999-2001 KEMUNGKINAN PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALTERNATIF PENGUKURAN KINERJA PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KABUPATEN KARANGANYAR HUBUNGAN TINGKAT PERPUTARAN KAS DAN PIUTANG DENGAN RENTABILITAS EKONOMI PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI) PENI DI KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI TAHUN 2001-2005 KEMAMPUAN INFORMASI KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI LABA DAN ARUS KAS DI PASAR MODAL PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR PERTAMBANGAN DAN OTOMOTIF DI I NDONESIA REAKSI PASAR TERHADAP PENGUMUMAN STOCK SPLIT DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR KELOMPOK INDUSTRI DAN UKURAN PERUSAHAAN (FIRM SIZE) ANALISIS OPTIMALITAS BIAYA KUALITAS APLIKASI MODEL. HANSEN DAN MOWEN (STUDY KASUS PT. BATIK DANAR HADI SURAKARTA). ANALISIS REAKSI PASAR TERHADAP PENGUMUMAN PERGANTIAN CEO DILIHAT DARI ABNORMAL RETURN SAHAM EVALUASI KINERJA PERBANKAN SEBELUM DAN SESUDAH OTONOMI DAERAH PENGARUH FAKTOR PERSONALITY DAN COMPUTER TRAINING TERHADAP KEAHLIAN DALAM MENGGUNAKAN KOMPUTER PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA TINGKAT KEPATUHAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTA DI INDONESIA TERHAEDAP PP NOMOR 24 TAHUN 2005 DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN TOTAL AKTIVA, 08 ANALISA PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED (EVA), NET OPERATING PROFIT AFTER TAX (NOPAT), DAN CASH FLOW OPERATIONS (CFO) TERHADAP RETURN DAN ABNORMAL RETURN (PENELITIAN EMPIRIS DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2000-2003), 08 PENGARUH PENGUMUMAN AKUISISI TERHADAP RETURN PEMEGANG SAHAM PERUSAHAAN PENGAKUISISI, 08 PEMETAAN TINGKAT PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORTING BERDASARKAN GLOBAL REPORTING INITIATIVES 2006 PADA LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR TAHUN 2005 DAN HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA PERUSAHAAN, 08 ANALISA PENYUSUNAN NERACA PEMKAB DI INDONESIA BERDASARKAN PP NOMOR 24 TAHUN 2005 (STUDI KASUS: NERACA PEMKAB MERAUKE), 08 ANALISA HUBUNGAN PENGUNGKAPAN CORPORATE GOVERNANCE DAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY. STUDI KASUS PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA, 08 PENGARUH PENERAPAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PROFITABILITAS DAN KINERJA PASAR, 08 PENGARUH PROFITABILITAS, DIVIDEND YIELD, LIKUIDITAS, DAN RETURN SAHAM TERHADAP BESARNYA PEMBAGIAN DIVIDEN: STUDI ATAS PERUSAHAAN DALAM INDEKS LQ 45 PERIODE 2004-2006, 08 ANALISIS HUBUNGAN VALUE BASED MANAGEMENT DENGAN CORPORATE SOCIAL REPONSIBILITY DALAM IKLIM BISNIS INDONESIA (STUDI KASUS: PERUSAHAAN SWA100 2006), 08 ANALISIS PENILAIAN KINERJA REKSADANA SYARIAH CAMPURAN MENGGUNAKAN RISK-ADJUSTED RETURN METHOD: STUDI KOMPARASI INDONESIA DAN MALAYSIA (PERIODE NOVEMBER 2004-MEI 2007), 08 HUBUNGAN ANTARA KINERJA LINGKUNGAN, PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN DAN KINERJA EKONOMI (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2004-2006), 08 HUBUNGAN RASIO KEUANGAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN ARUS KAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM DAN TAHUNAN TERHADAP ABNORMAL RETURN SAHAM (STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR D I BURSA EFEK INDONEISA TAHUN 2002-2006), 08 PEMBEBANAN OVERHEAD COST DI UI PADA MASA UI-BHMN DAN KEMUNGKINAN PENERAPAN MODEL ACTIVITY BASED COSTING, 09 REAKSI HARGA SAHAM PADA SAAT PENERBITAN OBLIGASI (STUDI EMPIRIS DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2003-2008), 08 ANALISIS DAN DESAIN SISTEM INFORMASI UNTUK PENERAPAN KNOW YOUR CUSTOMER PRINCIPLES STUDI KASUS PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), 09 ANALISIS PENGENDALIAN INTERNAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SIKLUS KONVERSI PRODUK PADA PT. LG PHILIPS DISPLAYS INDONESIA, 07 PERHIHTUNGAN BIAYA PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM JOB ORDER COSTING PADA PERUSAHAAN GARMEN STUDI KASUS PADA PT. SBC, 07 HUBUNGAN PENERAPAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA (PRICE TO BOOK VALUE DAN PRICE TO SALES RATIO), 07 PENGARUH CORPORATE SOCIAL REPORTING TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN, 07 ANALYSIS OF ACCRUAL, CASH FLOW, NET INCOME, DEVIDEND AND PRICE TO BOOK VALUE TOWAR COMPANIE ABNORMAL RETURN IN MANUFACTURING SECTOR OF BURSA EFEK JAKARTA (2003-2005), 07 PELAKSANAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSBIBILITY PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN HIGH-PROFILE DAN LOW-PROFILE YANG LISTED DI BEI TAHUN 2004, 07 PERBANDINGAN KEMAMPUAN RUMUSAN RESIDUAL INCOME VALUATION MODEL DIVIDEND DISCOUNT MODEL, DAN FREE CASH FLOW TO EQUITY DISCOUNT MODEL DALAM MENJELASKAN HARGA SAHAM DI BURSA EFEK JAKARTA, 07 PENGARUH PENERAPAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KEMUNGKINAN PERUSAHAAN MENGALAMI FINANCIAL DISTRESS, 07 ANALISIS TINGKAT PENGUNGKAPAN SUKARELA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERCATAT DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2005, 07 PENERAPAN SISTEM BIAYA STANDARD PT. ISI, 07 ANALISA PENERAPAN CORPORATE GOVERNANCE PADA BUMN: STUDI KASUS PADA PT. KAWASAN BERIKAT NUSANTARA, 07 PENGARUH KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP FUTURE ABNORMAL RETURN DAN FUTURE PROFITABILITY: PERSPEKTIF DIVIDEND SIGNALLING THEORY, 09 ELECTRONIC DISCLOSURE PERUSAHAAN-PERUSAHAAN TERCATAT DI BURSA EFEK JAKARTA, STUDI KASUS PADA EMITEN LQ45, 07 ANALISA PENGARUH PERUBAHAN VOLATILITAS TERHADAP IMBAL HASIL SAHAM: STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ 1997-2005,07 ANALISA PENERAPAN BALANCED SCORECARD DI PT. SERVEYOR INDONESIA (ANALYSIS ON THE BALANCED SCORECARD IMPLEMENTATION IN PT SURVEYOR INDONESIA), 07 ANALISIS EKSISTENSI KONSERVATISME AKUNTANSI SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DI INDONESIA, 09 HUBUNGAN KANDUNGAN INFORMASI PENDAPATAN BUNGA BERSIH, KOMPONEN ARUS KAS, DAN PENGUNGKAPAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP EXPECTED RETURN SAHAM PERBANKAN (STUDI PADA INDUSTRI PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2002-2006), 08 PENGARUH TAHAPAN SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN TERHADAP RELEVANSI NILAI INFORMASI LABA DAN ARUS KAS, 07 EVALUASI PENGENDALIAN INTERNAL SIKLUS PENDAPATAN: STUDI KASUS PADA DIKLAT KHUSUS PERKAPALAN PERTAMINA, 07 RELEVANSI RASIO KEUANGAN DENGAN HARGA SAHAM, 07 RASIO KEUANGAN SEBAGAI PREDIKTOR KESULITAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG TERCATAT DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ), 07 IMPLIKASI PENERAPAN PSAK 50 DAN PSAK 55 REVISI 2006 PADA INSTITUSI PERBANKAN: SEBUAH STUDI LITERATUR, 07 ANALISIS PENGARUH RASIO PROFITABILITAS, HUTANG, DAN LIKUIDI TAS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PERUSAHAAN, 07 ANALISIS PROSES PENYUSUNAN DAN EVALUASI AGGARAN OADA ORGANISASI NIRLABA STUDI KASUS PADA WORLD WIDE FUND (WWF) INDONESIA DAN WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA (WALHI), 07 ECONOMIC ANALYSIS OF INFORMATION TECHNOLOGY IMPLEMENTASI. A CASE STUDY IN A STATE-OWNED BANK, 07 CORPORATE SOCIAL REPONSIBILITY FROM A FIRM8217S PERSPECTIVE: A CASE STUDY AT PT. UNILEVER INDONESIA Tbk, 08 ANALISIS ATAS MANAJEMEN ASET TETAP DAN PENERAPAN SISTEM AKUNTABSI BARANG MILIK NEGARA PADA RUMAH SAKIT BERSTATUS BLU: STUDI KASUS PADA RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO, 09 ANALISIS HUBUNGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DAN PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA), 08 ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PROGRAM KEMITRAAN BADAN USAHA MILIK NEGARA SEBAGAI WUJUD TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN, 08 EVALUASI STRATEGI PENERAPAN AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL PADA LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH MENGGUNAKAN MODEL KEBUTUHAN DASAR, 08 ANALISIS PERBEDAAN KINERJA PERUSAHAAN SEBELUM DAN SETELAH PENERBITAN OBLIGASI SYARIAH IJARAH DI INDONESIA PERIODE PENELITIAN 2003-2007, 08 PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEND TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI,09 ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM DAN KONSENTRASI KEPEMILIKAN TERHADAP STRUKTUR MODAOL SERTA DAMPAKNYA KEPADA KINERJA KAUANGAN PERUSAHAAN: STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2003 SAMPAI 2007, 09 ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, OPINI AUD IT, UKURAN, KAP, DAN JENIS INDUSTRI TERHADAP AUDIT LAG PADA PERUSAHAAN PUBLIK YANG TERDAFTARA DI BEI: INDUSTRI MANUFAKTUR DAN PERBANKAN, 09 ANALISIS PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP PENGUNGKAPAN SUKARELA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERHADAFTAR DI BEI TAHUN 2007), 09 DESAIN STANDARD OPERATING PROCEDURE PENJUALAN DAN PIUTANG: STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN YANG BERGERAK DI BIDANG PERHOTELAN. 09 PENGUSULAN IMPLEMENTASI ACTIVITY BASED COSTING STUDI KASUS PT GOLDEN TEMPO CLOCK INDUSTRY, 09 ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN NILAI TUKAR MATA UANG TERHADAP KINERJA BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA BERDASARKAN ANALISIS CAMELS PERIODE TAHUN 2002-2008,09 ANALISIS CAPITAL STRUCTURE DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERFORMA KEUANGAN DAN NILAI PERUSAHAAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA, 09 PENGARUH PENGANGGARAN PARTISIPATIF TERHADAP KESENJANGAN ANGGARAN DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI STUDI KASUS PADA PEMERINTAH KABUPATEN SERANG, 09 ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KPRI BINA KARYA KUDUS, 06 ANALISIS KINERJA KEUANGAN PENDEKATAN ALTMAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP HARGA SAHAM, 06 ANALISIS PENERAPAN PSAK NO 27 TENTANG AKUNTANSI KOPERASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA, 07 ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH MENGGUNAKAN PENDEKATAN LABA RUGI, 05 ANALISIS TINGKAT KEPUASAN SISWA DALAM MEMPELAJARI AKUNTANSI, 05 EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHAD AP HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN LAPORAN KEUANGAN, 06 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI, 07 KEMADIRIAN BELAJAR AKUNTANSI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2004 PADA SISWA KELAS XI-IPS, 06 KOMPARASI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN METODE KONVENSIONAL POKOK BAHASAN JURNAL, 06 PEMAHAMAN GURU TERHADAP PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PADA MATA PELAJARAN AKUNTASI, 05 PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO DAN TOTAL ASSETS TURN OVER TERHADAP PERUBAHAN LABA, 07 PENGARUH DIMENSI PROFESIONALISME AUDITOR TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS DALAM PENGARUH DISIPLIN BELAJAR, LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI, 07 PENGARUH DISIPLIN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X, 06 PENGARUH EARNING PER SHARE DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA, 05 PENGARUH EARNING PER SHARE, DIVIDEN PER SHARE DAN FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP HARGA SAHAM, 05 PENGARUH E FISIENSI MODAL KERJA TERHADAP RENTABILITAS PADA PUSAT KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA, 07 PENGARUH EFISIENSI PENGENDALIAN BIAYA DAN TINGKAT PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP RENTABILITAS EKONOMI, 07 PENGARUH MODAL SENDIRI DAN MODAL PINJAMAN TERHADAP SISA HASIL USAHA (SHU) PADA KOPERASI, 05 PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI, 07 PENGARUH PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN, MINAT DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR, 05 PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN KREDIT DAN LIKUIDITAS TERHADAP RENTABILITAS USAHA, 07 TAANALISIS BIAYA PEMASARAN DAN PROFITABILITAS BERDASARKAN JENIS PRODUK PADA PT TIRTA PERKASA, 05 TAANALISIS RENTABILITAS PADA KOPERASI SERBA USAHA KARYAWAN PEMDA KOTA SEMARANG, 05 TAPENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI THE DI PERKEBUNAN TAMBI, WONOSOBO, 06 TAPROSEDUR EVALUASI LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH OLEH KANTOR PERWAKILAN BPKP, 05 TAPROSEDUR PELAKSANAAN AUDIT OPERASIONAL TERHADAP INSTANSI PEMERINTAH PADA KANTOR PERWAKILAN BPKP, 05 TAPROSEDUR PEMBELIAN PERSEDIAAN PADA PRIMKOP POLWILTABES SEMARANG, 05 TAPROSEDUR PENANGANAN KREDIT MACET PADA PD BPR BANK PASAR PATI, 09 TASISTEM PEMBERIAN KREDIT PADA PT BPR MEKAR BUNGA NUGRAHA KLEPU, 06 TASISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN KAS PADA PD BPR BKK UNGARAN CABANG BAWEN, 07 TASISTEM PENGGAJIAN KARYAWAN PADA PDAM KABUPATEN KUDUS, 05 Judul Contoh Skripsi Akuntansi Perusahaan KODE O.05 (MS WORD) HUBUNGAN KOMPENSASI MANAJERIAL DENGAN KINERJA ORGANISASIONAL, KAJIAN EMPIRIS PADA PERUSAHAAN BERTIPOLOGI PROSPEKTOR DAN DEFENDER, 05 PENERAPAN PSAK NO 59 PADA BMT BINA KARTIKA DI BONDOWOSO ANALISIS EFISIENSI BIAYA TRANSPORTASI BAHAN BAKU (Studi Kasus Pada PGPS Madu Baru PT. Di Kabupaten Bantul Yogyakarta), 99 ANALISA PENENTUAN TARIF KAMAR RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT ISLAM HIDAYATULLAH YOGYAKARTA, 05 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICED SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2002-2006 ANALISIS KINERJA REKSA DANA SAHAM DAN REKSA DANA PENDAPATAN TETAP SEBELUM DAN SETELAH TERJADINYA KRISIS REDEMPTION TAHUN 2005 DI BURSA EFEK INDONESIA ANALISIS PENGARUH CURRENT RATION, RETURN ON INVERTMEN, DAN EARNING PER SHARE TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUBAHAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA STUDI KOMPARASI MENGENAI INVESTASI DANA ASURANSI BERDASARKAN SISTEM BUNGA DAN BERDASARKAN SISTEM MUDHARABAH DI PT. ASURANSI UMUM DAN SYARIAH TRIPAKARTA JAKARTA PENGARUH AKRUAL KELOLAAN DAN GROWTH TERHADAP PROFIBILITAS MASA DEPAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA TAHUN 2005-2007 PENGARUH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP KINERJA SAHAM DAN LIKUIDITAS SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA PERSEPSI MANAJEMEN BADAN USAHA MILIK NEGARADAERAH DAN BADAN USAHA MILIK SWASTA DI JAWA TIMUR TERHADAP MANAGEMENT AUDIT SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENCEGAH DAN MENDETEKSI KECURANGAN PADA FUNGSI PEMBELIAN, 05 PERANAN PERILAKU SOSIAL PT X SEBAGAI BENTUK PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP LINGKUNGAN SEKITARNYA, 06 ANALISIS PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN SUKOHARJO, 07 PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI FLOORING PADA PT RIMBA KARYA RAYATAMA DI SAMARINDA, 03 PENGARUH MOTIVASI, METODE PEMBELAJARAN DAN LINGKUNGAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PADA SISWA KELAS XI ILMU SOSIAL SMA NEGERI 1 KARANGANOM KLATEN, 07 PERANAN CONTROLLER DALAM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PENJUALAN PADA PT. UNITED TRACTORS TBK PENDAPATAN BAGI HASIL DAN PERLAKUAN AKUNTANSINYA PADA BANK SYARIAH (Studi Kasus pada PT Bank Muamalat Indonesia Cabang Malang) ,07 ANALISA PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA, 03 PENGARUH TINGKAT DEBT FINANCING DAN EQUITY FINANCING TERHADAP PROFIT EXPENSE RATIO PERBANKAN SYARIAH, 05 PENGETAHUAN KONSUMEN (CONSUMER KNOWLEDGE) MENGENAI PERBANKAN SYARIAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI NASABAH PADA PT BANK SYARIAH MANDIRI TBK CABANG BANDUNG. TA-PEMBANGUNAN APLIKASI PERANGKAT LUNAK AKUNTANSI REALISASI ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH TINGKAT II (KABUPATENKOTA) ,08 TA-ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS KINERJA KEUANGAN UNIT RAWAT INAP RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE 2000-2002, 03 Judul Contoh Skripsi Akuntansi Perusahaan HARD COPY KODE E-1 ANALISIS KEBUTUHAN MODAL KERJA METODE ALIRAN KASA DALAM MENCAPAI EFISIENSI KEBUTUHAN MODAL KERJA PADA PT. INDOSUBUR PLUS SIDOARJO 98 ALTERNATIF SUMBER DANA YANG TEPAT UNTUK MEMBIAYAI EKSPANSI-EKSPANSI DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN TEGEL DAN PAVING STONE INDAH CEMERLANG MALANG 98 PERANAN BUDGET SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN DAN PENGAWASAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TERHADAP KEGIATAN PRODUKSI PADA CV. SETIA KAWAN TULUNG AGUNG 00 PERANAN BUDGET SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN DAN PENGAWASAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TERHADAP KEGIATAN PRODUKSI PADA CV. SETIA KAWAN TULUNG AGUNG 00 EVALUASI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DI PT. FIF CABANG KEDIRI STUDI KASUS ATAS PENERAPAN COMPUTERISEN MIS 00 SEWA GUNA USAHA SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF SUMBER PEMBELANJAAN AKTIVA TETAP PADA PERUSAHAAN TEGEL BATACO DAN PAVING STONE INDAH CEMERLANG MALANG 99 TELAAH FINANCIAL DISTRESS MODAL ZMIJEWSKI (ASWRE) OHSLON (Y SCOZE) DAN ACMAN (ZSCVES) UNTUK MENILAI PROSPEK MASING-MASING PERUSAHAAN PADA KELOMPOK INDUSTRI FARMASI 01 ANALISIS PENGOPTIMALISASIKAN PRODUK DENGAN MNGGUNAKAN PENEREPAN THEORY OF CONSTRAINTS UNTUK PERENCANAAN JANGKA PENDEK 99 EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PIUTANG SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN PROPERTI PT. BUMI NUSANTARA MEGAH MALANG 98 PERLAKUAN AKUNTANSI LEASING DALAM PERJANJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PT. FERDI DISUMPUT DRIRAREJA GRESIK 98 PENGENDALIN PIUTANG SEBAGAI USAHA MENINGKATKAN LIKUIDITAS PERUSAHAAN PADA PABRIK TEGEL BETON DAN SANITAR CV. INDUSTRY KEDIRI 98 EVALUASI REALISASI ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PERUSAHAN ROL KARET PT. RABBIT KARANG SINGOSARI MALANG 98 PENERAPAN AKUNTANSI DANA PENSIUN DAN PENJANJIANNYA DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA PT. PG KREBET BARU BULULAWANG MALANG 98 PERENCANAAN KAS YANG EFEKTIF UNTUK MEMPERTAHANKAN LIKUIDITAS DAN RENTABILITAS PERUSAHAAN BATIK MADE SUTA SIANTAR BALI 98 PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP SAPI PERAH PADA KOPERASI SETIA KAWAN NONGKO JAJAR KAB. PASURUAN 03 ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN UNTUK MENILAI PRESTASI MANAJER PRODUKSI PADA LEBERCOM PERKSA PROBOLINGGO 01 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI PRESTASI BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK GRINDO MADIUN 98 ANALISIS PORTOFOLIO DALAM UPAYA MEMINIMALISASI TINGKAT RESIKO SEBAGAI DASAR PERTIMBANGAN INVESTASI SAHAM PADA PT. BES 98 PELAKSANAAN ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH PADA PEMERINTAH DAERAH TINGKAT II KABUPATEN LUMAJANG 97 ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA DEPARTEMENT PRODUKSI PADA PERUSAHAAN PAPER CHEMICALS PT. INDOPIKRI CO GRESIK 98 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA DEPARTEMENT PRODUKSI DI PT. PANCA MITRA ICHIGOJAYA MALANG 98 MASALAH AKUNTANSI PERTAMBAHAN NILAI SEBAB ALAMIAH (ACCELERATION) ATAS PROSES PENGGEMUKAN SAPI POTONG N MARJUKI MAGETAN 98 ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI PENILAIAN KINERJA BAGIAN PRODUK PADA PT. COCA COLA TIRTAGUNA BOTTLING COMPANY PANDAAN 99 PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN SEPATU PT. KASINDO INDAH SIDOARJO 99 EFEKTIVITAS PENGENDALIAN PIUTANG DAGANG DALAM USAHA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA UNIT PERTOKOAN KPRI GOTONG ROYONG DI GONDANG TULUNG AGUNG 99 MANFAAT LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN DOMPET KEBLAWONG JAYA SIDOARJO EVALUASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN GUNA MENILAI PRESTASI MANAJER PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK DJAGUNG PRIMA MALANG 04 PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS BIAYA TANAMAN KERAS DAN HUBUNGAN DENGAN PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PERKEBUNAN KARANGNONGKO PT. VETERAN SRI DEWI BLITAR 98 EVALUASI PENGUKURAN PRESTASI PUSAT INVESTASI PADA DIVISI FABRIKASI PT. VARIA USAHA GRESIK 98 PENTINGNYA EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PIUTANG UNTUK MENINGKATKAN LIKUIDITAS DAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN TEPUNG TAPIOKA SUMBER REJO KANDANGAN KEDIRI 98 ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA DEPARTEMENT PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK SUKET TEKI MALANG 88 ANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN KERAMIK YANS MALANG 03 PENERAPAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DAN MENILAI PRESTASI MANAJER PADA PERUSAHAAN ROKOK INSAN KEPANJEN MALANG 98 PERANAN PENGELOLAAN PIUTANG DAGANG GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN TISSUE BASAH COOL CLEAN MALANG 98 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PENJUALAN BAGI MANAJEMEN DALAM USAHA MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PADA PERUSAHAAN ROKOK PT. BANYU BIRU MALANG 98 ANALISIS DAN PROSEDUR PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PADA KPRI BAHAGIA BLITAR 98 EVALUASI TERHADAP PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI USAHA PADA PG. KEBUN AGUNG DI MALANG 99 ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENDAPATAN DAN PENERIMAAN KAS PADA HOTEL VICTORY DI WILAYAH BATU MALANG 98 EVALUASI BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI GUNA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PRODUKSI GUNA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PRODUKSI PADA PERUSAHAAN MEUBEL CLASSIC FURNITURE JEPARA 98 ANALISA KEUNTUNGAN DAN RESIKO INVESTASI SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI PT. BES 98 ANALISIS ANGGARAN KAS YANG EFEKTIV GUNA MENGURANGI RESIKO LIKUIDITAS PERUSAHAAN KAROSERI BAK TRUK GUNUNG MAS GONDANG LEGI STUDI PADA PERUSAHAAN KAROSERI BAK TRUK GUNUNG MAS GONDANG LEGI MALANG 98 HUBUNGAN QUALITY CONTROL PELAKSANAAN DALAM MENGENDALIKAN PRODUK SUKU CADANG DI BAWAH STANDAR DI PT. KHARISMA JAYA SURABAYA 00 PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN SEPATU DAN SANDAL SABRINA MOJOKERTO 98 EVALUASI TERHADAP SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA RUMAH SAKIT UMUM TEGAL YOSO KLATEN 97 ANALISA BIAYA VOLUME LABA SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA JANGKA PADA PERUSAHAAN TEKSTIL KUSUMATEX YK 96 PENERAPAN ANALISA BIAYA VOLUME LABA DALAM KONDISI KETIDAKPASTIAN PADA PERUSAHAAN TEH GOPEK SLAWI 96 TINJAUAN ATAS ANALISA RATIO LIKUIDITAS DALAM MENGUKUR KEWAJIBAN JANGKA PENDEK STUDI KASUS PERUSAHAAN TEKSTIL PT. ADETEK DI BANDUNG 96 PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI STUDI KASUS PADA PT. TOBU INDONESIA STEEL JAKARTA 97 PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK ORGANISASI NON PROFIL STUDI KASUS PADA RD BKIK AISYIAH MUNTILAN 98 ANALISA BIAYA VOLUME LABA SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PERUSAHAAN 96 ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PERLUASAN USAHA EKSPANSI AKTIVA TETAP (MESIN KETEL) PADA P2G MADUBARU PT. DI YK 96 PENGUJIAN HUBUNGAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DALAM MEMPERTIMBANGKAN PEMBERIAN KREDIT MODAL KERJA PADA BANK BUKOPIN CABANG PALEMBANG 99 PERANAN LAPORAN KEUANGAN DALAM PEMBERIAN KREDIT MODAL KERJA PADA BANK BUMI DAYA CABANG YK 96 EVALUASI INVESTASI TAMBAHAN KENDARAAN STUDI KASUS PADA DEWATA SAKTI TOURS YK 97 ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL JASA KAMAR HOTEL STUDI KASUS PADA HOTEL SRI KENCANA DI WONOSOBO JATENG99 PENENTUAN TARIF KAMAR HOTEL STUDI KASUS PADA HOTEL BATIK YK 99 ANALISA INVESTASI PENGGANTIAN MESIN CETAK STUDI KASUS PADA PERCETAKAN LUKMAN OFFSET 98 STUDI KELAYAKAN PROYEK RENCANA INVESTASI PENAMBAHAN INSTALASI DAN JARINGAN DISTRIBUSI PDAM WONOSOBO 98 FAKTOR-FAKTOR KEPUTUSAN YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP MARK UP STUDI KASUS PADA TOSERBA DAN SWALAYAN MITRA DI KARTOSURO SUKOHARJO 97 PENDEKATAN NILAI TAMBAH PADA PELAPORAN KEUANGAN BUMN STUDI KASUS PADA PT. PERKEBUNAN VII (PERSERO) 98 EVALUASI TERHADAP SELISIH BIAYA OVERHEAD PABRIK STUDI KASUS PADA PT. SARI HUSADA 96 EVALUASI PROSEDUR PENGENDALIAN PADA SIKLUS PEMBELIAN PERUSAHAAN PISMATEK PEKALONGAN 96 PERILAKU PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PENENTUAN HARGA JUAL STUDI KASUS PADA GARDEAN DEPARTEMENT STORE 97 PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PENGGANTIAN AKITIVA TETAP PADA PO DIENG INDAH WONOSOBO 97 PENGARUH DEPRESIASI MATA UANG RUPIAH TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM PADA SEKTOR INFRASTRUKTUR UTILITIES DAN TRANSPORTASI 99 EVALUASI RENCANA INVESTASI PENAMBAHAN MESIN PADA PT. INDUSTRY UNIT II PATAL CILACAP 98 PERANAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT EVALUASI BIAYA PRODUKSI PADA PT. BINTANG JAYA DI BATU MALANG 95 ANALISIS RELEVEN COST DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENOLAK ATAU MENERIMA PESANAN YANG BERSIFAT KHUSUS PADA PERUSAHAAN MEBEL CV. SRIKANDI MALANG 98 ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS AKTIVA TETAP BERWUJUD DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA KOPERASI SAE PUJON 97 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI PRESTASI BAGIAN PRODUKSI PADA PT. POLOSARI KEMASIDAN GRESIK 98 PERBANDINGAN ANTARA BIAYA PRODUKSI MEMBUAT ATAU MEMBELI PAKAN AYAM DALAM RANGKA MENINGKATKAN USAHA PADA PETERNAKAN UD. PERDANA SENTOSA JEMBER 98 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN AKTIVA TETAP UNTUK PENINGKATAN REVENUE PADA PT. INDAH CEMERLANG MALANG 99 ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. MERMAID TEXTILE 97 PENGGUNAAN MODAL KERJA DALAM RANGKA MENINGKATKAN LIKUIDITAS PADA PERUSAHAAN MEUBEL CV. JATI LUHUR NGANJUK 98 PENYUSUNAN ANGGARAN PRODUKSI GUNA MENUNJANG RENCANA PENJUALAN PADA PERUSAHAAN TEGEL BOEBOTAN MALANG 98 ANALISIS SISTEM PEMBELIAN DAN PENJUALAN SERTA PENERIMAAN KAS DAN PENGELUARAN KAS GUNA MENUNJANG EFEKTIVITAS USAHA PADA PO. KRIDA INDONESIA MADYA MALANG 98 PERANAN ANGGARAN BIAYA PROYEK SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA DALAM USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN PADA PT. BUKIT BARISAN TRACO MALANG 98 EVALUASI TERHADAP PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI UNTUK MENILAI TINGKAT EFISIENSI PENGGUNAAN AKTIVA TETAP PADA PG. KEBUN AGUNG DI MALANG 98 ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PADA PERUSAHAAN GARMENT PT. PANCAMITRA ICI GOYA MALANG 98 PENTINGNYA SISTEM PENGENDALIAN INTERN DAN PROSEDIR PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PADA PERUSAHAAN RAKT GONEX MALANG 98 ANALISIS KELAYAKAN TERHADAP RENCANA PENAMBAHAN AKTIVA TETAP PADA PERUSAHAAN COKLAT TOP STAR DI PASURUAN 98 ANALISA LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KEBERHASILAN MANAJEMEN DALAM MENGELOLA KOPERASI KARYAWAN WADAH KARYA PT. WASTRA INDAH BATU MALANG 98 PENGAUDITAN OPERASIONAL FUNGSI PENJUALAN UNTUK MENGUKUR EFISIEN DAN EFEKTIVITAS PADA PT. IRA CITRA FISITAMA PEKALONGAN 98 ANALISIS BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PERUSAHAAN GENTAENG PRESS CV. MURNI TRENGGALEK 98 LAPORAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN PRESTASI MANAJER PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK PT. DJAGUNG PADI MALANG 98 ANALISA LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KEBERHASILAN MANAJEMEN PT. BUKIT BARISAN TRACO MALANG 98 ANALISIS EFEKTIVITAS STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTIM PENJUALAN KREDIT MOTOR BEKAS PADA CV. SUMBER BARU MOTOR YK 98 ANALISIS RESIKO SEBAGAI INFORMASI MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI AKTIVA TETAP PADA PERUSAHAAN KAYU UD. PELANGI BONDOWOSO 98 ANALISIS TEKNIK PENCATATAN DAN PENGKLASIFIKASIAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN STUDI KASUS PADA CV. PRIMA JAYA TUBAN PERBEDAAN SISTEM PEMBERIAN UPAH BERDASARKAN JAM KERJA DENGAN SISTEM PEMBERIAN UPAH BERDASARKAN HASIL KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. TULUS TRI TUNGGAL SURABAYA 00 ANALISIS PERNGARUH PERTUMBUHAN LABA DAN RENTABILITAS LABA TERHADAP DIVIDEN NO PAY OUT RATIO STUDI KASUS SELURUH PERUSAHAAN TEKSTIL YANG TERDAFTAR DI BES 98 TEKNIK ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI MESIN PADA PERUSAHAAN KONVEKSI UD. ZM-ZAM TULUNG AGUNG 97 MANFAAT ANGGARAN KAS DALAM MENUNJANG KELANCARAN OPERASI PADA PERUSAHAAN TEGEL BETON DAN PAVING STONE INDAH CEMERLANG MALANG 98 EVALUASI KINERJA PUSAT BIAYA UNTUK MENGETAHUI EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA FA. KARYA JAYA DI PASURUAN 98 PERANAN PEMERIKSAAN DAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS OPERASIONAL PADA PT. PENGABENGAN RAYA, NEGARA BALI 98 ANALISIS RATIO KEUANGAN UNTUK MENILAI EFISIENSI MODAL KERJA PADA PT. BUKIT PASUNDAN PERMAI MALANG 98 ANALISIS PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI USA.HA PADA PERUM PERHUTANI UNIT II JATIMKPH PASURUAN PERSUTERAAN ALAM GERBO PSA GERBO DI PURWADADI KAB. JATIM 98 ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS SEBAGAI ALAT BAGI MANAJEMEN DALAM MENGELOLA KAS PADA PT. BIMA PERKASA I KERIMA SURABAYA 98 PENILAIAN ATAS PERLAKUAN AKUNTANSI SEWA GUNA USAHA (LEASING) PADA PT. SUROSONDO MASJAYA PANDAAN PASURUAN 98 ANALISIS STUDI KELAYAKAN TENTANG PENAMBAHAN SARANA ANGKUT ARMADA BUS PADA PERUSAHAAN JASA PO. JAYA DI PONOROGO 98 ANALISIS BIAYA RELEVAN SEBAGAI PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MELANJUTKAN ATAU MENGHENTIKAN PRODUK PADA CV. SRIKANDI MALANG 98 ANALISIS HUBUNGAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN YANG LISTING DI BEJ STUDI KASUS PADA INDUSTRI OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA 98 BUDGET BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. DWI TUNGGAL MARMER INDAH TULUNG AGUNG 97 ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KECAP CAP IKAN DORANG 98 ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PENJUALAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA BAGIAN PENJUALAN PADA PERUSAHAAN DAGANG PT. GRESIK CIPTA SEJAHTERA 98 SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMBELIAN DAN PENGELUARAN KAS UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS OPERAI PERUSAHAAN PT. NUSANTARA JAYA PLASTIK MOJOKERTO 98 HUBUNGAN ANTARA DIVIDEN DAN HARGA SAHAM DALAM PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG GO PUBLIK DI PT BES 98 PEMERIKSAAN OPERASIONAL UNTUK MENILAI EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENJUALAN PADA CV. PHONIX MAS CAKRA NEGARA LOMBOK 98 ANALISIS METODE PENGAKUAN PENDAPATAN DAN PENGARUH TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV. KLAMPIS IRENG MALANG 96 METODE VARIABEL COSTING SEBAGAI ALAT BANTU BAGI MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS PESANAN KHUSUS PADA INDUSTRI TEGEL KARYA ABDI MALANG 98 EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA MELALUI PENGENDALIAN PIUTANG DAGANG GUNA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PT. SEMEN GRESIK 98 ANALISIS PENGENDALIAN PIUTANG SEBAGAI ALAT UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA VC PROFESIONAL TECHNOLOGI MALANG 98 ANALISIS BIAYA OVERHEAD PABRIK SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DALAM RANGKA MENINGKATKAN EFISIENSI PADA PERUSAHAAN PINAN KERAMIKA UNIT KERAMIK DAN PENGOLAHAN BAHAN TULUNG AGUNG 98 PENERAPAN ANALISIS SELISIH DALAM EVALUASI EFISIENSI PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PTPN II PG. PAGOTAN MADIUN 98 ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PENJUALAN KONSINYASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONVEKSI PT. PANCAMITRA ICHIGO JAYA MALANG ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN AKTIVA TETAP DALAM USAHA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADA PERUSAHAAN GENTENG BETON FARIZ DI BULU LAWANG MALANG 98 PENGGUNAAN ANGGARAN FLEKSIBEL SEBAGAI ALAT UKUR EFISIENSI DAN PRODUKTIVITAS DALAM RANGKA PENGENDALIAN BIAYA PADA UD. LANCAR MOJOKERTO 98 PENGELOLAAN SISTEM TUMPANG SARI UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA PERUM PERHUTANI KPH CEPU 98 ANALISIS EFISIENSI BIAYA PRODUKSI DAN PEMBEBANAN PPN SERTA DAMPAK TERHADAP HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN ROKOK GUDANG SORGUM MALANG 98 MANFAAT ANALISIS CONTRIBUTION MARGIN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA 97 EVALUASI PORTOFOLIO SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN INFRASTRUKTUR YANG TERDAFTAR DI BES STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN MESIN YH-US (MESIN PELINTANG) UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK CANGKIR GADING NGANJUK 98 PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK TERHADAP PROSEDUR ANALISIS DALAM RANGKA EFISIENSI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN MEUBEL CV. KALINGGA JAYA DI JEPARA 98 ANALISIS PROFITABILITAS SEBAGAI DASAR PENILAIAN EFISIENSI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN MEUBEL CV. KALINGGA JAYA DI JEPARA 98 PENYUSUNAN ANGGARAN PENJUALAN SEBAGAI ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PT. SORINI CORPORATION GEMPOL 98 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT-ALAT UNTUK MENILAI PRESTASI KERJA MANAJER BAGIAN PRODUKSI PADA PG. REJO AGUNG MADIUN 98 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UNTUK MENJAGA KELANCARAN PROSES PRODUKSI PADA CV. PRIMA PRATAMA MALANG 98 ANALISIS PROTOFOLIO PADA PERUSAHAAN REKSADANA 98 EVALUASI TERHADAP PERLAKUAN AKUNTANSI PENJUALAN KONSINYASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN KOPI BUBUK BALI BANYUMAS SINGARAJA BALI 98 PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP VOLUME BAHAN PERUSAHAAN STUDI PADA PT. BERLINA PLASTIK TBK DI PANDEAN 98 ANGGARAN BIAYA BAHAN BAKU SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA BAHAN BAKU PADA PERUSAHAAN KARTON KARTIKA PASURUAN 98 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PR NANGKA DI BOJONEGORO 98 TEKNIK CAPITAL BUDGETING SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI AKTIVA TETAP DALAM UPAYA PENGEMBANGAN 98 EVALUASI EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN DAN PROSEDUR PENJUALAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA DEPARTEMEN MAKANAN DAN MINUMAN DI HOTEL WAHYU SIDOARJO 98 EFEKTIVITAS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN UNTUK PENILAIAN PRESTASI KERJA MANAJER PADA PUSAT BIAYA PRODUKSI PERUSAHAAN ROKOK KERATON MALANG 98 ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DITINJAU DARI ASPEK FINANCIAL PADA PERUSAHAAN ETERNIT CAP MECO DI KOTAMADYA MALANG 98 ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DITINJAU DARI ASPEK FINANCIAL PADA PERUSAHAAN ETERNIT CAP MECO DI KOTAMADYA MALANG 98 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREDIT BERMASALAH PADA BPR BALI CEMONIS MANDIRI CERMIN GRESIK 98 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN AKTIVA TETAP DALAM RANGKA EKSPANSI PADA INDUSTRI GAS OKSIGEN PT. BOANDO ANGIN MURNI DI LAWANG 98 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. BARKAT GANDA SENTOSA PASURUAN 98 ALTERNATIF SUMBER PENDANAAN DALAM RANGKA EKSPANSI PADA HARAPAN JAYA TULUNG AGUNG 98 PEMERIKSAAN OPERASIONAL TERHADAP FUNGSI PENJUALAN UNTUK MENILAI EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS DALAM UPAYA MENGOPTIMALKAN LABA PADA PABRIK PENGOLAHAN KERTAS PT. PANCANIAGA SURABAYA 98 EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA GUNA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN PLASTIK CV. ARYA MUKTI SEMARANG 98 ANALISA REGRESI PERUBAHAN TINGKAT LAJU INFLASI, NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLLAR AS, DAN TINGKAT BUNGA DEPOSITO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DIBEJ 98 PENERAPAN METODE VARIABEL COSTING DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS PADA PERUSAHAAN GENTENG BETON PRIS MALANG 98 KEBIJAKAN PEMBERIAN NATURA (FRINGE BENEFITS) DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG RI NO. 17 THN 2000 TENTANG PAJAK PENGHASILAN DIBANDING DENGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN STUDI KASUS PADA PT. TJITROWIHARJO NGUNUT TULUNG AGUNG 00 HUBUNGAN ANTARA KINERJA OPERASIONAL EMITEN CONSUMER GOODS DENGAN LIKUIDITAS SAHAMNYA DI BES 98 PELAKSANAAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PERUSAHAAN ROKOK KRETEK DJAGUNG PADI MALANG 93 ANALISIS PRINSIP CURRENT COST DAN HISTORICAL COST TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG PT. ALFA RETALINDO DI MALANG 98 PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS DENGAN MENGGUNAKAN ANALISA BIAYA RELEVAN ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI UNTUK MENILAI KINERJA BAGIAN PADA PERUSAHAAN ROKOK PT. BOKOR MAS CABANG BLITAR 98 ANALISIS PENERAPAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA DEPARTEMEN PRODUKSI PADA PT. ARIYO SETO WIJOYO MALANG 98 PENGAKUAN PENDAPATAN SERTA KEWAJARAN DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV. DOCT 98 KEMUNGKINAN PENERAPAN ACTIVITY BASED ACCOUNTING SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENENTUKAN HARGA POKOK PRODUKSI RUMAH SAKIT 98 ANALISIS BIAYA RELEVAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMPERTAHANKAN ATAU MENGHENTIKAN SUATU PRODUK PADA PT. AYONY TANJUNG MALANG 01 ANALISIS PENERAPAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN HADI BHARATA SEJAHTERA DI MAGETAN 98 EVALUASI PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD 04 DAMPAK PEMBAGIAN TERHADAP HARGA SAHAM VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DAN VARIABILITAS TINGKAT KEUNTUNGAN DI BEJ 04 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DENGAN PENDEKATAN ACTIVTY BASED COSTING 98 ANALISIS PENERAPAN KUASI REORGANISASI DALAM PENILAIAN MODAL SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN DAN BROTHER TEA TBK 03 IMPELENTASI PEMERIKSAAN AKUNTANSI ATAS PERSEDIAAN UNTUK MENILAI KEWAJIBAN PENYAJIAN DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA MUSI RAWAS CITRA 02 PENENTUAN METODE BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS (ACTIVITY BASED COSTING) SEBAGAI KEUNGGULAN BERSAING DALAM MENINGKATKAN LABA (SISTIM KASUS PADA PT. INDUSTRY SANDANG NUSANTARA UNIT MALANG) 02 MANFAAT PEMERIKSAAN INTERN TERHADAP PENGENDALIAN PERSEDIAAN PADA HOTEL WISATA T IDAR MALANG 03 AKUNTANSI SOSIAL TINJUAN TEORITIS TENTANG PENYAJIAN ASPEK SOSIAL DALAM LAPORAN KEUANGAN 02 AKUNTANSI SOSIAL TINJUAN TEORITAS TENTANG PENYAJIAN ASPEK SOSIAL DALAM LAPORAN KEUANGAN 02 EVALUASI PENGAKUAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV. MUKTI CEPU 02 PENERAPAN MATCHING CONCEPT ATAS PENGAKUAN PENDAPATAN DAN BEBAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PELAPORAN LABA PERIODIK STUDI KASUS PADA PT. ASURANSI JIWASRAYA CABANG MALANG 02 PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PENJUALAN KONSINYASI DAN ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PERUSAHAAN UNTUK MELAKUKAN PEJUALAN KONSINYASI STUDI KASUS PADA SUPERMARKET SRIKANDI MALANG 02 PERANAN BUDGET KAS DALAM USAHA MENJAGA LIKUIDITAS DAN MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERCETAKAN DAN PENERBITAN PT. PABELAN SURAKARTA 02 PENGARUH PENENTUAN STRUKTUR MODAL TERHADAP RENTABILITAS MODAL SENDIRI STUDI KASUS PADA PT. ASSAMAS FLAS GLASS TDK 03 ANALISIS PENERAPAN PENGAKUAN PENDAPATAN UNTUK ASURANSI KERUGIAN PADA PT. JASINDO 02 PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN SEPATU DAN SANDAL SABRINA MOJOKERTO 03 ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL SAAT INFLASI PADA PRODUK GENTENG PT. JAYA PRATAMA DI NGANJUK 03 PENETAPAN TARIF PREMI DAN PENGAKUAN PENDAPATANNYA STUDI KASUS PADA ASURANSI BERSAMA BUMI PUTERA 1912 NGANJUK 02 PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PENJUALAN KONSINYASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONVEKSI PT. PANCAMITRA ICHIGO JAYA MALANG 02 PENGARUH PENILAIAN SISTEM AKUNTANSI PIUTANG TERHADAP KELAYAKAN SALDO PIUTANG PERUSAHAAN PT. ETERNIT GRESIK 01 EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PERSEDIAAN BARANG JADI DALAM HUBUNGAN DENGAN EVALUASI SISTEM PENGAWASAN STUDI KASUS PT. KALIOMBO PLASTIK KEDIRI 02 PENGENDALIAN BIAYA STRATEGIK PADA RSI KLATEN 02 EFEKTIVITAS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI TERHADAP PENETAPAN HARGA JUAL PRODUK PADA PERUSAHAAN USTEGRA MALANG 02 ANALISIS APLIKASI HIPARKI MASLOW PADA PERGURUAN TINGGI UNIVERSITAS ISLAM MALANG 02 ALTERNATIF METODE PERLAKUAN AKUNTANSI CADANGAN KERUGIAN PIUTANG PADA LAPORAN KEUANGAN UNIT MAKANAN TERNAK KUD SUMBER MAKMUR NGATANG MALANG 02 PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP KINERJA KEUANGAN 02 ANALISIS ACTIVITY COSTING UNTUK MENGHITUNG HARGA POKOK PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK DJAGUNG PADI MALANG 02 PENGENDALIAN BIAYA PEMELIHARAAN JALAN TOL DALAM KAITANNYA DENGAN PENGUKURAN BIAYA PADA PT. JASA MARGA (PERSERO) CABANG SURABAYA GEMPOL MOJOKERTO 02 EVALUASI PENGAKUAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV. MUKTI CEPU 02 PENGARUH TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA ANTARA INDUK DAN ANAK PERUSAHAAN DITINJAU DARI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN STUDI KASUS PADA PT. SARI AYU INDONESIA DAN PT. SARI AYU PRIMA 02 ANALISIS HUBUNGAN PEMBAGIAN SAHAM BONUS TERHADAP KESEJAHTERAAN PEMEGANG SAHAM 02 PENGARUH REKONSTRUKSI BERMASALAH TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA TEK 02 UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS TENAGA KERJA INDONESIA PADA PERUSAHAAN JASA TENAGA KERJA INDONESIA (PJTN) PT. MEGAH BUANA CITRA MASINDO MALANG 02 PENGENDALIAN BIAYA PEMELIHARAAN JALAN TOL DALAM KAITANNYA DENGAN PENGUKURAN BIAYA PADA PT. JASA MARGA (PERSERO) CABANG SURABAYA GEMPOL MOJOKERTO 02 PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PRODUK RUSAK DAN PENGARUHNYA PADA HARGA POKOK PRODUKSI 02 PEMERIKSAAN MANAJEMEN ATAS PELAKSANAAN FUNGSI PENJUALAN DAN PEMASARAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PADA PT. MOLINDO RAYA INDUSTRIAL LAWANG MALANG 02 PENGARUH TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA ANTARA INDUK DAN ANAK PERUSAHAAN DITINJAU DARI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN STUDI KASUS PADA PT. SARI AYU INDONESIA DAN PT. SARI AYU PRIMA 02 ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BERJANGKA RUPIAH TIGA BULAN TERHADAP PENGUMPULAN DANA MASYARAKAT PADA BANK-BANK UMUM DIWILAYAH KERJA BANK INDONESIA MALANG 02 PERLAKUAN AKUNTANSI PENDAPATAN ATAS PIUTANG DAN HUTANG PADA CV. ANDI JAYA 02 EVALUASI PENGENDALIAN INTERN ATAS PENJUALAN JASA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI PADA HOTEL PADJAJARAN MALANG 02 ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TINGKAT SUKU BUNGA DEPOSITO BERJANGKA RUPIAH TIGA BULAN TERHADAP PENGUMPULAN DANA MASYARAKAT PADA BANK-BANK UMUM DIWILAYAH KERJA BANK INDONESIA MALANG 02 KEMUNGKINAN PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI SARANA TOLOK UKUR KINERJA PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT. TELKOM KANDATEL SURABAYA BARAT 02 ALOKASI BIAYA BERSAMA DALAM KAITANNYA DENGAN PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SAMPINGAN STUDI KASUS PADA PT. PG. KREBET BARU BULULAWANG MALANG 02 PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PENJUALAN KONSINYASI DAN ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PERUSAHAAN UNTUK MELAKUKAN PEJUALAN KONSINYASI STUDI KASUS PADA SUPERMARKET SRIKANDI MALANG 02 PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PT. GUDANG GARAM TBK PADA POJOK BEJ UNIBRAW 02 PEMERIKSAAN MANAJEMEN ATAS PELAKSANAAN FUNGSI PENJUALAN DAN PEMASARAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PADA PT. MOLINDO RAYA INDUSTRIAL LAWANG MALANG 02 PENGEMBANGAN PENGGUNAAN KOMPUTER PADA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PERUSAHAAN ROKOK DJAGUNG PADI MALANG 02 EVALUASI PENERAPAN PRINSIP MATCHIN TERHADAP KELAYAKAN PERJANJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV. KALISONO JAYA MALANG 02 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI DASAR UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. PANCA MITRA ICHIGO JAYA MALANG 02 ANALISA KELAYAKAN INVESTASI DALAM RANGKA PENAMBAHAN AKTIVA TETAP PADA PT. KERTA LECES (PERSERO) PROBOLINGGO 02 EVALUASI VARIABEL COSTING SEBAGAI DATA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN KOMPOSISI PRODUK UNTUK MEMPEROLEH LABA YANG OPTIMAL STUDI KASUS PERUSAHAAN TENUN PELANGI LAWANG 02 KEMUNGKINAN PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI SARANA TOLOK UKUR KINERJA PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT. TELKOM KANDATEL SURABAYA BARAT 02 PERENCANAAN BAHAN BAKU DALAM HUBUNGANNYA DENGAN EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA PERUSAHAAN JAMU PAYUNG PUSAKA KEDIRI 02 EVALUASI SISTEM PROSEDUR PENGGANTIAN SUKU CADANG KENDARAAN PADA PO. HARAPAN JAYA TULUNG AGUNG 02 AKUNTANSI SOSIAL SEBAGAI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP LINGKUNGAN STUDI KASUS PADA PG. TJEKIR DIWEK JOMBANG 02 ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI RENCANA PERLUASAN JARINGAN PADA PT. TELKOM WILAYAH JOMBANG DAERAH JELAK OMBO 02 EFEKTIVITAS MANAJEMEN PERSEDIAAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI DAN AKTIVITS PADA PERUSAHAAN ROKOK KALPATARU MALANG 02 PENERAPAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENGHASILKAN INFORMASI BAGI MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI HOTEL WISATA TIDAR MALANG EVALUASI PERPUTARAN ELEMEN MODAL KERJA TERHADAP TINGKAT RENTABILITAS EKONOMI STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN ROKOK DJAGUNG PADI MALANG 02 AKUNTANSI SOSIAL SEBAGAI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP LINGKUNGAN STUDI KASUS PADA PG. TJEKIR DIWEK JOMBANG 02 ANALISA CONTRIBUTION MARGIN UNTUK PENENTUAN LABA YANG OPTIMAL PADA PERUSAHAAN TENUN PELANGI LAWANG 02 ANALISA LAPORAN KEUANGAN DEBITUR SEBAGAI ALAT UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT PADA KPR PANCADANA BATU MALANG 02 IMPELENTASI PEMERIKSAAN AKUNTANSI ATAS PERSEDIAAN UNTUK MENILAI KEWAJIBAN PENYAJIAN DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA MUSI RAWAS CITRA 02 PENGARUH TRAINING MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENGEMBANGAN TENAGA KERJA BAGIAN PRODUKSI PABRIK GULA SOEDHONO NGAWI 02 PENERAPAN PRAKTEK AKUNTANSI PADA USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR UD. CANDI LARAS DI SINGOSARI MALANG 02 PENERAPAN MODAL PRICING UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA PT. INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL GRATI PASURUAN 02 ANALISIS PERBANDINGAN PENERAPAN KONSEP RETURN ON INVESTMENT, (ROI), ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN RESIDUAL INCOME (RI) DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEMEN YANG GO PUBLIK 02 PENGARUH KINERJA TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES 02 RELEVANSI PELAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN HISTORICAL COST MASA INFLASI UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN EKONOMI PADA PT. USAHA TANI MAJU KEDIRI 02 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM PERUSAHAAN YANG LISTING DI BEJ 02 EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PERSEDIAAN BERANG JADI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN EVALUASI SISTEM PENGAWASAN STUDI KASUS PT. KALIOMBO PLASTIK KEDIRI 02 PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN SEPATU DAN SANDAL SABRINA MOJOKERTO 98 IMPELENTASI PEMERIKSAAN AKUNTANSI ATAS PERSEDIAAN UNTUK MENILAI KEWAJIBAN PENYAJIAN DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA MUSI RAWAS CITRA HARPINDO SAMPIT 02 ANALISA PENGGUNAAN LAPORAN PEMERIKSAAN AKUNTANSI PUBLIK SEBAGAI DASAR PENERAPAN PAJAK PENGHASILAN BERKAITAN DENGAN ADANYA PERBEDAAN PENGAKUAN BIAYA STUDI KASUSS PADA PT. SARI AYU INDONESIA 02 ANALISIS VARIANS SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DALAM USAHA MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK DJAGUNG PADI MALANG 02 ANALISA BIAYA VOLUME LABA DENGAN PENDEKATAN ACTIVA BASED COSTING (ABC SYSTEM) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PERUSAHAAN SETIR ASESORIS MOBIL GADING PUTRA PASURUAN 02 ANALISA BANK PROFITABILITAS UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN MANAJEMEN BANK CENTRAL ASIA TBK 02 ANALISIS PENGARUH VARIABEL-VARIABEL CAMP TERHADAP TINGKAT PENGEMBANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN GO PUBLIK DI BES STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN TEKSTIL DAN GARMEN 02 ANALISA BIAYA VOLUME LABA DENGAN PENDEKATAN ACTIVA BASED COSTING (ABC SYSTEM) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PERUSAHAAN SETIR ASESORIS MOBIL GADING PUTRA PASURUAN 02 PERLAKUAN AKUNTANSI KURS VALUTA ASING DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PANCA MITRA INCHIGO JAYA MALANG 02 PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN LATIHAN TERHADA P PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN SARUNG TENUN RAJIN LAWANG MALANG 02 ANALISA FUNDAMENTAL UNTUK MENILAI SAHAM PADA PT. INDONESIAN SATELLITE CORPORATION 02 EVALUASI TRANSFER PRICING DAN PENGUKURAN PRESTASI PUSAT LABA PADA PT. TENUN PELANGI LAWANG 02 PERANAN FLEXIBEL BUDGET UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG DAN JAYA OVERHEAD PABRIK STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MARMER SERBA USAHA TULUNG AGUNG 02 PENILAIAN PRESTASI PENJUALAN MENGGUNAKAN ANALISIS LAPORAN PERSEGMEN UNTUK MENENTUKAN PROSPEK USAHA PADA PT. INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL GRATI PASURUAN 02 ANALISA PERHITUNGAN AKTIVA DAN KEWAJIBAN DANA PENSIUN DENGAN PROGRAM MANFAAT PASTI PADA RSI ASIYIAH MALANG 02 ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI RENCANA PERLUASAN JARINGAN PADA PT. TELKOM WILAYAH JOMBANG DAERAH JELAK OMBO 02 LAPORAN PERSEGMEN SEBAGAI ALAT UNTUK MENENTUKAN PROSPEK UNIT USAHA STUDI KASUS KOPERASI TAHU TEMPE BANGKALAN MADURA JATIM 02 KELAYAKAN PENYAJIAN INFORMASI MENGENAI KEPUTUSAN BANK TERHADAP PRINSIP SYARIAH STUDI KASUS PADA PT. BPR SYARIAH DAYA ARTA MENTARI 02 PENGARUH FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA CV. JATI BERSAMA MALANG 02 PENILAIAN PRESTASI PENJUALAN MENGGUNAKAN ANALISIS LAPORAN PERSEGMEN UNTUK MENENTUKAN PROSPEK USAHA PADA PT. INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL GRATI PASURUAN 02 PENERAPAN PRAKTEK AKUNTANSI PADA USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR UD. CANDI LARAS DI SINGOSARI MALANG 02 PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PRODUKSI RUSAK DAN PENGARUHNYA PADA HARGA POKOK PRODUKSI 02 ANALISIS HUBUNGAN PEMBAGIAN SAHAM BONUS TERHADAP KESEJAHTERAAN PEMEGANG SAHAM 02 ALOKASI BIAYA BERSAMA DALAM KAITANNYA DENGAN PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SAMPINGAN STUDI KASUS PADA PT. PG. KREBET BARU BULULAWANG MALANG 02 SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BANYUWANGI 02 ANALISA BIAYA BANK UNTUK MENENTUKAN TINGKAT SUKU BUNGA KREDIT STUDI KASUS PADA KPR PANCADANA BATU MALANG 02 EVALUASI PENGENDALIAN INTERN ATAS PENJUALAN JASA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI PADA HOTEL PADJAJARAN MALANG 02 EVALUASI ATAS PENERAPAN METODE PRESENTASI PENYELESAIAN UNTUK PENGAKUAN DAN PELAPORAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN 02 SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN KREDIT KENDARAAN BERMOTOR STUDI KASUS PADA UD. AGUNG MOTOR NGANJUK 02 EVALUASI ATAS PENERAPAN METODE PERSENTASE PENYELESAIAN UNTUK PENGAKUAN DAN PELAPORAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN 02 PERENCANAAN BAHAN BAKU DALAM HUBUNGANNYA DENGAN EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA PERUSAHAAN JAMU PAYUNG PUSAKA KEDIRI 02 PENGARUH REKONSTRUKSI BERMASALAH TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA TEK 02 UPAYA PENETAPAN STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN 02 ANALISA PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENYEWA ATAU MEMBELI AKTIVA TETAP (ALAT TRANSPORTASI) DALAM MEMPERLANCAR AKTIVITAS PERUSAHAAN 02 ANALISA LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGAN PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK PASAR TRIKARYA WARANUGRAHA MALANG 02 PENENTUAN STANDAR BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK DJAGUNG PADI MALANG 02 PENGARUH PERLAKUAN AKUNTANSI BIAYA RISET DAN PENGEMBANGAN TERHADAP PENILAIAN KERJA MANAJEMEN PADA PT. INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL LAWANG MALANG 02 PENERAPAN SISTEM TELLER UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAYANAN PADA BANK BCA CABANG PEMBANTU DINOYO MALANG 02 ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN EARING PER SHARE TERHADAP PEMBAGIAN DIVIDEN KAS (TUNAI) INDUSTRI GARMEN DAN TEKSTIL YANG LISTED PADA BEJ 02 EVALUASI PENERAPAN PRINSIP MARCHIN TERHADAP KELAYAKAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV. KALISONGO JAYA MALANG 02 LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN METODE AKUNTANSI TINGKAT HARGA UMUM SEBAGAI SUPLEMEN LAPORAN KEUANGAN KONVENSIONAL DALAM MASA INFLASI PADA PT. SELECTA BATU MALANG 02 KELAYAKAN PENYAJIAN INFORMASI MENGENAI KEPUTUSAN BANK TERHADAP PRINSIP SYARIAH STUDI KASUS PADA PT. BPR SYARIAH DAYA ARTA MENTARI 02 PENGAKUAN PENGHASILAN DAN BIAYA ATAS DANA PEMBANGUNAN GEDUNG DAN PRASARANA PENDIDIKAN BAGI YAYASAN ATAU ORGANISASI YANG SEJENIS YANG BERGERAK DI BIDANG PENDIDIKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PAJAK PENGHASILAN STUDI KASUS PADA YAYASAN PENDIDIKAN UNISMA MALANG 02 PENGARUH FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM STUDI KASUS PADA INDUSTRI FARMASI YANG GO PUBLIK DI BEJ 02 PERBEDAAN PENGARUH KEBIJAKSANAAN PENGHAPUSAN PIUTANG TERHADAP LAPORAN KEUANGAN BANK MENURUT PSAK DAN KETENTUAN PERPAJAKAN 02 ANALISA FUNDAMENTAL UNTUK MENILAI SAHAM PADA PT. INDONESIAN SATELITE CORPORATION 02 PENERAPAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENGHASILKAN INFORMASI BAGI MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI HOTEL WISATA TIDAR MALANG AKUNTANSI SOSIAL TINJAUAN TEORITIS TENTANG PENYAJIAN ASPEK SOSIAL DALAM LAPORAN KEUANGAN 02 PERLAKUAN AKUNTANSI PENGELOLAAN LIMBAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PG. KREBET BARU MALANG 02 ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KINERJA DEPARTEMEN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN PLASTIK PT. MITRA MURNI MAKMUR GEMPOL 02 PENGARUH FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM STUDI KASUS PADA INDUSTRI FARMASI YANG GO PUBLIK DI BEJ 02 PENERAPAN ANALISIS VARIANS PADA USAHA PERHOTELAN STUDI KASUS PADA HOTEL BATU PERMAI BATU MALANG 02 ANALISIS RATIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS SEBELUM DAN MASA KRISIS MONETER STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN ROKOK GO PUBLIK 00 PERENCANAAN LABA PERUSAHAAN DENGAN PENDEKATAN BREAK EVEN POINT ANALISIS PADA PERUSAHAAN TEGEL BETON TERASO PYRAMID DI YK 97 PENENTUAN TARIF KAMAR HOTEL STUDI KASUS PADA HOTEL SRIWEDARI YK 98 ANALISIS RENTABILITAS PADA BEBERAPA INDUSTRI FARMASI DI JAKARTA 96 PENGARUH DEPRESIASI MATA UANG RUPIAH TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM PADA SEKTOR INFRASTRUCTURE, UTILITIES DAN TRANSPORTASI 98 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING 98 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN PROFESI AKUNTAN OLEH MAHASISWA AKUNTANSI 04 EVALUASI PENGUKURAN KINERJA PETANI FIELD MAINTENANCE TEAM SEBAGAI SALAH SATU PUSA T BIAYA PRODUKSI PADA PT. CALTEK PASIFIK INDONESIA 01 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DENGAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING 98 EVALUASI PENGENDALIAN BIAYA PEMASARAN 00 PENGARUH PUBLIKASI LAPORAN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ 04 ANALISIS PERENCANAAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DRS. KUMALAHADI YK 01 ANALISA PENERAPAN AKUNTANSI SOSIAL DALAM LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL STUDI KASUS PADA PABRIK GULA GONDANG BARU PTP NUSANTARA IX PERSERO KLATEN JATENG 01 PERSEPSI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI DAN NON AKUNTANSI MENGENAI TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL AKUNTAN TERHADAP PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN 01 PERBANDINGAN TINGKAT UNDERPRICE ANTARA SAHAM-SAHAM LEMBAGA KEUANGAN DAN NON KEUANGAN. PENGAMATAN DI BEJ PERIODE JANUARI 1989-JUNI 1997 99 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN STUDI KASUS PT. LUCKY TEX 00 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MEMPEROLEH KREDIT BANK STUDI PERUSAHAAN X TAHUN 02 PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN BUDAYA PATERNALISTIK TERHADAP KEEFEKTIFAN PENGANGGARAN PARTISIPATIF DALAM MENINGKATKAN FA MANAJERIAL 99 ANALISA SISTEM MANAJEMEN PERKREDITAN DALAM MENANGGULANGI TIMBULNYA KREDIT MACET STUDI KASUS PADA BPR-BKK PRAMBANAN KABUPATEN KLATEN 02 PENGARUH PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI MAHASISWA DALAM AKUNTANSI KEUANGAN DI PERGURUAN TINGGI 04 PENGARUH PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM BIASA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ TH 2000 02 ANALISA KELAYAKAN INVESTASI PENGGANTIAN AKTIVA TETAP PADA PERUSAHAAN TEKSTIL PRIMISSIMA YK 96 ANALISA INVESTASI PENGGANTIAN MESIN COPULA PADA PERUSAHAAN PENGECORAN LOGAM CV. BAHAMA LASAKKA KLATEN 97 PENYUSUNAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV. JAYA SAKTI 98 EVALUASI TERHADAP SELISIH BIAYA OVERHEAD PABRIK STUDI KASUS PADA PT. SARI HUSADA 96 ANALISIS PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP PENINGKATAN NILAI PENJUALAN PRODUK SUSU PADA PT. MIROTA KSM INC. YK 02 STRUKTUR PENGENDALIAN MANAJEMEN UNTUK TUJUAN PENILAIAN PRESTASI PUSAT INVESTASI PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL 01 EVALUASI STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PADA PENGELOLAAN PERSEDIAAN STUDI KASUS PADA PT. KHARISMA MATARAM JAYA GEMILANG YK ANALISIS HUBUNGAN BIAYA MUTU DENGAN LABA DARI PENJUALAN PRODUK MAKANAN STUDI KASUS HOTEL SAHID RAYA YK 99 BIAYA MUTU STUDI KASUS PT. SARI HUSADA YK 98 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UNDERPRICED DI BEJ 05 HUBUNGAN ANTARA PEMENUHAN KRITERIA PEMILIHAN PENGECER DALAM MEMBERIKAN PIUTANG DAGANG DENGAN KINERJA PENJUALAN-PENGECER 05 ANALISA RASIO KEUANGAN PADA PT. YOGYA PARIWISATA PROMOTION DI YK 01 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENTABILITAS MODAL SENDIRI PADA CV. NAKULA DI YK 96 EVALUASI PENYUSUTAN DAN PENGALOKASIAN AKTIVA TETAP UNTUK PENENTUAN HARGA POKOK PENJUALAN PADA CV. SAHABAT KLATEN 99 ANALISIS PENGARUH FLUKTUASI VALUTA ASING TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM SEKTOR KEUANGAN DI BEJ 00 ANALISIS RESIKO DAN ABNORMAL RETURN SAHAM PADA BEBERAPA INDUSTRI YANG TERDAFTAR DI BEJ SEBELUM DAN SELAMA KRISIS MONETER 00 ANALISIS BETA SAHAM DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL. PERBANDINGAN ANTARA PERIODE PEREKONOMIAN NORMAL DAN KRISIS MONETER 01 PENGARUH PENGUMUMAN LAPORAN KEUANGAN INTERN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ 01 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR FUNDAMENTAL DAN FAKTOR RESIKO SISTEMATIK YANG BERPENGARUH PADA HARGA SAHAM PERUSAHAAN YANG LISTING DI BEJ 02 ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSETS, DEBT TO EQUITY RATIO, FLOWBACK RATIO DAN TINGKAT BUNGA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN MODAL SENDIRI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ 02 PENERAPAN ANALISIS MARKOV DALAM MENENTUKAN CADANGAN KERUGIAN PIUTANG STUDI KASUS PADA PT. DANLIRIS SURAKARTA 99 USULAN PENERAPAN AKUNTANSI SUMBERDAYA MANUSIA SEBAGAI AKTIVA PERUSAHAAN PADA PT. RSPP JAKARTA 02 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINDAKAN PERATAAN LABA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ 01 PENERAPAN BALANCED ASCORECARD UNTUK MENGUKUR KINERJA PERUSAHAAN STUDI PADA HOTEL INNA GARUDA YK 03 PENGARUH LABA DIVIDEN DAN HUTANG JANGKA PANJANG TERHADAP KESEJAHTERAAN PEMEGANG SAHAM 03 PENGARUH INFORMASI PENGHASILAN PERUSAHAAN (EARNING) TERHADAP HARGA SAHAM PADA BEBERAPA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ 01 USULAN PENERAPAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA PADA RSU PANTI BAKTININGSIH 03 PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM PADA RSU PKU MUHAMMADIYAH YK 98 PENERAPAN ANALISIS MARKOV DALAM MENENTUKAN TAKSIRAN CADANGAN KERUGIAN PIUTANG UNTUK MENDUKUNG KEAKURATAN PENILAIAN PIUTANG USAHA 01 ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN STRUKTUR MODAL DAN TIPE KEPEMILIKAN PERUSAHAAN 02 ANALISIS HUBUNGAN ANTARA EXCESS RETRUN DENGAN VOLUME PERDAGANGAN DAN NILAI PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING 9IPO) PADA TH 1998 DI BEJ 00 ANALISIS DAMPAK STOCK SPLIT TERHADAP KEUNTUNGAN DAN LIKUIDITAS SAHAM DI BEJ 03 PENGARUH EARNING PER SHARE, TINGKAT BUNGA DAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN ANEKA INDUSTRI YANG GO PUBLIC DI BEJ 04 TINJUAN PENERPAN BIAYA KUALITAS PADA PT. BINTANG ALAM SEMESTA YK 04 USULAN PENERAPAN PENILAIAN KINERJA MANAJER MENGGUNAKAN KONSEP BALANCE SCORECARD STUDI KASUS PADA KANTOR DAERAH VII PERUM PEGADAIAN YK 00 PENGARUH PENGENDALIAN PIUTANG USAHA TERHADAP PERKEMBANGAN LABA USAHA PERUSAHAAN STUDI PADA PT. CHAROEN POKPHAND 02 USULAN PENERAPAN AKUNTANSI SUMBERDAYA MANUSIA SEBAGAI AKTIVA PERUSAHAAN PADA PT. SEMEN GRESIK (PERSERO) TBK 01 PENGARUH PUBLIKASI LABA TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ 02 ANALISIS HUBUNGAN RISIKO SISTEMATIS (BETA) DENGAN TINGKAT KEUNTUNGAN SAHAM STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ 02 PERUBAHAN LIKUIDITAS SAHAM AKIBAT PENGUMUMAN STOCK SPLIT DI BEJ PERIODE 2000-2002 03 DAMPAK PENGUMUMAN DIVIDEN TERHADAP HARGA SAHAM, VOLUME PERDAGANGAN SAHAM DAN VARIABILITAS TINGKAT KEUNTUNGAN DI BEJ 04 ANALISIS STUDI KELAYAKAN TENTANG PENAMBAHAN ARMADA BUS JURUSAN SOLO-PONOROGO PADA PO. PURWOWIDODO 02 EVALUASI SISTEM DAN PROSEDUR TERHADAP PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PT. CAKRA SARANA PERSADA 03 PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD STUDI KASUS PADA HOTEL INNA PUTRI BALI NUSA DUA BALI 01 ANALISIS RATIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN TEKSTIL PT. PRIMISSIMA DI YK 01 PENENTUAN HARGA POKOK DENGAN METODE VARIABEL COSTING PADA PABRIK KERTAS PT. PURA BARUTAMA DI KUDUS 94 PENGARUH PEMECAHAN SAHAM TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM DI BEJ PERIODE 1998-2000 ANALISIS PENGARUH VARIABEL MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM MANUFAKTUR DI BEJ 03 PENGARUH RETURN ON EQUITY VALUE DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ 01 ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI BERDASARKAN RBC (RISK BASED CAPITAL) STUDI KASUS PT. PERSERO ASKRINDO JAKARTA 00 TINJAUAN PENERAPAN BIAYA KUALITAS STUDI KASUS PADA PT. PATAL SECANG MAGELANG 00 PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN UNTUK PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 02 HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KARYAWAN TENTANG SISTEM PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PDAM KAB. LEBAK PRO. BANTEN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESIKO INVESTASI SAHAM REAL ESTATE DAN PROPERTI DI BEJ 03 ANALISIS PENGARUH VARIABEL MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM PADA INDUSTRI PLASTIK DAN KEMASAN YANG TERDAFTAR DI BEJ 01 ANALISIS HUBUNGAN ANTARA STRUKTUR MODAL DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN DENGAN KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN 04 PENERAPAN METODE HARGA POKOK VARIABEL UNTUK PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK 03 PERAN PEMERIKSAAN OPRASIONAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI AKTIVITAS PEMASARAN 00 KEMAMPUAN RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI LABA01 ANALISIS BIAYA VOLUME LABA DALAM KONDISI KETIDAKPASTIAN PADA PERUSAHAAN KACANG GARING PT. DWI KELINCI 98 ANALISIS PENGARUH LAVERAGE OPERASI. LAVERAGE KEUANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP RESIKO SISTEMATIK SAHAM 01 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN ARMADA MINIBUS JURUSAN STUDI KASUS PADA PT. MUJUR SURYA TRAVEL MALANG 00 ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. INDOSAT TBK 01 ANALISIS BIAYA VOLUME LABA DALAM KONDISI KETIDAKPASTIAN PADA PERUSAHAAN KACANG GARING PT. DWI KELINCI 98 DAMPAK PENGUMUMAN LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN, VARIABILITAS TINGKAT KEUNTUNGAN DAN PERUBAHAN HARGA SAHAM DI BEJ 02 USULAN PENERAPAN AKUNTANSI SUMBERDAYA MANUSIA SEBAGAI AKTIVA PERUSAHAAN PADA PT. TIGA SERANGKAI 01 DAMPAK LAPORAN KEUANGAN YANG DI PUBLIKASIKAN TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN TINGKAT KEUNTUNGAN DAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ 00 EVALUASI METODE PENYUSUTAN YANG DIPERCEPAT DALAM PERPAJAKAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI STUDI PADA CV. TIMBA KARYA PRATAMA MAGELANG 02 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PERATAAN LABA DAN KAITANNYA DENGAN RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN DI BEJ 01 ANALISIS STRUKTUR MODAL, BIAYA MODAL DAN LABA PER LEMBAR SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH ADANYA RIGHT ISSUE 01 ANALISIS KOMPOSISI PRODUK DAN LABA OPTIMAL DALAM KONDISI KETIDAKPASTIAN 00 PANDANGAN PIHAK KETIGA KHUSUSNYA PERBANKAN TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK 98 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UNDERPRICING PADA PENAWARAN SAHAM PERDANA (IPO) DI BEJ 02 HUBUNGAN ANTARA PEMENUHAN KRITERIA PEMILIHAN PENGECER DALAM MEMBERIKAN PIUTANG DAGANG DENGAN KINERJA PENJUALAN-PENGECER 05 EVALUASI KINERJA PUSAT BIAYA BERDASARKAN INDIKATOR FINANSIAL DAN INDIKATOR NON FINANSIAL PADA SEKSI PENGGILINGAN DVISI PRODUKSI PT. SEMEN GRESIK PABRIK TUBAN I ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP BIAYA PENGEOLAHAN LIMBAH PABRIK PADA PERUSAHAAN PABRIK SPIRTUS MADUKISMO YK 00 ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA PENERAPAN SISTEM JUST IN TIME DENGAN SISTEM KONVENSIONAL DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN PENENTUAN HARGA JUAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN VOLUME PENJUALAN STUDI KASUS PADA UD. ENAM DELAPAN MINERAL YK 05 PENERAPAN HARGA TRANSFER TERHADAP RENCANA PENGEMBANGAN DIVISIONALISASI PT. CHANDRA PRATAMA MOTOR 02 USULAN PENERAPAN AKUNTANSI SUMBERDAYA MANUSIA PADA USAHA JASA TRANSPORTASI STUDI KASUS PADA PO. PERSATUAN 02 ANALISIS PERUBAHAN LABA KOTOR PADA PERTAMINA DAERAH OPERASI HULU (DOH) SUMATERA BAGIAN SELATAN 03 TA PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PT. GUDANG GARAM TBK, PADA POJOK BEJ UNIBRAW 02 ANALISIS BREAK EVEN POINT PADA INDUSTRI KECIL TAS CACTUS DI DIY PERIODE 2000-2002 04 PERKEMBANGAN USAHA PERUSAHAAN KERAJINAN PERAK ASRI SILVER KOTA GEDE YK PERIODE 1998-2002 03 PENGELOLAAN DANA PADA CV. MAHA BIRU YK PERIODE 1999-2002 04 TA PENGEMBANGAN LABA DAN JUMLAH NASABAH PADA PEGADAIAN CABANG PEDAN KLATEN PERIODE 1990-2003 04 PENGARUH OTODA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH STUDI KASUS PADA KABUPATEN SLEMAN 03 ANALISIS TINGKAT KEMAHALAN HARGA SAHAM DAN KINERJA KEUANGAN YANG MEMPENGARUHI STOCK SPLIT 05 ANALISIS RATIO KEUANGAN APBD UNTUK MENILAI KINERJA PEMDA KASUS PADA KABUPATEN MALUKU TENGGARA 03 ANALISIS RATIO KEUANGAN DAERAH PADA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2003 STUDI KASUS PADA PEMERINTAH KABUPATEN FLORES TIMUR 05 PENGARUH STRATEGI REVERSE STOCK SPLIT TERHADAP OWNERSHIP STRUCTURE 05 ANALISIS PERLAKUAN DAN PELAPORAN BIAYA PENGOLAHAN LIMBAH STUDI KASUS PADA PT. SARI HUSADA TBK 05 EVALUASI TENTANG PENERAPAN ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN 03 REAKSI PASAR MODAL INDONESIA TERHADAP PERISTIWA OM KUNINGAN EVEN STUDI 9 SEPTEMBER 2004 05 EVALUASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PENGALOKASIAN BELANJA BERDASARKAN KEP. MENDAGRI NO. 29 TAHUN 2002 DI PEMDA KAB. JEPARA 05 STRATEGIC PLANNING DALAM MENILAI KINERJA PERUSAHAAN DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD SYSTEM 02 PENGAKUAN PENDAPATAN DENGAN METODE PROSENTASI PENYELESAIAN GUNA PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN YANG WAJAR PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV. SANTI ARSA MALANG 99 PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI DAN AKUNTAN TERHADAP ADVERTENSI KANTOR AKUNTAN PUBLIK 03 ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM PERBANKAN DI BES 04 ANALISIS BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA CV. HAMAS MULTI SARANA SEMARANG 01 PENGARUH STOCK SPLIT TERHADAP LIKUIDITAS SAHAM PERUSAHAAN DI BEJ TAHUN 2001-2002 05 ANALISIS PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS DAN RENTABILITAS STUDI KASUS PADA KOPERASI SERBA USAHA DOSEN UGM (KOSUD GAMA) TH 1998-2004 05 ANALISIS PERLAKUAN DAN PELAPORAN BIAYA PENGOLAHAN LIMBAH STUDI KASUS PADA PT. SARI HUSADA TBK 05 KEMUNGKINAN PENERAPAN SISTEM JUST IN TIME PRODUKSI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR STUDI KASUS PADA PT. NAGA SEMUT KEBUMEN 04 PENENTUAN TARIF JASA TRASPRTASI STUDI KASUS PADA PO. DALIMAS 05 EVALUASI SISTEM PEMBERIAN KREDIT TERHADAP KELOMPOK KREDIT USAHA KECIL STUDI KASUS PADA BANK SHINTA BHAKTI WEDI KLATEN 05 PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM PEMBEBANAN BIAYA OVERHEAD PABRIK STUDI KASUS PADA PT. PABRIK CAMBRIS PRISSIMA YK TH 2000 05 ANALISIS PERBANDINGAN PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ANTARA METODE EVA DENGAN ROL 05 EVALUASI PERENCANAAN DENGAN PENGENDALIAN BIAYA BAKU STUDI KASUS PADA PT. PABRIK CAMBRIS PRISSIMA MEDARI SLEMAN YK 05 PENGARUH PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP PENIGNKATAN MUTU PRODUK STUDI KASUS PADA PT. LEMBAH KARYA PADANG SUMBAR 05 EVALUASI PENENTUAN TARIF KAMAR HOTEL STUDI KASUS PADA HOTEL ROS IN BANTUL YK 04 PENERAPAN SISTEM JUST IN TIME PRODUKSI DAN PENGARUHNYA TERHADAP BIAYA YANG TIDAK BERNILAI TAMBAH NON VALUE ADDED COST (STUDI KASUS PADA PT. MACANAN JAYA CEMERLANG KLATEN) 05 PENGARUH EARNING PER SHARE (EFS) DAN DEBT TO EQULITY RATIO (DER) TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM STUDI EMPIRIS PADA BEJ 05 PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH KOTA YK 06 EVALUASI SISTEM PEMBERIAN KREDIT TERHADAP KELOMPOK KREDIT USAHA KECIL STUDI KASUS PADA BANK SHINTA BHAKTI WEDI KLATEN 05 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEPENDENSI PENAMPILAN AKUNTAN PUBLIK STUDI PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DAN BANK DI YK 06 MANFAAT INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGHENTIKAN ATAU MELANJUTKAN PRODUK TERTENTU 05 ANALISIS PERBANDINGAN PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN DENGAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED DAN RETURN ON INVESTMENT 05 PENGARUH PBULIKASI LAPORAN ARUS KAS TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN SAHAM S TUDI KASUS PERISTIWA PADA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ TAHUN 1995 DAN 1996 05 PENGARUH PEMILIHAN METODE AKUNTANSI TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PERDANA STUDI EMPIRIS TERHADAP PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LISTING DI BEJ PADA PERIODE 1994-2002 05 PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP TINGKAT PENJUALAN STUDI KASUS PADA 4 COUNTER HANDPHONE YAITU OGOT PHONE, MA CELL, CELLINDO, PARAH SELL 05 ANALISIS INFORMASI PROSPEKTUS YANG BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT UNDERPRICED PADA PENAWARAN PERDANA DI BEJ 2001 EVALUASI HARGA JUAL PRODUK (METODE COST PLUS PRINCING) DENGAN PENDEKATAN FULL COSTING STUDI KASUS PADA PT GENTENG BETON AJRI 2004 ANALISIS PENENTUAN POLA PRODUKSI SEBAGAI UPAYA MENCAPAI EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PT KUSUMATEX YOGYAKARTA2002 HUBUNGAN ANTARA JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA DAN KONDISI FISIK LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. INDUSTRI SANDANG II (PERSERO) PABRIKTEK TEGAL JAWA TENGAH 2002 8220PENERAPAN BALACED SCORECARD SEBAGAI SISTEM PENILAIAN KINERJA PADA PT. BPR SINTA DOYA 2004 8220 ANALISIS KEBANGKRUTAN INDUSTRI PERBANKAN DI INDONESIA 2002 EVALUASI KINERJA PELAYANAN KESEHATAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SLEMAN 2006 APLIKASI PROGRAM FOXBASET PADA SISTEM PENGGAJIAN PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MAGELANG 2000 PENERAPAN DAC EASY ACCOUNTING PADA LAPORAN KEUANGAN BULAN MEI 2000 DI PT JAMSOSTEK (PERSERO) CABANG DIY ANALISIS PENGARUH DIVIDEN, LABA, DAN DEBTO EQUITY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM DI BEJ 2000 ANALISIS PERBANDINGAN PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ANTARA METODE EVA DENGAN ROL 2005 PENGARUH PENGUMUMAN PERUBAHAN HARGA BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA (EVENT) TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI KASUS PADA BEJ) 2002 PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK (STUDI KASUS PDAM KAB. SRAGEN) 8211 2005 Judul Contoh Skripsi Akuntansi Perusahaan KODE O-2 PENENTUAN SAHAM YANG PALING MENGUNTUNGKAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) PADA 20 BIGGEST MARKET CAPITALIZATION2003 PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP PRODUKTIVITA S KERJA KARYAWAN BAGIAN JAHIT PADA PERUSAHAAN GARMENT CV. SUKA PANDAWA DENPASAR2001 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN AUTOMOTIF AND ALLIED PRODUCT YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA2006 ANALISIS RATIO DAN EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN TEKSTIL KUSUMATEX YOGYAKARTA2004 PERBEDAAN SISTEM PEMBERIAN UPAH BERDASAR JAM KERJA DENGAN SISTEM PEMBERIAN UPAH BERDASARKAN HASIL KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. TULUS TRI TUNGGAL SURABAYA2000 KARYA ILMIAH. PENGARUH PROFITABILITAS BANK TERHADAP KETEPATAN WAKTU PELAPORAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN OPINI AUDIT SEBAGAI MODERATING VARIABEL2003 ANALISIS PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS DAN RENTABILITAS (STUDI KASUS PADA KOSUDGAMA 1998-2004)2005 ANALISIS PENGARUH VARIABEL MAKRO TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM MANUFAKTUR DI BEJ2003 PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PENJUALAN KONSINYASI DAN ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PERUSAHAAN UNTUK MELAKUKAN PENJUALAN KONSINYASI(SK. DI SUPERMARKET SRIKANDI MALANG)2002 PENGENDALIAN LOGISTIK OBAT DAN PERALATAN MEDIS SEBAGAI PENUNJANG EFEKTIFITAS OPERASIONAL PADA RSJ PUSAT LAWANG1999 ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN DALAM PENGELOLAAN PERSEDIAAN OBAT PADA RUMAH SAKIT SYUHADA8217 HAJI BLITAR PENGARUH DEVIDEND PAYOUT RATIO (DPR), LEVERAGE RATIO (LR) DAN PRICE PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI BERDASARKAN RBC (RISK BASED CAPITAL) STUDI KASUS PT. (PERSERO) ASKRINDO JAKARTA ANALISIS PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP RENTABILITAS EKONOMI STUDI KASUS PADA PT MADU BARU PERIODE 1992 -2001 PENGAMBILAN KEPUTUSAN JANGKA PENDEK MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS DENGAN MENGGUNAKAN METODE VARIABEL COSTING ANALISIS EFISIENSI BIAYA TRANSPORTASI BAHAN BAKU (STUDI KASUS PADA PGPS MADU BARU PT DI KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA) ANALISIS RATIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN PEGADAIAN KANWIL BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NO. 198KMK 0.161998 PENGARUH BIAYA KUALITAS TERHADAP PRODUKTIVITAS BERKAIT LABA STUSI KASUS PADA 8220PT. MENARA KARTIKA BUANA ANALISIS HUBUNGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN DI BEJ AUDIT PIUTANG DAN ESTIMASI KERUGIAN PIUTANG GUNA MENILAI KEWAJARAN PENYAJIAN PIUTANG DALAM LAPORAN KEUANGAN ANALISIS RASIO KEUANGAN APBD UNTUK MENILAI KINERJA PEMERINTAH DAERAH (KASUS PADA KABUPATEN MALUKU TENGGARA) PENGARUH TRAINING MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PENGEMBANGAN TENAGA KERJA BAGIAN PRODUKSI PABRIK GULA SOEDHONO NGAWI ANALISIS BREAK EVENT POINT SEBAGAI DASAR PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM PADA PT.PG.KEBON AGUNG MALANG AKUNTANSI SOSIAL SEBAGAI PERTANGUNGJAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN TERHADAP LINGKUNGAN (STUDI KASUS PADA PG. TJOEKIR DIWEK JOMBLANG) ANALISIS VALUE CHAIN DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI DAN KEUNGGULAN BERSAING (STUDI KASUS PADA INDUSTRI GULA PT PG. KEBUN AGUNG MALANG) ANALISIS RETURN SAHAM DAN AKTIVITAS VOLUME PERDANGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN STOCK SPLIT DI BURSA E FEK JAKARTA, 03 ANGGARAN KAS SEBAGAI PERENCANAAN KEUANGAN, 93 TA ANALISIS RENTABILITAS PADA KUD TANI BINANGUN BANGUNTAPAN BANTUL PERIODE 1998-2002, 03 AUDIT MANAJEMEN PERSONALIA (STUDI KASUS PADA PT. SUKSES SUMATRA TIMBER DI PALEMBANG), 08 ANALISIS EFEKTIVITAS PEMBERIAN KREDIT GADAI PADA CABANG PERUM PEGADAIAN TANGGUL JEMBER, 03 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA, 07 PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN AKUNTANSI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN SWASTA DI SEMARANG, 07 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT UNDERPRICING PADA PENAWARAN SAHAM PERDANA DI BURSA EFEK JAKARTA, 07 PENGARUH SISTEM NILAI TERHADAP PERSEPSI ATAS INTENSITAS MORAL. STUDI EMPIRIS TERHADAP MAHASISWA AKUNTANSI UNIVERSITAS ISLAM UNISSULA SEMARANG, 07 ANALISIS KINERJA SAHAM KATEGORI JAKARATA ISLAMIC INDEKS DENGAN PENDEKATAN RETURN DAN RISIKO (STUDI KASUS PADA JAKARTA ISLAMIC INDEKS DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2003-2005), 06 KEAHLIAN KEUANGAN ANGGOTA KOMITE AUDIT, CORPORATE GOVERNANCE DAN KUALITAS AKRUAL (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN GO-PUBLIK TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA), 07 PENGARUH INDIKATOR MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA, 06 ANALISIS RETURN SAHAM SETELAH PEMBALIKAN HARGA PADA PERUSAHAAN YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA (STUDI KASUS PADA SAHAM LQ-45), 07 PENGARUH PERMODALAN. LIKUIDITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP NON PERFORMING LOAN (NPL), 06 ANALSIS PENGARUH PERUBAHAN EARNING PER SHARE (EPS), PERUBAHAN ARUS KAS, PERUBAHAN PENDAPATAN, PELAPORAN SELISIH KURS, DAN METODE AKUNTANSI PELAPORAN SELISIH KURS TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN PUBLIK DI BEJ TAHUN 2000-2004, 06 ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP AKTIVA TETAP BERDASARKAN PSAK NO.16 (STUDI KASUS PADA PT.PLN (PERSERO) AREA PELAYANAN PELANGGAN DAN JARINGAN SEMARANG), 07 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERATAAN LABA (INCOME SMOOTHING) PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA, 06 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERATAAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA, 07 ANALISIS FUNDAMENTAL YANG BERPENGARUH TERHADAP CASH DIVIDEN PADA KELOMPOK SAHAM LQ-45, 07 PENGARUH METODE AKUNTANSI PERSEDIAN, METODE AKUNTANSI PENYUSUTAN AKTIVA TETAP, REPUTASI UNDERWRITER, REPUTASI AUDITOR, DAN RETURN ON ASSETS (ROA) TERHADAP TINGKAT UNDERPRICING SAHAM PADA PENAWARAN PERDANA, 06 ANALISIS KEBANGKRUTAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN (STUDI KASUS PADA KELOMPOK PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2001-2004), 07 ANALISIS INDIKASI TINDAKAN MANAJEMEN LABA PADA PERIODE SEBELUM PENAWARAN PERDANA, 07 ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA AKUNTAN PUBLIK (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS DIPONEGORO), 07 MODERASI ALIRAN KAS BEBAS TERHADAP HUBUNGAN RASIO PEMBAYARAN DIVIDEN DAN PENGELUARAN MODAL DENGAN EARNING RESPONSE COEFFICIENT (ERC), 07 PENGARUH RASIO PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP RETURN SAHAM, 07 PENGARUH ANGGARAN PARTISIPATIF TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (STUDI KASUS PADA PT.APAC INTI CORPORA), 06 PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE PADA KUALITAS LABA DAN NILAI PERUSAHAAN, 07 PENGARUH SISTEM NILAI TERHADAP PERSEPSI ATAS INTENSITAS MORAL. STUDI EMPIRIS PADA MAHASISWA AKUNTANSI EKSTENSI UNVERSITAS DIPONEGORO, 07 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM PERUSAHAAN BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK JAKARTA, 06 PERUBAHAN HARGA SAHAM SEBELUM, PADA SAAT DAN SESUADAH EX-DEVIDEND DAY (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ PERIODE 2000-2004), 06 PENGARUH NILAI-NILAI INDIVIDU TERHADAP PERSEPSI INTENSITAS MORAL (STUDI EMPIRIS PADA MAHASISWA AKUNTANSI UNIVERSITAS DIPONEGORO), 07 PENGARUH INDIKATOR MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE DALAM PERUBAHAN YANG MENGALAMI PERMASALAH KEUANGAN, 07 PENGARUH NILAI PERSONAL, NILAI SOSIAL, DAN NILAI MORAL TERHADAP PERSEPSI ATAS INTENSITAS MORAL. SEBUAH STUDI EMPIRIS PADA MAHASISWA AKUNTANSI UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA, 07 ANALISIS PENGARUH ANGKA LABA KOTOR, ANGKA LABA OPERASI DAN ANGKA BERSIH TERHADAP REAKSI INVESTOR DI BURSA EFEK JAKARTA, 07 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN SUKARELA (VOLUNTARY DISCLOSURE) DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA, 07 ANALISIS PENGARUH EVA, ROE DAN ROI TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEJ TAHUN 2002-2004), 07 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEVIDEN PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LISTED DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2002-2004, 07 ANALISIS HARGA POKOK PENJUALAN, MARK UP, KEBIJAKAN HARGA JUAL PRODUK LOKAL DAN PRODUK IMPOR (STUDI KASUS PADA PT. NATIONAL PANASONIC GOBEL), 06 PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DENGAN KOMITMEN ORGANISASI DAN JOB RELEVANT INFORMATION (JRI) SEBAGAI VARIABEL MODERATING, 07 ANALISIS PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP CAPITAL GAIN PERUSAHAA N MANUFAKTUR (STUDI KASUS BURSA EFEK JAKARTA PERIODE TAHUN 2002-2004), 07 PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP KINERJA OPERASI DAN RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ PERIODE TAHUN 2000-2004, 06 PENGARUH RETURN ON INVESTMEN (ROI) DAN PRICE TO BOOK VALUE RATIO (PBV) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK JAKARTA, 07 ANALISIS PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN TUNAI TERHADAP RETURN SAHAM PERUSHAAN LQ-45 DI BEJ TAHUN 2001-2004, 07 ANALISIS PENGARUH KOMISARIS INDEPENDEN, KOMITE AUDIT, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP MANAJEMEN LABA (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG LISTING DI BEJ TAHUN 2003), 06 ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPRODUKSI PERTUMBUHAN LABA, 07 EVALUASI KINERJA MANAJEMEN DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP BALANCED SCORECARD (STUDI KASUS PADA PT. MADU BARU, KASIHAN, BANTUL, YOGYAKARTA, 03 ANALISIS PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN BERDASARKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN RETURN ON INVESTMENT (ROI) DI PT. ASTRA INTERNATIONAL TBK, 03 ANALISIS PENGARUH ARUS KAS OPERASI TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN PERSISTENSI LABA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING, 07 PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, LEVERAGE DAN RISIKO SISTEMATIS TERHADAP RETURN SAHAM (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI JII TAHUN 2004-2006), 09 PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL DAN RISIKO SISTEMATIS TERHADAP RETURN SAHAM LQ45 TAHUN 2003-2005, 07 EVALUASI PENGENDALIAN INTERN TERHADAP SISTEM PENGAJIAN DAN PENGUPAHAN PADA UNIT PENGANTONGAN PUPUK PT. PUSRI SURABAYA, 07 PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ-45 DI BURSA EFEK JAKARTA, 06 ANALISIS PENGARUH RETURN ON INVESMENT DAN ECONOMIC VALUE ADDED TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA, 09 PENGARUH PEMAHAMAN KODE ETIK, NILAI ETIS, PRINSIP MORAL DAN KOMPENSASI TERHADAP PERILAKU ETIS (STUDI KASUS: AKUNTAN PUBLIK DI KOTA SEMARANG), 06 ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PORTOFOLIO REKSA DANA SAHAM DAN REKSA DANA CAMPURAN, 06 PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP ABNORMAL RETURN SAHAM PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEJ TAHUN 2003-2007, 08 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PT. ANEKA JASA GRHADIKA, 04 Judul Contoh Skripsi Akuntansi Perusahaan KODE Y-05 PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KAYU PT. INDAH KARYA ABADI SWAMILL TERAWAN SAMPIT 94 PENTINGNYA PEMILIHAN METODE PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI YANG SESUAI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEWAJARAN LAPORAN PERHITUNGAN RUGI-LABA PADA PT X DI SURABAYA 93 PELAKSANAAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN BAHAN BAKU GUNA MENCAPAI TARGET PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KECAP CAP TAWON MADU DI BOJONEGORO 94 FUNGSI BUDGET BIAYA TENAGA KERJA SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI EFISIENSI TENAGA KERJA LANGSUNG PADA PT. BOMA STORK PASURUAN 95 PENGARUH KEBIJAKSANAAN AKUNTANSI ATAS PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TERHADAP LAPORAN RUGI-LABA PADA PERUSAHAAN MEBEL IHTIYAR JAYA SURABAYA 95 STUDI EVALUASI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK STUDI KASUS PADA PDAM KAB. DATI II KEBUMEN 93 PENGARUH AKUNTASI AKTIVA TETAP DAN PENYUSUTANNYA DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA KUD PRASOJO GURAH KAB. KEDIRI 94 PENTINGNYA BUDGET KAS DALAM MEMBANTU PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN KAS PADA PT. PERKEBUNAN XXIII (PERSERO) SURABAYA 96 PENTINGYA PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN SEPEDA PT. SPINDO MAKMUR MALANG 94 PENGARUH PENGGUNAAN KREDIT TERHADAP LIKUIDITAS, RENTABILITAS EKONOMI, DAN RENTABILITAS MODAL SENDIRI PADA PT. ALKA FURNITURE SEMARANG 94 ANALISA LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR MENILAI PERKEMBANGAN USAHA PADA PERUM SANG HYANG SERI CABANG JATIM 94 CAPITAL BUDGETING SEBAGAI ALAT PENILAIAN KEBIJAKSANAAN INVESTASI AKTIVA TETAP PADA PERUSAHAAN GARMENT MATARAM YOGYAKARTA 94 USAHA PEMENUHAN KEBUTUHAN MODAL KERJA DENGAN MEMPERGUNAKAN MODAL SENDIRI UNTUK MENINGKATKAN LIKUIDITAS DAN RENTABILITAS STUDI KASUS PADA GRAPHIC BUSANA GARMENT INDUSTRY DI MALANG 94 KEBIJAKSANAAN PENYUSUTAN AKTIVA TETAP DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN YANG WAJAR PADA PERUM DAMRI STASIUN SURABAYA 96 INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI 95 PENGGUNAAN METODE ATTRIBUTE SAMPLING UNTUK PENGUJIAN KEPATUHAN TERHADAP SISTEM PENGAWASAN INTERN SIKLUS PEMBELIAN STUDI KASUS PADA PT. TJIPTA NIAGA CABANG YK 92 DIRECT COSTING SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN ROKOK SUKUN DI KUDUS 94 PERANAN RESPONSIBILITY ACCOUNTING SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PADA PUSAT KOPERASI PEGAWAI NEGERI (PKPN) KAB. MALANG 94 SIFAT DAN HUBUNGAN STRUKTURAL REKENING-REKENING DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA PT. BRI CABANG PROBOLINGGO 94 PENEREPAN TEKNIK CAPITAL BUDGETING GUNA EVALUASI KELAYAKAN RENCANA PEMBELIAN AKTIVA TETAP PADA PERCETAKAN KARYA GRAFIKA INDONESIA MALANG 94 MANAGEMENT KAS YANG TEPAT PADA KANTOR DAERAH PELAYANAN TELEKOMUNIKASI KANDATEL BLITAR 95 PENGARUH AKUNTANSI KEBIJAKSANAAN PENYUSUTAN AKTIVA TETAP DALAM PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PG. REJO AGUNG MADIUN 95 PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PERSEDIAAN BAHAN BAKU GUNA MENINGKATKAN PRODUKSI PADA PT. SULINDO MAS JAYA PANDAAN PASURUAN 94 PENTINGYA INTERNAL CONTROL YANG BAIK ATAS PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. CENTRAL MANDRAKARYA MALANG 95 STANDARD COST OVERHEAD PABRIK SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PADA PERUSAHAAN ROKOK SENTAUSA KARANGPLOSO MALANG 96 PENENTUAN PENGEMBANGAN PRODUK BARU DENGAN ANALISIS DAUR HIDUP PRODUK STUDI KASUS DI PT. SARI HUSADA YK TH 1990 90 PERANAN RESPONSIBILITY ACCOUNTING SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PADA KOPERASI KARYAWAN SAMPOERNA MALANG 94 PENTINGYA PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PERSEDIAAN BAHAN BAKU GUNA EFISIENSI MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN KERAMIK DJOKO SUHERI MALANG 95 PENGUKURAN PRESTASI MANAGER DIVISI DENGAN ROI 93 MANAGEMENT KAS UNTUK MENJAGA LIKUIDITAS PADA PERUSAHAAN DISTRIBUTOR PERALATAN KANTOR DAN KOMPUTER CV. TUNAS ABADI MALANG 95 PERANAN RESPONSIBILITY ACCOUNTING SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PADA KOPERASI PEGAWAI NEGERI SEJATI JATIGORO TUBAN 95 ANALISIS PERBANDINGAN BREAK EVENT ANTARA PENDEKATAN KONVENSIONAL DAN PENDEKATAN ACTIVITY BASED COSTING 96 AKUNTANSI AKTIVA TETAP PADA PT. PG. KEBON AGUNG MALANG 94 AKUNTANSI AKTIVA TETAP DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PRIMKOPTI SEMARANG BARANG 94 PERANAN AKUNTANSI BIAYA DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA P2G MADUBARU PT. DI YOGYAKARTA 94 AKUNTANSI PENYUSUTAN AKTIVA TETAP DAN PENGARUHNYA DALAM LAPORAN KEUANGAN PDA KUD BAHAGIA KEC. BARENG KAB. JOMBANG 95 EVALUASI ATAS PENGENDALIAN KASBANK DALAM KAITANNYA DENGAN PENERIMAAN PENDAPATAN JASA TELEKOMUNIKASI DI KANTOR DAERAH PELAYANAN TEELEKOMUNIKASI KANDATEL SEMARANG 96 PENILAIAN PIUTANG USAHA DALAM USAHA MENINGKATKAN LABA PERUSAHAAN SUATU STUDI DI KANDATEL SOLO 94 INTRA COMPANY TRANSFER PRICING DAN PENGUKURAN PERFORMANCE DENGAN RETURN ON CAPITAL EMPLOYED 74 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA DI PABRIK KULIT SUMBER SETIA PROBOLINGGO 95 PENTINGNYA BUDGET KAS UNTUK MENUNJANG TINGKAT LIKUIDITAS PADA PERUSAHAAN ROKOK S.M. ADI BUNGSU MALANG 94 AKUNTANSI AKTIVA TETAP DAN KEBIJAKSANAAN PENYUSUTANNYA UNTUK TUJUAN KEWAJARAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN TENUN PANDAN SARI PANDAAN PASURUAN 95 PENYUSUNAN ANGGARAN KAS DALAM MEMPERBAIKI LIKUIDITAS USAHA PADA PERUM SANG HYANG SERI CABANG JATIM 94 ANGGARAN BIAYA TENAGA KERJA SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PADA PERUSAHAAN ROKOK PT. CAKRA GUNA CIPTA MALANG 94 TINJAUAN TENTANG MANAJEMEN PERKREDITAN GUNA UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL CABANG MALANG 94 PENGARUH KEBIJAKSANAAN PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TERHADAP PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PO. CV. BARUAN SNW KEDIRI 95 KEBIJAKSANAAN AKUNTANSI ATAS AKTIVA TETAP DALAM KAITANNYA DENGAN KEWAJARAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA CV. PO TENTREM MALANG 94 PENGGUNAAN MODAL KERJA YANG EFEKTIF DALAM RANGKA MENINGKATKAN RENTABILITAS DAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA PADA KOPERASI SAE PUJON 95 OPTIMALISASI LUAS PRODUKSI GENTENG STUDI KASUS PERUSAHAAN GENTENG SK 2 BERJO, SIDOLUHUR, GODEAN, SLEMAN, YK 96 PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DITINJAU DARI ANALISIS RENTABILITAS, LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS STUDI KASUS PADA PT. TELKOM-INDONESIA TAHUN 1993-1997 99 PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU STUDI KASUS PADA PT. MEGA ADHI KARSA 99 PERBANDINGAN METODE MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY TERHADAP PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU 99 PENENTUAN KOMBINASI LUAS PRODUKSI OPTIMAL PADA PERUSAHAAN SABUN LOMBOK IJO DI SRAGO, KLATEN, JATENG 97 EVALUASI ANGGARAN PEMBERIAN KREDIT USAHA KECIL TAHUN 1993-1996 DAN PREDIKSI PEMBERIAN KREDIT USAHA KECIL TAHUN 1998 97 PENENTUAN TARIP BIAYA PRODUKSI TIDAK LANGSUNG STUDI KASUS PADA PN LOKANANTA SURAKARTA 77 ANALISIS PERUBAHAN LABA KOTOR PADA PERUSAHAAN TEGEL MUTIARA YOGYAKARTA 90 EVALUASI TERHADAP KEPUTUSAN-KEPUTUSAN JANGKA PENDEK PADA PT. INDUSTRI SANDANG II UNIT PATAL SECANG 96 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA BAHAN BAKU STUDI KASUS PERUSAHAAN TEGEL PT. DIAMOND BARU YK TH 90 90 MANAJEMEN PENGENDALIAN PADA PT. MRU NUSA TENGGARA TIMUR 94 PEMERIKSAAN AKUNTAN TERHADAP PERSEDIAAN 94 EVALUASI TERHADAP EFEKTIVITAS MEDIA PROMOSI PADA PERUSAHAAN X 87 ANALISA STANDARD BIAYA BAHAN BAKU SEBAGAI DASAR PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. INDUSTRI SANDANG II PATAL GRATI PASURUAN 88 PENGARUH DEPRESIASI TERHADAP PENGGANTIAN AKTIVA TETAP 94 PENGAWASAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU STUDI KASUS DI BAGIAN SPINNING PT. SARI WARNA ASLI UNIT II BOYOLALI PADA PERIODE 1988-1992 1991 INVESTASI PIUTANG SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENINGKATKAN RENTABILTIAS DI PERUSAHAAN TEGEL PYRAMID YK 91 ANALISIS EFISIENSI BIAYA TRANSPORTASI BAHAN BAKU STUDI KASUS PADA PGPS MADUBARU PT. DI KAB. BANTUL YK 97 PENENTUAN PRODUK OPTIMAL DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING STUDI KASUS PERUSAHAAN KERTAS PT. BLABAK MAGELANG JATENG 97 ANALISIS PENYAJIAN LAPORAN NILAI TAMBAH SEBAGAI ALTERNATIF PENILAIAN KINERJA PADA PT. BNI PERSERO 99 SUMBER-SUMBER DANA BANK BESERTA ALOKASINYA DI BANK PEMBANGUNAN DAERAH CABANG DAERAH TINGKAT II BANTUL 91 SISTEM PEMBERIAN KREDIT STUDI KASUS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH KANTOR CABANG BANTUL YK 91 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TEGEL TERASO PYRAMID YK 95 STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN TEGEL BETON amp TERASO PYRAMID YK 96 ANALISIS HUBUNGAN ANTARA EFISIENSI ANGGARAN BIAYA PADA PEMASARAN DENGAN EFEKTIVITAS PENJUALAN STUDI KASUS PADA PT. INDO CIPTA WISESA SEMARANG 00 ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN METODE HARGA POKOK VARIABEL GUNA PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN INDUSTRI KERAJINAN MARMER SERBA USAHA DI TULUNG AGUNG 89 PENTINGNYA BUDGET SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU PT. ROMOS ICI SURABAYA 91 ANALISA BIAYA RELEVAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGHENTIKAN ATAU MENERUSKAN SUATU JENIS PRODUK TERTENTU PADA PT. PERKEBUNAN XXIII PERSERO UNIT PABRIK KARET DAN PENGOLAHAN BAHAN TRETES NGAWI 92 PENGGUNAAN ATTRIBUTE SAMPLING UNTUK PENGUJIAN KEPATUHAN TERHADAP SISTEM INTERNAL CONTROL PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PT. PG. KREBET BARU BULULAWANG MALANG 95 PERLAKUAN AKUNTANSI TRANSAKSI LEASE DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN TINJAUAN PERUSAHAAN ROKOK GANDUM MALANG 92 BUDGET BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN TIMBANGAN INDONESIA MERK PERTIN DI MALANG 97 PERHITUNGAN BIAYA BONGKAR PETI KEMAS SEBAGAI SARANA PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PADA EKSPEDISI MUATAN KAPAL LAUT X DI SURABAYA 89 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN LABA PERUSAHAAN DENGAN ANALISA BREAK EVEN POINT PADA PERUSAHAAN PT. INDUSTRI SANDANG II PERSERO UNIT PATAL DI LAWANG MALANG 90 SISTEM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA OPERASIONAL PADA PERUSAHAAN UMUM ANKASA PURA I BANDAR UDARA JUANDA DI SURABAYA 90 EVALUASI DAN PENYEMPURNAAN ATAS PENENTUAN METODE HARGA POKOK PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KOPI BUBUK BANYUATIS SINGARAJA 93 PERHITUNGAN TARIP BIAYA OVERHEAD PABRIK DALAM RANGKA PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT. PABRIK BULA KEBON AGUNG MALANG 92 MANAJEMEN PERSEDIAAN DALAM RANGKA MENUJU EFISIENSI MODAL KERJA STUDI KASUS PADA PT. SARINAH DEPT. STORE CABANG MALANG 96 PERBANDINGAN PENENTUAN BIAYA PRODUKSI METODE KONVERSIONAL DENGAN PENENTUAN BIAYA PRODUKSI BERDASARKAN AKTIVITAS 98 PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI PEMBANGUNAN BADAN KAPAL GUNA MENETAPKAN HARGA JUAL KAPAL PADA PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA 96 HARGA TRANSFER SEBAGAI ALAT PENILAIAN PRESTASI PUSAT-PUSAT LABA PADA PENGUSAHAAN SUTRA ALAM BLITAR DAN PENGUSAHAAN SUTRA ALAM PARE 97 PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN GENTENG PT. LESTARI JAYA MALANG 98 PERANAN BUDGET OPERASIONAL UNTUK MENILAI EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS KELANCARAN PEMBANGUNAN PROYEK PADA PT. JAYA ALUMUNIUM INDONESIA DI SURABAYA 96 ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS PADA PERUSAHAAN ROTAN PT. SURYA KENCANA RN TANGGULANGIN SIDOARJO 97 EVALUASI EXPLOITATION COST GULA DIBANDINGKAN DENGAN HARGA POKOK PRODUKSI GULA DENGAN TUJUAN UNTUK PENETAPAN HARGA POKOK PRODUK PADA PT. PG. KREBET BARU BULULAWANG MALANG 95 PEMERIKSAAN OPERASIONAL FUNGSI PENJUALAN UNTUK MENGUKUR EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS GUNA MENINGKATKAN LABA PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT. IKA CITRA FISHTAMA PEKALONGAN 97 OPERASIONAL AUDIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PADA BAGIAN PRODUKSI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA X PERSERO PG. TOELANGAN SIDOARJO 97 PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PENYISIHAN KERUGIAN PIUTANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PT. MERTEX INDONESIA DI MOJOKERTO 96 EVALUASI AKTIVA TETAP MESIN TERHADAP KEBIJAKSANAAN LEASING PADA PERCETAKAN SUMBERSARI DI MALANG 97 PENERAPAN METODE PENGAKUAN PENDAPATAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PEROLEHAN LABA PADA PT. PERSERO INDA KARYA 97 PENENTUAN HARGA TRANSFER SEBAGAI SALAH SATU DASAR DALAM MENILAI PRESTASI DIVISI PERUSAHAAN PT. SEMEN GRESIK PERSERO 97 ANALISA BIAYA PEMASARAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN KEGIATAN PEMASARAN STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PLASTIK PT. SISO BANGUN SINGOSARI MALANG 96 ANALISIS PENGARUH KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN PINJAMAN NASABAH TERHADAP RENTABILITAS EKONOMI PADA PT. BPR RAJEKWEWSI SUMBEREJO BOJONEGORO 97 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODAL KERJA PIUTANG DALAM KAITANNYA DENGAN UPAYA PENINGKATAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN PLASTIK CV. MARINI SIDOARJO 97 ANALISA PENGARUH PEMBEBANAN BOP BERDASARKAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING TERHADAP TINGKAT VOLUME PENJUALAN BENANG PADA PT. SECANG MAGELANG 97 PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SURAKARTA 98 ANALISIS RATIO KEUANGAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT UKUR KEBERHASILAN MANAJEMEN DALAM MENGELOLA PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT. MADURA GUANO DI BANGKALAN MADURA 97 ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI SARANA MENGEVALUASI USULAN INVESTASI AKTIVA TETAP DALAM USAHA MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA PT. PUSPITA ABADI SEMARANG 97 ANALISA SISTEM DAN PROSEDUR PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. DWI TUNGGAL MARMER INDAH TULUNGAGUNG 97 EVALUASI ATAS PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNG JAWABAN SEBAGAI ALAT BANTU PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. DUTAMARINA SHIPYARD SURABAYA 98 EVALUASI PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI STUDI KASUS PADA PT. PG KEBON AGUNG TRANGKIL PATI 97 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT PENILAIAN KEBERHASILAN MANAJEMEN STUDI KASUS PADA PT. POLOWIJO GOSARI SIDAYU GRESIK 96 PERANAN BUDGET DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI USAHA PADA PERUSAHAAN TEKSTIL PT. INDUSTRI SANDANG II UNIT PATAL GRATI DI PASURUAN 97 PENENTUAN SUMBER PEMBELANJAAN YANG TEPAT UNTUK MENCIPTAKAN KESEIMBANGAN STRUKTUR FINANSIAL 97 TEKNIK ANALISIS RATIO SEBAGAI DASAR PERTIMBANGAN KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM PADA PT. HM. SAMPOERNA DI BES 97 PEMERIKSAAN OPERASIONAL TERHADAP FUNGSI PRODUKSI DALAM RANGKA MENILAI TINGKAT EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PADA PT. KARMADI MAKMUR MALANG DI MALANG 97 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI GUNA MENCEGAH NON VALUE ADDED BIAYA PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN KONVEKSI ARTIKA BARENG KUDUS 97 PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KONVEKSI ARTIKA BARENG KUDUS 97 EVALUASI TERHADAP PENERAPAN BUDGET BAHAN BAKU SEBAGAI SALAH SATU ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU STUDI KASUS PADA PT. INDUSTRI SANDANG II PATAL GRATI 97 PENGGUNAAN ATTRIBUTE SAMPLING UNTUK PENGUJIAN KEPATUHAN TERHADAP SISTEM INTERNAL CONTROL PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PT. PG. KREBET BARU BULULAWANG MALANG 95 OPERASIONAL AUDIT DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PADA BAGIAN PRODUKSI PT.WAHANA UBITAL LESTARI SITUBONDO 97 PENGARUH PEMBERIAN KREDIT TERHADAP PENDAPATAN PENGUSAHA GOLONGAN EKONOMI KECIL STUDI KASUS PADA PT. TASPEN PERSERO KACAB MALANG 96 EVALUASI ATAS HARGA POKOK PROYEK DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PENETAPAN LABA KOTOR PADA CV. IKA JAYA MOJOKERTO 97 APLIKASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PT. YUNIMAS UTAMA TOYS PASURUAN 97 PENTINGNYA ANALISA LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KEBERHASILAN MANAJEMEN DALAM MENGELOLA KOPERASI UNIT DESA AKUR TAKERAN MAGETAN 97 ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI KAITANNYA DENGAN PENJUALAN SERTA PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN PASTA PT. SARIMAS REKSAGUNA MALANG 97 ANALISIS KEBIJAKSANAAN PENENTUAN HARGA TRANSFER TERHADAP KONTRIBUSI LABA GUNA PENILAIAN PRESTASI MANAJER DIVISI PADA PERUSAHAAN BATIK IMRON ROSASI HAMIDAH PEKALONGAN 97 EVALUASI EXPLOITATION COST GULA DIBANDINGKAN DENGAN HARGA POKOK PRODUKSI GULA DENGAN TUJUAN UNTUK PENETAPAN HARGA POKOK PRODUK PADA PT. PG. KREBET BARU BULULAWANG MALANG 95 EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA MELALUI PENGENDALIAN PIUTANG UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PT. KEDIRI WOOD INDUSTRY 97 ANALISIS BIAYA STANDAR SEBAGAI SALAH SATU ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN TENUN FIRMA SARTIMBOEL NGUNUT TULUNGAGUNG 97 ANALISA LABA KOTOR DALAM HUBUNGANNYA DENGAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PT. DIANAN SAKTI SURYA PLASTIK INDUSTRI DI GROGOL, SUKOHARJO 96 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PERUSAHAAN ROKOK DJAGUNG PADI MALANG 98 ANALISA RATIO SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN TENUN PELANGI LAWANG MALANG 97 PERAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI SALAH SATU DASAR PENILAIAN PRESTASI MANAJEMEN PADA PT. BARATA INDONESIA PERSERO 97 PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS PENDAPATAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PT. ANGKUTAN SUNGAI DANAU DAN PENYEBERANGAN ASOP PERSERO CABANG SURABAYA 97 ANALISA LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGEVALUASI POSISI KEUANGAN DAN PERKEMBANGAN USAHA KUD SARIBUMI BULULAWANG MALANG 94 AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK SUKET TEKI MALANG 96 ANALISIS STRUKTUR FINANSIAL UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PT. CANDI MEKAR PEMALANG 97 PERANAN PENGENDALIAN DALAM BILLING SYSTEM YANG TERKOMPUTERISASI UNTUK MENGHASILKAN TAGIHAN YANG AKURAT DAN TEPAT WAKTU STUDI KASUS PADA KANDATEL BANDUNG 95 KEBIJAKSANAAN PENJUALAN KREDIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP RENTABILITAS PERUSAHAAN PADA PT. INTAF LUMAJANG 97 PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN MEBEL CV. SULTAN AGUNG CRAFT PONOROGO 96 FAKTOR-FAKTOR BUDGET KAS UNTUK MEMPERTAHANKAN DAN MENINGKATKAN LIKUIDITAS PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN TENUN PT. KANTJIL MAS BANGIL 97 PENGARUH PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM DI BEJ 01 INDEPENDENSI AUDITOR DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN AUDIT 99 EVALUASI PENILAIAN KEMBALI AKTIVA TETAP STUDI KASUS DI RS PKU MUHAMMADIYAH YK 01 PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI MELALUI PENERAPAN KONSEP AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN PADA P2G MADUBARU PT. DI YOGYAKARTA 99 PENENTUAN HARGA TRANSFER 00 ANALISIS PERKEMBANGAN TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN PADA INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEJ 99 SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 95 SISTEM BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA BAHAN BAKU STUDI KASUS PADA PC. GKBI MEDARI SLEMAN YK 01 EVALUASI PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKOLAH STUDI KASUS PADA SMU 2 WATES ANALISA LAPORAN KEUANGAN PADA KOPERASI BINA USAHA P2G MADUBARU PT. PERIODE 1997-2000 02 ANALISA EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA STUDI KASUS PADA PT. PC. PRIMISSIMA YK EVALUASI STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP SIKLUS PRODUKSI STUDI KASUS PADA PGT. SAPURAN PERUM PERHUTANI KPH KEDU SELATAN DI PURWOREJO 01 PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PENUH DALAM MEMBANTU PENENTUAN HARGA JUAL STUDI KAUS PDA UD. JADI INDAH 99 STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENERIMAAN KAS STUDI KASUS KUD TANI BHAKTI KEC SEWON 00 STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENJUALAN KREDIT STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN GERABAH SUBUR KERAMIK KASONGAN YK 00 PERANAN INFORMASI AKUNTANSI PENUH DALAM PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK 01 PENENTUAN HARGA JUAL JASA KAMAR STUDI KASUS WISMA NUGRAHA YK 00 PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN PADA BIAYA PRODUKSI STUDI KASUS PADA PT. PRIS 99 SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN STUDI KASUS PADA PABRIK GULA MADU BARU PT. PABRIK GULA DAN PABRIK SPIRITUS MADUKISMO YK 97 EVALUASI STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PEMBELIAN BAHAN BAKU STUDI KASUS PADA UNIT PENGRAJIN WAYANG GOLEK PELITA KASIH SENTOLO, KULON PROGO, YK 00 ANALISA CONTRIBUTION MARGIN UNTUK PERENCANAAN PENJUALAN PRODUK UNTUK KASUS PADA PERUSAHAAN KUNINGAN YAMUSU DI YUWONO PATI 00 PENERAPAN ATRIBUTE SAMPLING DALAM MENILAI EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PEMBELIAN BAHAN PADA PT. MEKAR ARMADA JAYA DI MAGELANG 01 EVALUASI TERHADAP SISTEM PENJUALAN STUDI KASUS PADA PRIMKOPTI KULON PROGO 00 EVALUASI STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENJUALAN STUDI KASUS PADA UD. SIDO AGUNG BANTUL 01 PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA STUDI KASUS DI PG. MADUKISMO YK 99 EVALUASI SISTEM DAN PROSEDUR PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS STUDI KASUS CV. MORODADI YK 00 EVALUASI PELAKSANAAN QUALITY CONTROL TERHADAP PRODUK AKHIR STUDI KASUS PERUSAHAAN TEGEL UD. JUJUR YK 00 PEMBEBANAN BIAYA OVERHEAD PABRIK KEPADA PRODUK ATAS DASAR TARIF YANG DITENTUKAN DI MUKA STUDI KASUS:PERUSAHAANCOR ALUMUNIUM ED YK 98 EVALUASI SISTEM DAN PROSEDUR PENJUALAN STUDI KASUS PADA PT. BINA TIRTA YK 00 EVALUASI SISTEM PENJUALAN KREDIT STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN TEKSTIL KUSUMATEX YK 00 PENGAKUAN DAN PENGUKURAN PENDAPATAN JASA POS STUDI KASUS PADA KANTOR POS WATE, KULON PROGO 00 PENERAPAN ATRIBUTE SAMPLING DALAM MENILAI EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PEMBELIAN BAHAN PADA PT. MEKAR ARMADA JAYA DI MAGELANG 01 PERANAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN PUSAT ADMINISTRASI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DATI II KARAWANG 97 PENGARUH VOLUME PENJUALAN TERHADAP TINGKAT KESEHATAN FINANSIAL PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT. MADUBARU PERIODE 1992-2001 02 KOMBINASI PRODUK OPTIMAL SEBAGAI SUATU CARA MENGHASILKAN LABA MAKSIMAL STUDI KASUS PADA PT. PACIFIC PAINT JAKARTA 02 PERILAKU KONSUMEN DALAM PENJUALAN ANGSURAN DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PEKERJAAN KONSUMEN KASUS SEPEDA MOTOR BEBER HONDA ASTREA DAN ASTREA GRAND DI DEALER PT. TUNAS JAYA MEKAR ARMADA TAHUN 1996 97 EVALUASI PENENTUAN TARIF SEWA KAMAR HOTEL STUDI KAUS PADA HOTEL SRIMAGANTI YK 00 EVALUASI TERHADAP SISTEM DAN PROSEDUR PENJUALAN TUNAI DAN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN KAYU DUNIA BARU TIMBER MAJENANG CILACAP 00 PERANAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI PENILAI KINERJA MANAJER PUSAT BIAYA PADA DEPARTEMEN PRODUKSI P2G MADUBARU PT. YK 00 ANALISIS ASPEK KEUANGAN PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT. TIMAHI TBK 01 PERANAN PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN BAHAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT. PRAPANCA MITRA CENTRA DI BANDUNG 91 ANALISIS HUBUNGAN ANTARA KELENGKAPAN PELAPORAN KEUANGAN DENGAN UKURAN DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR GO PUBLIK DI BEJ 02 TINJAUAN TERHADAP SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENJUALAN, PIUTANG DAGANG DAN PENERIMAAN KAS PADA CV. SUNGAI BRANTAS KEDIRI 97 KORELASI BIAYA MUTU TERHADAP PRODUKTIVITAS STUDI KASUS PADA PT. SARI HUSADA YK 98 ANALISIS SIKAP NASABAH DALAM MENYIMPAN DANA STUDI KASUS PADA PT. BPR SHINTA BHAKTI WEDI 00 LAPORAN KEUANGAN HISTORICAL COSTNOMINAL DOLLAR DAN LAPORAN KEUANGAN HISTORICAL COSTCONSTANT DOLLAR STUDI KASUS PADA PT. NAKSATRA KEJORA TEMANGGUNG 03 EVALUASI KEBIJAKAN KREDIT BANK DIHITUNG DARI RESIKO KREDIT YANG TIMBUL MENURUT TINGKAT SUKU BUNGA DAN JENIS JAMINAN KREDIT STUDI KASUS PADA PT. BANK NISP TBK. JAKARTA 03 PENGARUH BIAYA KUALITAS TERHADAP LABA OPERASIONAL PERUSAHAAN MANUFAKTUR STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN TEKSTIL KUSUMATEX YK 02 HUBUNGAN ANTARA TINGKAT EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA DENGAN TINGKAT RENTABILITAS EKONOMI STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN TENUN KUSUMATEX YK 02 EVALUASI PENENTUAN TARIF KHUSUS BAHASA INGGRIS DI YK STUDI KASUS PADA LEMBAGA KURSUS X DAN LEMBAGA KURSUS Y 02 KEMUNGKINAN PENERAPAN JUST IN TIME DALAM SISTEM PRODUKSI STUDI KASUS PADA PENERBIT PERCETAKAN KANISIUS 03 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN AKUNTANSI PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG DAGANG STUDI KASUS PADA PT. NUSCON ASRI YK 02 PENERAPAN METODE CONSTANT DOLLAR ACCOUNTING TERHADAP LAPORAN KEUANGAN STUDI KASUS PADA PT. INDOKARYA TETAP CEMERLANG 03 EVALUASI PERKEMBANGAN KEUANGAN PERUSAHAAN STUDI KOMPARATIF PADA PERUSAHAAN YANG BERGERAK DI BIDANG INDUSTRI SEMEN DAN TELAH GO PUBLIC DI BEJ 02 ANALISIS PERBEDAAN ANTARA RETURN ON INVESTMENT DENGAN ECONOMI VALUE ADDED STUDI KASUS PADA PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA TBK THN 1996-2000 02 STUDI KASUS PADA PT. PABRIK CAMRICS PRIMISSIMA MEDARI SLEMAN YK 03 PENERAPAN KONSEP HUMAN RESOURCES ACCOUNTING DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBUATAN KEPUTUSAN EKONOMI STUDI KASUS PADA PT. MADUBARU YK TH 2000 02 PENGARUH PEMBAGIAN DIVIDEN PRICE EARNING RATIO PER DEBT RATE DR TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR STUDI KASUS PADA PT. BEJ 01 PENGARUH PERUBAHAN RATIO PROFITABILITAS TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM 02 EVALUASI PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT TQM STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MODISTE DAN KONVEKSI MARGARIA YK 03 PENERAPAN METODE STATISTIK PARAMETRIK DAN METODE STATISTIK NON PARAMETRIK UNTUK MENGANALISIS RATIO LAPORAN KEUANGAN 03 PREDIKSI POTENSI KEBANGKITAN INDUSTRI MESIN DAN ALAT BERAT YANG LISTING DI BEJ PERIODE TAHUN 1998-2001 02 ANALISIS PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP RENTABILITAS EKONOMI STUDI KASUS PADA PT. MADU BARU PERIODE 1992-2001 02 REAKSI PASAR MODAL INDONESIA TERHADAP PERISTIWA POLITIK DALAM NEGERI EVENT STUDY PADA PENGUMUMAN HASIL JAJAK PENDAPAT 30 AGUSTUS 1999 DI TIMOR TIMOR 02 EVALUASI SISTEM PEMBERIAN KREDIT DITINJAU DARI SISTEM PENGENDALIAN INTERN STUDI KASUS PADA PT. BRI CABANG KABANJAHE 02 ANALISIS PENGARUH EARNING PER SHARE, PRICE EARNING RATIO DAN RETURN ON INVESTMENT TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ 45 DI BEJ TH 2000-2001 03 ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DARI SUDUT PANDANG KEUANGAN 03 PERBANDINGAN KONDISI KEUANGAN INDUSTRI OTOMOTIF DAN TEKSTIL BERDASAR ANALISIS RASIO KEUANGAN STUDI KASUS PADA BEJ 03 STUDI KELAYAKAN PENGGANTIAN TANAMAN PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XII PERSERO 99 TINJAUAN MENGENAI PENERAPAN MATCHING CONCEPT ATAS PENGAKUAN PENDAPATAN DAN BEBAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PELAPORAN LABA PERIODIK PADA ASURANSI JIWA BERSAMA PUTERA 1912 RAYON MADYA WUNGI 98 PENERAPAN ACITIVITS BASED COSTING SISTEM SEBAGAI ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA PERUSAHAAN KALIOMBO PLASTIK KEDIRI 99 TEKNIK ANALISIS CAPITAL BUDGETING SEBAGAI ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI AKTIVA TETAP PADA PERUSAHAAN TEGEL KARSA ABADI MALANG 99 ANALISIS SUMBER MODAL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN STRUKTUR MODAL PERBANDINGAN METODE DIRECT COSTING DAFULL COSTING SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN PADA PT. LARAS BATU MALANG 98 EVALUASI PENERAPAN HARGA TRANSFER DAN PENGUKURAN PRESTASI PUSAT LABA PADA PT. SURYA SAKTI UTAMA DI SURABAYA 99 ANALISIS COST-VOLUME-PROFIT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT. INDUSTRI SANDANG SIMPING PROBOLINGGO 99 ANALISIS SELISIH SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIASA PRODUKSI STUDI PADA PERUM PERHUTANI PGT REJOWINANGUN (KPH) KEDIRI 99 ANALISA PERBEDAAN PENGAKUAN PENDAPATAN DAN PEMBEBANAN MENURUT PERUSAHAAN DENGAN FISKUS 99 ANALISA RETURN ON INVESTMENT DAN RESIDUAL INCOME SEBAGAI SARANA PENGUKUR PRESTASI PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN PADA PT. DOK DAN PERKAPALAN KODJA BAHARI PERSERO JAKARTA 99 PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG GO PUBLIK DI BEJ 99 EVALUASI PENGENDALIAN INTERN ATAS PENUALAN DAN PENERIMAAN KAS UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS OPERASI PERUSAHAAN ROKOK HM PUTRA MALANG 99 EVALUASI PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PT. TLOGO MAS ABADI JASA ENGINERING PLASTIK INDUSTRI 99 ANALISIS BIAYA STANDAR UNTUK PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN SEPATU FIFAS MALANG 99 ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. COLOMBO KUDUS JATENG 99 ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL DALAM RANGKA MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN PADA PERUSAHAAN TENUN NASIONAL SARTIMBOLE DI TULUNGAGUNG 99 ANALISA BIAYA RELEVAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGHENTIKAN ATAU MENERUSKAN SUATU PRODUK PADA PERUSAHAAN KECAP DUA IKAN DI BANYUMAS 99 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. INDUSTRI SANDANG II PERSERO PATAL LAWANG 99 PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT. SULINDO SURABAYA 99 ANALISA METODE VARIABEL COSTING SEBAGAI ALAT UNTUK PERENCANAAN LABA PADA PT. SIANTAR TOP SIDOARJO 99 SISTEM PENGENDALIAN PIUTANG YANG EFEKTIF PADA PERUSAHAAN DAERAH ANEKA PANGAN UNIT PABRIK ES BETTY MALANG 99 ALOKASI BIAYA BERSAMA UNTUK MENENTUKAN HARGA POKOK PRODUKSI MASING-MASING PRODUKSI PADA PT. INDUSTRI SANDANG UNIT PATAL LAWANG MALANG 99 EFISIENSI PENGELOLAAN PIUTANG DALAM USAHA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN GENTENG BETON FARIZ BULULAWANG MALANG 99 TEKNIK KAPITAL BUDGETING SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS INVESTASI PENGGANTIAN AKTIVA TETAP (MESIN) PADA PERUSAHAAN TENUN JATI KARSA 99 ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP BERUJUD DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA CV. SETIA KAWAN TULUNGAGUNG 99 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI PENILAI ATAS PRESTASI MANAJER PADA PT. DUTA DOMESTIK TRAVEL DI BANJARBARU 99 AKUNTANSI DANA PENSIUN DAN PENYAJIANNYA DALAM LAPORAN KEUANGAN PADA PG. KREBET BARU BULULAWANG MALANG 99 LEASING SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELANJAAN GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN AKTIVA TETAP PADA PERUSAHAAN KONVEKSI UD. KURNIA TULUNG AGUNG 99 PENGARUH ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) TERHADAP HARGA SAHAM PADA INDUSTRI MANUFAKTUR YANG LISTING DI BEJ 99 ANALISIS BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. SULINDO MAS JAYA DI PANDAAN 99 ANALISIS VARIAN SEBAGAI ALAT EVALUASI EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PT. ROTHMAS OF PAII INDONESIA MALANG 99 CUSTOMER PERSPEKTIF SEBAGAI SALAH SATU TOLAK UKUR KINERJA PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA MATAHARI DEPT. STORE MALANG 99 PENENTUAN HARGA POKO PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PADA KOPERASI KAREB BONOJEGORO 99 ANALISIS VARIANCE SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DALAM USAHA MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PT. PRIMA PRATAMA MALANG 99 ANALISIS PENGELOLAAN PIUTANG UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUM PERUMNAS CABANG VI (SURABAYA) UNUT KEDIRI 99 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENILAIAN PRESTASI BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KOPI PODO REJO MAGELANG 99 ANALISIS PENGENDALILAN INTERN PENGADAAN BAHAN BAKU GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL PERUSAHAAN PADA PT. KORINDO GROUP INDUSTRIES PANGKALAN BUN KALTENG 99 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI MANAJER PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROKOK CEMPAKA TULUNG AGUNG 99 ANALISIS BIAYA RELEVAN SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MELANJUTKAN ATAU MENGHENTIKAN PRODUK PADA CV. PENDOWO LIMO PROBOLINGGO 99 ANALISIS EFEKTIVITAS AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK RETJO PENTUNG TULUNG AGUNG 99 IMPLEMENTASI AKUNTANSI PENGAKUAN PENDAPATAN GUNA PENGESAHAN LAPORAN KEUANGAN YANG WAJAR PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR CV. TJANDI DJAJA DI SURABAYA 99 ANALISA LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN TIGA PERUSAHAAN ROKOK DI BEJ 99 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN CALON DEBITUR DALAM RANGKA PEMBERIAN KREDIT MODAL KERJA DI PT. BANK RAMA CABANG MALANG 98 ANALISIS RATIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT MANAJEMEN DALAM MENILAI KEBERHASILAN PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN KAYU UD. DAMAI SEJAHTERA MALANG 99 ANALISIS PENGELOLAAN KAS DAN PIUTANG GUNA MENINGKATKAN LIKUIDITAS DAN RENTABILITAS PERUSAHAAN TISSUE COOL CLEAN MALANG 98 EVALUASI PENGELOLAAN PIUTANG GUNA MENILAI KINERJA PENJUALAN PADA PERUSAHAAN MEBEL CV. SRIKANDI MALANG 99 EVALUASI INFORMASI MANAJEMEN CALON DEBITUR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BRI CABANG PEMBANTU KUTA DENPASAR 99 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN FUNGSI PRODUKSI PADA PERUSAHAAN BUBUK KAPUR CV. ASKHAM GUNA MENILAI EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PRODUKSI PENDEKATAN AUDIT MANAJEMEN 99 PENGUKURAN PRESTASI PUSAT INVESTASI PADA DIVISI REAL ESTATE PT. BUKIT BARISAN PERMAI DI MALANG 99 ANALISIS PEMILIHAN METODE DALAM PENENTUAN PENGAKUAN PENDAPATAN YANG TEPAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. BALTRACTOR UTAMA DI SURABAYA 99 ANALISIS KEBIJAKSANAAN AKTIVA TETAP BERUJUDAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PT. BALI BUSANA DENPASAR 99 EVALUASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN UNTUK PENILAIAN EFISIENSI PUSAT BIAYA PADA PERUSAHAAN PG. KREBET BARU MALANG 99 ANALISIS FINANSIAL LEVERAGE SEBAGAI DASAR PEMILIHAN ALTERNATIF PENDANAAN PADA PT. ULTRA JAYA MILK INDUSTRY DAN TRADING COMPANY TBK BANDUNG 99 ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN MESIN DITINJAU DARI ASPEK KEUANGAN PADA PERUSAHAAN TEGELBETON DAN PAVING STONE INDAH CEMERLANG MALANG 99 STUDI KELAYAKAN RENCANA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN TYPE 36 PADA PT. BUKIT BARISAN PERMAI MALANG 99 ANALISIS RETURN ON INVESTMENT SEBAGAI SALAH SATU ALAT DALAM PENDEKATAN PENILAIAN KINERJA PADA PERUSAHAAN MEBEL NUSANTARA PASURUAN 99 PENERAPAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN 99 TEKNIK CAPITAL BUDGETING SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAS PENAMBAHAN AKTIVA TETAP PADA CV. SAHA PERKASA BLITAR 99 PENGGUNAAN TEKNIK ANALISIS CAPITAL BUDGETING UNTUK MENILAI KELAYAKAN INVESTASI MESIN PADA CV. PRIMA PRATAMA MALANG 99 ANALISIS PEMILIHAN ALTERNATIF PEMBIAYAAN DENGAN LEASING ATAU PINJAMAN BANK UNTUK PENGADAAN MESIN PADA PERCETAKAN CV. MULTI KARYA JAKARTA 99 ANALISIS EFEKTIVITAS PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA GENERAL CONTRACTOR PT. CANDI RENGGO INDAH MALANG 99 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE VARIABEL COSTING SEBAGAI DASAR PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN MEBEL UD. ACROPOLIS DI KRIAN SIDOARJO 99 ANALISIS RATIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KEBERHASILAN MANAJEMEN DALAM MENGELOLA PERUSAHAAN PADA PT. INDUSTRI SANDANG II PATAL LAWANG MALANG 99 PENERAPAN FLEXIBLE BUDGET UNTUK MENINGKATKAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN RAKET AKRAB MALANG 99 PENGENDALIAN MANAJEMEN DENGAN MENGGUNAKAN ANGGARAN PADA HOTEL QUALITY YK 02 PENGARUH PEMBAGIAN DIVIDEN, PRICE EARNING RATIO (PER) DEBT RATIO (DR) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR STUDI KASUS PADA PT BEJ 99 ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PADA GHEA PHOTO PRODUCTION SURABAYA 03 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN AKTIVITAS BASED COSTING SYSTEM 00 ANALISIS HUBUNGAN PENGAWASAN PEMBERIAN KREDIT DENGAN RETURN ON ASSETS DAN RETURN ON EQUITS PADA SALAH SATU CABANG PT. BANI DI SURABAYA 03 ANALISIS STRATEGI PEMASARAN STUDI KASUS PADA PDAM KAB. BANTUL 03 PENGENDALAIAN INTERN PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA UNIT PERTOKOAN KOPERASI PETERNAKAN SAPI PERAH STIA KAWAN NONGKOJAJAR KAB. PASURUAN 99 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENJUALAN KREDIT DAN PENGUMPULAN PIUTANG PADA KUD MINO BUDI REJO PANCENG GRESIK 99 EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PIUTANG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN ROKOK GANGSAR MALANG 99 ANALISIS AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. PANCA MITRA ICHIGO JAYA MALANG 99 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI YANG TEPAT SEBAGAI DASAR UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA CV. INDAH CEMERLANG MALANG 99 ANALISA LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN INDUSTRI KEMASAN PLASTIK PT. BERLIANA PANDAAN PASURUAN 99 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN PRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KEGIATAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KECAP CAP IKAN LELE PATI 99 INFORMASI AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KAYU ANALISIS KELAYAKAN SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENAMBAHAN AKTIVA TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN CV. JATILUHUR 99 PENGARUH TERJADINYA PRODUK HILANG TERHADAP PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PERSATUAN PADA PERUSAHAAN LIMUN JANGKAR DI BANGIL 99 AUDIT INTERN ATAS KAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEAMANAN KAS PERUSAHAAN PADA PT. ANTOUR BATH TRETES PASURUAN 99 STUDI PENGARUH LABA PER LEMBAR SAHAM TERHADAP FLUKTUASI HARGA SAHAM BADAN USAHA GO PUBLIC DI BIDANG TEMBAKAU YANG TERDAFTAR DI BEJ 99 ANALISIS SELISIH SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN TUNGGAL MURNI OFFSET MALANG 99 PENENTUAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM RANGKA MENINGKATKAN OMZET PENJUALAN PADA PERUSAHAAN SANTO INTERNATIONAL INDONESIA JOMBANG 99 PENGARUH PERTUMBUHAN LABA TERHADAP DEVIDEN PAS OUT RATIO PADA INDUSTRI ROKOK YANG TERDAFTAR DI BES 99 PENGARUH CAPITAL STRUCTURE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK DI INDONESIA PENELITIAN DI BES 99 ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN KERTAS YANG GO PUBLIK DI BES 99 ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA GUNA MENINGKATKAN KINERJA PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM KSP BINA SEJAHTERA KODYA MALANG 99 MANFAAT ANALISIS LINGKUNGAN DALAM MERUMUSKAN STRATEGI PERUSAHAAN PADA PT. INDUSTRI SANDANG II PATAL LAWANG 99 ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA AKUNTANSI SEBAGAI CALON AKUNTAN DALAM MENGHADAPI TUNTUTAN PERUBAHAN LINGKUNGAN STUDI KASUS PADA MAHASISWA PROGRM STUDI AKUNTANSI UNIV. SANATA DHARMA 99 EVALUASI PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA PUSAT BIAYA TEKNIK 04 EVALUASI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DAN HARGA JUAL PRODUK PESANAN STUDI KASUS PADA PT. NAGA SAKTI PARAMACHOSE TANGERANG 03 EVALUASI PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG MENGGUNAKAN ANALISIS SELISIH STUDI KASUS PADA PT. BHINEKA KARYA MANUNGGAL KARAWANG 03 ANALISIS EFISIENSI MODAL KERJA STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN HANDUK SEMPULUR PRATAMA METODE EKONOMIC VALUE ADDED SEBAGAI ALAT BANTU PEMEGANG SAHAM DALAM MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR GO PUBLIC DI BEJ 04 STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KAPAL KARET STUDI KASUS PADA PT. MITRA PERSADA TRAVELINDO YK 03 ANALISA SELISIH BIAYA PRODUKSI UNTUK PENILAIAN KINERJA MANAJER PRODUKSI PADA PERUSAHAAN PENATARAN BLITAR 99 PENETAPAN ANGGARAN OPERASIONAL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT. METRO POLIS SURYA RAYA SURABAYA 99 ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN DALAM PENGELOLAAN PERSEDIAAN OBAT PADA RUMAH SAKIT SYUHADA HAJI BLITAS 99 ANALISIS PEMANFAATAN METODE VARIABEL COSTING UNTUK PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK BAGI MANAJEMEN DI PERUSAHAAN JAMU BAROKAH KEDIRI 99 EVALUASI EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI MANAJER PENJUALAN PADA HOTEL SELECTA BATU MALANG 99 ANALISIS TEKNIKAL SIMPLE MOVING AVERAGE DALAM PENENTUAN INVESTASI SAHAM PADA PERUSAHAAN TEKSTIL DI BES 99 ANALISIS BIAYA RELEVAN SEBAGAI ALTERNATIF PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENOLAK ATAU MENERIMA PESANAN YANG BERSIFAT KHUSUS PADA PERUSAHAAN TEKSTIL SHUTTLE COCK NASIONAL DI KEPANJEN KAB. MALANG 99 PERBANDINGAN ANTARA ANALISIS PENGGUNAAN KONSEP EVA DENGAN PENGGUNAAN ANALISIS RATIO KEUANGAN DALAM MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEMEN YANG GO PUBLIK DI BES 99 PENINGKATAN EFISIENSI MODAL KERJA MELALUI PENGENDALIAN PIUTANG DAGANG PADA UD. JATI MAKMUR BOJONEGORO 99 EVALUASI EFEKTIVITAS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENILAIAN PRESTASI DEPARTEMEN PRODUKSI PADA PABRIK MINYAK KELAPA PT. PRING MAS SURABAYA 99 ANALISIS PENGENDALIAN INTERN ATAS PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA HOTEL WISMA TENERA DI MOJOKERTO 98 ANALISIS PENGELOLAAN MODAL KERJA YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN RAKET GONEX MALANG 99 ANALISA METODE PENGAKUAN PENDAPATANPADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. SUMBER DAYA BUMI JAKARTA 99 ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN GUNA MENILAI PRESTASI MANAJER PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK DJAGUNG PRIMA MALANG 99 EVALUASI METODE PENCATATAN ATAS PENJUALAN REAL SETATE MELALUI KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH PADA PT. BUKIT DIENG PERMAI MALANG 01 PERLAKUAN AKUNTANSI PADA PENDAPATAN PREMI DAN BEBAN KLAIM PADA PT. ASURANSI JIWASRAYA (PERSERO) MALANG 99 EVALUASI PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PADA PT. INDUSTRI SANDANG II PATAL LAWANG MALANG 01 ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSSAHAAN TEGEL CV. PENATARAN BLITAR 99 EVALUASI ATAS PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI DASAR PENILAIAN PRESTASI DEPARTEMEN PRODUKSI PADA PT. INDUSTRI SANDANG II UNIT PATAL LAWANG 99 ANALISIS SELISIH BIAYA OVERHEAD PABRIK SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA OVERHEAD PABRIK PADA PERUSAHAAN TEGEL TERATAI INDAH KEJAPANAN 99 TEKNIK ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PERENCANAAN LABA PADA KUD LALUNG JAYA KARANGANYAR 99 TEKNIK ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DALAM MENILAI PERMOHONAN KREDIT PADA PT. BPR SUMBER USAHAWAN BERSAMA PORONG SIDOARJO 99 ANALISIS RATIO FINANSIAL SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PADA UD. MULTI MOTOR KEDIRI 99 ALTERNATIF SUMBER PEMBELANJAAN ATAS PENGADAAN MESIN ANTARA KREDIT BANK DENGAN LEASING PADA PERUSAHAAN STANDAR BIAYA SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN TEKSTIL PT. BAKTINDOTEXS PRIMA PONOROGO 99 PENGARUH PENILAIAN DAN PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP BERWUJUD KELAYAKAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ROKOK PT. PRIMA BUMI PAKUWON JAYA BOJONEGORO 01 PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN GENTENG BETON CV. CIPTA INDAH MATARAM 99 ANALISIS KREDIT SISTEM BAGI HASIL SEBAGAI PENGGANTI SISTEM BUNGA YANG DITERAPKAN PADA BANK SYARIAH STUDI KASUS PADA PT. BPR SYARIAH BHAKTI HAJI MALANG 99 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL PADA PT. ULTRA MAS SEJATI SURABAYA 99 PERLAKUAN AKUNTANSI PENDAPATAN DAN BEBAN SELISIH KURS ATAS HUTANG DAN PIUTANG YANG DINYATAKAN DALAM VALUTA ASING AKIBAT ADANYA PENURUNAN NILAI MATA UANG PADA PERUSAHAAN PALA PT. BHP SBPI SURABAYA 99 ANALISIS AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. INDOPRIMA INDUSTRINDO SURABAYA 99 PENGGUNAAN METODE QAMARSFI COSTING DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS PADA PERUSAHAAN . SERBA USAHA TULUNG AGUNG 99 ANALISIS RATIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEMEN DI BES 99 ANALISIS BIAYA PEMASARAN DALAM UPAYA PENINGKATAN LABA PADA PERUSAHAAN ROKOK JAYA MAKMUR MALANG 99 PENGENDALIAN LOGISTIK OBAT DAN PERALATAN MEDIS SEBAGAI PENUNJANG EFEKTIVITAS OPERASIONAL PADA RUMAH SAKIT JIWA PUSAT LAWANG 99 ANALISIS EFISIENSI BIAYA PRODUKSI GUNA MENUNJANG PELAKSANAAN PRODUKSI PADA PG. REJOSARI DI MAGETAN 99 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI BAGI MANAGEMENT DALAM USAHA MENINGKATKAN EFISIENSI BIAYA PADA PT. INTI GUNUNG SARI SURABAYA 99 PERANAN BUDGET KAS DALAM UPAYA MENJAGA LIKUIDITAS PERUSAHAAN PT. INDUSTRI SANDANG DATI II UNIT PATAL LAWANG EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA ATAS KAS UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PT. SINGARUBAYA INTERNASIONAL MUNCAR BANYUWANGI 99 ANALISIS INITIAL PUBLIK OFFERING PADA PERUSAHAAN AIR MINUM YANG LISTING DI BES 99 ANALISIS SELISIH BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROKOK DJAGUNG PAGI MALANG 99 ANALISIS SELISIH BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN PRODUKSI YANG AKAN DATANG PADA PT. PG KEBON AGUNG MALANG 99 PENERAPAN LAPORAN NILAI TAMBAH SEBAGAI PENDUKUNG LAPORAN RUGI LABA DALAM MENILAI KINERJA PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN STUDI KASUS PADA PERUM PEGADAIAN CABANG KARANG TURI SEMARANG EVALUASI INTERNAL CONTROL ATAS PENJUALAN PENERIMAAN UANG DAN PENGGUNAAN UANG PADA HOTEL MONTANA DUA MALANG 99 ANALISIS RENTABILITAS PADA CV. TRIAS RANTAI MAS DI MADIUN 99 ANALISIS RATIO SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN SEBELUM DAN SESUDAH GO PUBLIK PADA PERUSAHAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN YANG LISTING DI BES 99 PENGENDALIAN LOGISTIK OBAT SEBAGAI UPAYA PENUNJANG EFEKTIVITAS USAHA PADA RS MATA UNDAAN SURABAYA 99 ANALISIS EFEKTIVITAS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN UNTUK MENILAI PRESTASI KERJA BAGIAN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN GUDANG SORGUM MALANG 98 PENERAPAN MODIFIKASI METODE PERSENTASE PERSELESAIAN SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PENGAKUAN PENDAPATAN USAHA KONSTRUKSI PADA PT. BUANA KARYA DI SURABAYA 98 PENGARUH NILAI SAHAM TERHADAP VOLUME TRANSAKSI SAHAM STUDI KASUS DI PT. BES 99 ANALISIS BIAYA RELEVAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MELANJUTKAN ATAU MENGHENTIKAN PRODUK PADA UNIT PENGOLAHAN PAKAN TERNAK KOPERASI SAE PUJON 99 ANALISIS PENENTUAN TAMBAHAN MODAL KERJA EKSTERNAL DAN ALTERNATIF PEMENUHANNYA YANG EFEKTIF DAN EFISISEN PADA PERUSAHAAN ROKOK BINTANG SAYAP INSAN KEPAJEN MALANG 99 ANALISIS PENGARUH NILAI SAHAM TERHADAP VOLUME TRANSAKSI SAHAM STUDI KASUS DI BES 99 ANALISIS PENGELOLAAN PIUTANG DAN PERSEDIAAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS MODAL KERJA PADA PERUSAHAAN MIE MERAK KEDIRI 99 ANALISIS KEBIJAKSANAAN PENJUALAN KREDIT YANG OPTIMAL DALAM USAHA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA CV. EKA SILVER DI SURABAYA 99 PERLAKUAN AKUNTANSI LEASING DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN DITINJAU DARI PIHAK LEASIG PADA CV. BUSANA REMAJA ACCA GARMENT MALANG 99 EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN ATAS PENJUALAN PADA PERUSAHAAN KECAP CAP BAWANG NGAWI 99 EVALUASI PENGENDALIAN INTERN ATAS PENDAPATAN DAN BIAYA SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN MANAJEMEN HOTEL ARUM DALU SONGGORITI BATU MALANG 99 EFISIENSI PENGELOLAAN PIUTANG DALAM USAHA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN GENTENG BETON UD. BUKIT BARISAN 99 EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UNTUK MENUNJANG KELANCARAN PROSES PRODUKSI PADA PERUSAHAAN ROTI DEWI SRI SEMI LAWANG 99 PENERAPAN PRAKTIK AKUNTANSI UNTUK MENGHASILKAN LAPORAN KEUANGAN PADA CV. SURYA LAKSA MALANG 01 ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN LABA TERHADAP DIVIDEN PAY OUT RATIO PADA INDUSTRI MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI PT. BES 99 BIAYA STANDAR SEBAGAI SALAH SATU ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. PABRIK GULA KEBON AGUNG MALANG 00 PENERAPAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENYAJIAN DALAM LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PADA RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG 02 ANALISIS PENGELOLAAN PIUTANG UNTUK MENJAGA TINGKAT LIKUIDITAS DAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN TEGAL INDAH CEMERLANG SINGOSARI MALANG 01 EVALUASI PENGENDALIAN INTERN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN TERHADAP SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN PADA PERUSAHAAN SNACK BINTANG SEMAR NGANJUK 02 EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PIUTANG UNTUK MENJAGA TINGKAT LIKUIDITAS DAN RENTABILITAS PADA CV. SANDRA JAYA SINGOSARI MALANG 00 PERANAN ANALISA BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA CV. BATU MAS MAGETAN 01 PENGARUH PERSISTENSI LABA AKUNTANSI DAN UKUAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM STUDI PADA PERUSAHAAN NON MANUFAKTUR DI PT. BES 02 STUDI COMPARATIVE PERUBAHAN HARGA SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN RIGHT ISSUE 01 ANALISIS PERBEDAAN PROFITABILITAS SEBAGAI KINERJA USAHA PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPI SEBELUM DAN SESUDAH GO PUBLIK DI BES 01 STUDI KELAYAKAN TENTANG PERLUASAN USAHA UNTUK MENINGKATKAN LABA PADA TERNAK AYAM PETELUR DI BATU 01 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA PADA KUD DHARMA BHAKTI TANI SARAN KULON BLITAR 01 ANALISIS BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KULIT PT. USAHA LOKA MALANG 01 PEMERIKSAAN OPERASIONAL FUNGSI PEMASARAN DAN FUNGSI PENJUALAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN ROTAN PT. USAHA INDAH GRESIK 01 MANFAAT PENILAIAN RESIKO DAN KETIDAKPASTIAN SEBAGAI INFORMASI UNTUK KEBIJAKAN CAPITAL EXPENDITURE DALAM UPAYA MENGEMBANGKAN USAHA PADA PT. KEDIRI WOOD INDUSTRY 99 PENERAPAN METODE PENILAIAN PERSEDIAAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN ETERNIT CV. DUTA RIMBA TEKNIK SURABAYA ANALISIS ALTERNATIF SUMBER PEMBELANJAAN ANTARA LEASING DENGAN KREDIT BANK PADA PERUSAHAAN ROKOK PT. JAYA MAKMUR KEPAJEN MALANG 99 HARGA POKOK VARIABEL DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN DENGAN HARGA KHUSUS PADA PT. CHOPINDU SEJAHTERA KEJAPANAN PASURUAN 99 ANALISIS MANFAAT PENERAPAN BIAYA ESTANDAR SEBAGAI ALAT UNTUK EVALUASI BIAYA PRODUKSI PADA CV. KARONA MALANG 99 EVALUASI PENGENDALIAN INTERN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. PG KREBAT BARU BULU LAWANG MALANG 99 ANALISIS HUBUNGAN PERFORMANCE KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN PUBLIK DI BES 99 PERANAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT EVALUASI BIAYA PRODUKSI PADA CV. CITRA MANDIRI SEMARANG 99 PENERAPAN STANDARD COST SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA BAHAN BAKU PADA PERUSAHAAN UMUM HANNOI SARI RASA TABANAN BALI 99 PELAKSANAAN DISCOUNT POLIES YANG EFEKTIF UNTUK MENAMBAH TINGKAT OCCUPACY PADA HOTEL MONTANA MALANG 00 ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN ATAS PENDAPATAN PADA HOTEL MINI PATI 01 PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PENJUALAN KONSINYASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA CV. MITRA PERKASA DI TANAH GROGOT 98 EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PIUTANG GUNA MENJAGA TINGKAT LIKUIDITAS DAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN MINUMAN HAWAI BANYUWANGI 99 PENGGUNAAN STANDAR BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN DAN PENILAIAN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PT. DIPTA SURPRISE NUSANTARAN PANDAAN PASURUAN 98 PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM USAHA UNTUK MENGENDALIKAN BIAYA BAHAN BAKU PADA PERUSAHAAN RAKET AKRAB MALANG 99 METODE PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN PT. BERKAT GANDA SENTOSA PASURUAN 99 HUBUNGAN ANTARA STRUKTUR MODAL BANK DENGAN TINGKAT KESEHATAN BANK DI PT. BES 99 ANALISIS KEBIJAKSANAAN PENENTUAN HARGA TRANSFER UNTUK MENILAI KINERJA DIVISI PADA PERUSAHAAN TEKSTIL PT BIMATEXINDO DI MOJOKERTO 01 ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ 02 PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS AKTIVA TETAP BERWUJUD DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEWAJARAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN TENUN PELANGI LAWANG 01 PENGARUH JASA PELAYANAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PABRIK TEPUNG BAHAN PAKAN TERNAK PT. BUMI INDO MOJOKERTO 01 ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PERENCANAAN LABA PADA HOTEL SAFARI INDAH KEDIRI 01 SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN HM. PUTRA MALANG 01 MANFAAT PENENTUAN HARGA TRANSFER UNTUK MENILAI KINERJA PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN STUDI KASUS PADA PT. SURYA MANDIRI JOMBANG 01 PENGGUNAAN PENDEKATAN RANTAI MARKOV DALAM PENENTUAN CADANGAN KERUGIAN PIUTANG STUDI KASUS PADA PT. INTAN PARIWARA KLATEN 96 ANALISA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI DALAM PENAMBAHAN ALAT PELINTINGAN STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN ROKOK 45 KUDUS 98 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PIUTANG STUDI KASUS PADA PRIMKOPKAR PT. PRIMA TEXCO INDONESIA DI SAMBONG BATANG 96 PENENTUAN TARIF KAMAR HOTEL STUDI KASUS PADA HOTEL KUSUMA KARTIKA SARI SOLO 98 PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI STUDI KASUS PADA CV. ALUMUNIUM SP YK 97 ANALISIS INVESTASI PENGGANTIAN PERALATAN PEMBORAN PADA PERTAMINA OPERASI EKSPLORASI PRODUKSI CEPU 97 EVALUASI METODE PENGAKUAN PENDAPATAN AKTIVITAS PENGEMBANGAN REAL ESTATE STUDI KASUS PADA PT. BHUMI MERAPI PRATAMA YK 98 ANALISA USULAN INVESTASI PENAMBAHAN MESIN TENUN PADA PERUSAHAAN TEKSTIL KUSUMATEX YK 97 PENTINGNYA ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL BAGI PENINGKATAN LABA PERUSAHAAN PADA PT. SURABAYA PELLETING COMPANY DI SURABAYA 98 PENENTUAN HARGA JUAL JASA KAMAR HOTEL STUDI KASUS PADA TELOMOYO HOTEL DI SEMARANG 97 SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP BIAYA TENAGA KERJA STUDI KASUS PADA PERUM DAMTI UNIT ANGKUTAN BIS KOTA YOGYAKARTA 95 PENILAIAN EFEKTIVITAS STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PROSEDUR PENJUALAN GULA STUDI KASUS P2G MADU BARU PT. DIY 96 ANALISIS KOMPOSISI PRODUK DAN LABA OPTIMAL DALAM KONDISI KETIDAKPASTIAN STUDI KASUS PADA PONDOK CAHAYA ANGGREK DI GODEAN YK 98 PENGGUNAAN METODE ATRIBUTE SAMPLING UNTUK MENGUJI TINGKAT EFEKTIVITAS TERHADAP STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN KREDIT STUDI KASUS PADA UD. ENAM DELAPAN MINERAL DI YK 99 ANALISIS BIAYA YAMABEL SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP PESANAN KHUSUS PADA PT. BATIK KERIS SURAKARTA 98 PENERAPAN ANALISIS MARKOV UNTUK MENGHITUNG DAN YANG DIHARAPKAN TERSEDIA TIAP BULANNYA STUDI KASUS PADA PDAM KODIA SEMARANG 97 ANALISIS SELISIH SEBAGAI ALAT PENGUKUR EFISIENSI BIAYA PRODUKSI STUDI KASUS PADA CV. TENUN TUNAS HARAPAN DI PEMALANG 96 ANALISIS PERGANTIAN REFISN SPLITING STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN KULIT CV. MAGETAN PUTRA 97 PERENCANAAN DAN PENGAWASAN PROYEK DENGAN METODE PERT DAN CPM STUDI KASUS PADA CV. KEMUNING CIREBON 98 EVALUASI EFEKTIVITAS STRUKTUR PENGENDALIAN INTERNAL PROSEDUR PENJUALAN STUDI KASUS PADA BATIK PALACE HOTEL YK 97 PENGARUH PERANAN DAN PERILAKU SATUAN PENGAWASAN INTERN TERHADAP PENILAIAN KINERJA BUMN 97 PENERAPAN ATRIBUTE SAMPLING UNTUK MENILAI STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN SIKLUS PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PT. INTAN PARIWARA KLATEN 97 PENGAKUAN PENDAPATAN DALAM PENJUALAN ANGSURAN PERUMAHAN STUDI KASUS PADA PT. BUKIT MUSTIKA SEJATI DI LAMPUNG 98 PERANAN LAPORAN KEUANGAN DALAM PEMBERIAN KREDIT MODAL KERJA PADA BANK BUMI DAYA CABANG YK 96 ANALISA INVESTASI PENGGANTIAN MESIN PEMBUAT KANTONG PLASTIK STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PLASTIK NAGA DAN SEMUT DI KEBUMEN 96 PENGGUNAAN ANGGARAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PLASTIK NAGA DAN SEMUT DI KEBUMEN 96 ANALISA KELAYAKAN INVESTASI PENAMBAHAN AKTIVA TETAP STUDI KASUS PADA PT. UNINDO JAKARTA 97 PENGENDALIAN DAN PEMBEBANAN BIAYA OVERHEAD PABRIK STUDI KASUS PADA PT. PATAL SECANG 97 EVALUASI PEMERIKSAAN MANAJEMEN TERHADAP KEGIATAN PEMASARAN STUDI KASUS PADA PT. INTICOCOA ABADI INDUSTRI DI JAKARTA 96 ANALISIS INVESTASI PENAMBAHAN MESIN ELECTROLATIC TINNING LINE 2 STUDI KASUS PADA PT. LATINUSA DI CILEGON 97 PENGENDALIAN BIAYA KUALITAS STUDI KASUS PADA PT. P2G MADU BARU YK 98 PENGUKURAN BIAYA KUALITAS SEBAGAI ALAT PENILAIAN KUALITAS PRODUK STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN BATIK PLENTHONG DI YK 97 EVALUASI PENENTUAN HARGA JUAL JASA KAMAR HOTEL STUDI KASUS PADA HOTEL BENA KUTAI BALIKPAPAN 97 PENERAPAN METODE ANALISA SELISIH BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI STUDI KASUS PADA PT. INDUSTRI SANDANG II PATAL SECANG MAGELANG 97 EVALUASI STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS STUDI KASUS PADA NATOUR GARUDA HOTEL YK 98 ANALISA PRESTASI DEPARTEMEN PRODUKSI STUDI KASUS PADA PT. ANEKA ADHI LOGAM KARYA BATU CEPER KLATEN 98 KEMUNGKINAN PENERAPAN KONSEP AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI ALAT BANTU PENGENDALIAN BIAYA STUDI KASUS PADA PG. MADUKISMO PT. 97 STUDI TENTANG RASIO KENAIKAN MODEL KERJA KAITANNYA DENGAN PENINGKATAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN BIHUN KARYA PUTRA PEKALONGAN TAHUN 1991-1995 97 ANALISA PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA STUDI KASUS PADA PT. GE LIGHTING INDONESIA CABANG YOGYAKARTA 98 EVALUASI STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PERSEDIAAN PADA PT.DHARMA NIAGA PUTRA STEEL PALEMBANG UNTUK MENGHADAPI PEMERIKSAAN AKUNTANSI 98 PENYUSUNAN ANGGARAN KAS SEBAGAI SARANA PENGENDALIAN LIKUIDITAS KEUANGAN STUDI KASUS PADA KUD TANI BANTUL YK 96 ANALISIS INVESTASI PERGANTIAN AKTIVA TETAP (MESIN TENUN) STUDI KASUS PADA PT. TEXMACO TAMAN SYNTHETIES (LEAVING DEPARTMENT) KALIWUNGU 96 ANALISA PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI (RASIO KEUANGAN) TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN PT. GUDANG GARAM 97 ANALISA USULAN INVESTASI PEMBELIAN MESIN BARU STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PENGGERGAJIAN KAYU JATI CV. RODA JATI SOLO JATENG 97 PENGAKUAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI JANGKA PANJANG STUDI KASUS PADA PT. KARYA BARU ADYA PRATAMA DI YK 97 PERANAN ANALISA SELISIH DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN SARUNG TENUN SAMPURNATEX TEGAL 97 SISTEM PENAGIHAN DAN KETEPATAN PEMBAYARAN KREDIT PADA PT. BPR KEDUNG ARTO SEMARANG DAN PT. BPR MERTOYUDAN MAKMUR MAGELANG 96 EVALUASI PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENJUALAN KREDIT DAN PENERIMAAN KAS STUDI KASUS PADA PERCETAKAN NEGARA PD. ANINDYA YOGYAKARTA ANALISA TERHADAP PENGENDALIAN BIAYA PEMASARAN STUDI KASUS PADA PT. INTAN PARIWARA KLATEN 97 EVALUASI PEMERIKSAAN MANAJEMEN TERHADAP KEGIATAN PEMASARAN STUDI KASUS PADA PT. INTI COCOA ABADI INDUSTRI DI JAKARTA 96 ANALISA BIAYA RELEVAN DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN UNTUK MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS KAMAR HOTEL STUDI KASUS PADA AMBARUKMO PALACE HOTEL 97 ANALISIS SELISIH LABA KOTOR STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PENGECORAN LOGAM CV. HM RODHI DI CEPER KLATEN 96 ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA OVER HEAD PABRIK STUDI KASUS PADA PT. TIGA SERANGKAI 97 ANALISA BIAYA PEMASARAN SEBAGAI ALAT BANTU PENGENDALIAN BIAYA DAN PERENCANAAN USAHA DEPARTEMEN PEMASARAN PADA PT. INTALA SAKTI UTAMA MOTOR JAKARTA 98 ANALISIS USULAN INVESTASI PENGGANTIAN AKTIVA TETAP STUDI KASUS PADA ROSALIA INDAH TOUR DAN TRAVEL SURAKARTA 96 EVALUASI PROSEDUR DALAM SIKLUS PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN BATIK MULYO PANTES DI SUKOHARJO 97 PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PT. SEPATU BATA 97 ANALISA BIAYA VOLUME LABA UNTUK PERENCANAAN LABA DALAM KONDISI KETIDAKPASTIAN STSUDI KASUS PADA PERUSAHAAN KACANG DAN KWACI FASAN WANGI TEGAL PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN ROKOK PT. DJITOE DI SURABAYA 99 PERANAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DLAM KEBIJKAN PEMBERIAN KREDIT (STUDI KASUS PADA BRI CABANG DEWI SARTIKA BANDUNG) 98 EVALUASI STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PEMBERIAN DAN PENAGIHAN KREDIT STUDI KASUS PADA PD. BPR PEMDA KABUPATEN DATI II PURBALINGGA 98 PERANAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DALAM KEBIJAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT MODAL KERJA STUDI KASUS PADA BRI CABANG CIK DITIRO YK 99 PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI (RASIO-RASIO KEUANGAN) TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA 98 PENENTUAN TARIP RAWAT INAP STUDI KASUS PADA RSI PEKAJANGAN PEKALONGAN 96 PENGGUNAAN ATTRIBUTE SAMPLING UNTUK MENILAI EFEKTIVITAS STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PROSEDUR PENJUALAN KREDIT STUDI KASUS PADA PT. MEKAR ARMADA JAYA MAGELANG 97 PENETAPAN TARIF RAWAT INAP PADA RS SITI FATIMAH CIREBON 98 PENENTUAN KOMPOSISI PENJUALAN OPTIMAL STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN TAS SR YK 97 EVALUASI KEPATUHAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENJUALAN KREDIT DENGAN PENGGUNAAN METODE ATRIBUT SAMPLING PADA PT. JANSHAN PERDANA UTAMA JAKARTA 97 ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENGGANTIAN AKTIVA TETAP STUDI KASUS PENGGANTIAN MESIN TURBIN GILINGAN PADA P2G MADU BARU YK 96 ANALISA TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEBIJAKAN PENENTUAN HARGA JUAL STUDI KASUS PADA PT. MUBAROK GROUP KUDUS 97 ANALISA VARIABEL COSTING DALAM PENGAMBILAN KEUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS 97 PENENTUAN HARGA JUAL JASA KAMAR PENGINAPAN STUDI KASUS PADA PENGINAPAN SENO DI YK 98 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP TABUNGAN RAKYAT DAN TABUNGAN UMUM PADA BPR DANAGUNG RAMULTI YK 96 EVALUASI PENENTUAN TARIF KAMAR HOTEL STUDI KASUS PADA HOTEL SRIWEDARI YK 98 STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM DI KEC. GUNUNG PUTRI KAB. BOGOR 97 EVALUASI PENETAPAN TARIF KAMAR RAWAT INAP PADA RSU ANANDA DI PURWOKERTO 98 ANALISA BIAYA RELEVAN UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA PENGGANTIAN MESIN PT. PRISSIMA SLEMAN 98 ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS MESIN PRESS GENTENG TIPE BORDERS S 400 STUDI KASUS PADA PT. MATAHARI GRAHA SAMPURNA TEGAL 98 ANALISA INVESTASI PENGGANTIAN AKTIVA TETAP PADA PT. DIBYA KARYA CIPOROS CILACAP 97 EVALUASI STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KEBIJAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT STUDI KASUS PADA PT. BPR NUSAMBA CEPIRING 98 PERBEDAAN RASIO LIKUDITITAS, SOLVABILITAS DAN RENTABILITAS SEBELUM DAN SESUDAH GO PUBLIK STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PROPERTI 98 EVALUASI PENCATATAN AKUNTANSI TRANSAKSI SPOT, FORWARD DAN SWAP PADA BANK BNI PUSAT JAKARTA 98 PENGGUNAAN ATRIBUT SAMPLING DALAM PENGUJIAN KEPATUHAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN KAS STUDI KASUS PADA PT. PANGARSAN UTAMA FOOD INDUSTRIES 97 STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KAS STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN EKATEX DI YK 96 STUDI KELAYAKAN EKSPANDI PENAMBAHAN ARMADA BUS PO. JOGJA EXPRESS TRANSPORTATION DI YK 97 INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENERIMA ATAU MENOLAK PESANAN KHUSUS STUDI KASUS PADA PT. MUYOTEKS DI SURAKARTA 97 EVALUASI PENGENDALIAN KUALITAS BIAYA DAN BIAYA KUALITAS YANG EFEKTIF UNTUK MENEKAN TINGKAT KERUSAKAN PRODUK PADA PERUSAHAAN ROKOK KRETEK DJAGUNG PADI MALANG 99 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN GUNA MENILAI TINGKAT KINERJA MANAJEMEN PADA PT. INDUSTRI SANDANG DATI II UNIT PATAL LAWANG 99 ANALISA RATIO SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN STUDI KASUS PADA KUD DADI JAYA PURWODADI DI PASURUAN 99 ANALISIS KELAYAKAN SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENAMBAHAN AKTIVA TETAP UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN CV. JATILUHUR 99 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI SARANA UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN AIR MINUM YANG GO PUBLIC DI BESA 99 PENENTUAN BIAYA OVERHEAD PABRIK STANDAR DARI ANALISA VARIAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PG. PURWODADIE MAGETAN 98 ANALISIS DIFERENSIAL PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGANTI ATAU MENERUSKAN USAHA LAMA STUDI KASUS PADA PO. WAHYU SUKOHARJO 98 ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGANTIAN MESIN CETAK PAVING BARU ATAU TETAP MENGGUNAKAN MESIN CETAK PAVING LAMA STUDI KASUS PADA PT. KRAKATAU ESTATE CILEGONKIEC 98 ANALISIS BIAYA DIFERENSIAL UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGANTIAN MESIN TENUN BARU ATAU TETAP MENGGUNAKAN MESIN TENUN LAMA STUDI KASUS PADA PT. PRISSIMA MEDARI, SLEMAN, DIY 98 FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBIJAKAN MARK UP STUDI KASUS PADA TOSERBA PRABU SURAKARTA 97 EVALUASI STRATEGI KEBIJAKAN HARGA JUAL MULTI PRODUK BERDASAR ANALISIS SIKLUS HIDUP PRODUK, PANGSA PASAR DAN ANALISIS BIAYA STUDI KASUS PADA PT. TRANKA KABEL JAKARTA 98 PENGGUNAAN ANALISIS RANTAI MARKOV DALAM MENENTUKAN CADANGAN KERUGIAN PIUTANG STUDI KASUS PADA KOPERASI INDUSTRI BATUR JAYA BATUR CEPER KLATEN 96 PENERAPAN METODE MARKOV DALAM PERHITUNGAN CADANGAN KERUGIAN PIUTANG PADA BANK BPD DIY DI YK 97 ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKSANAAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MARK UP PRINTING STUDI KASUS DI RAMAYANA DEPARTMENT STORE CABANG YK 97 PERENCANAAN LABA DAN PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE VARIABEL COSTING PADA PERUSAHAAN TEGEL MUHAMMAD SALIM DI TEGAL 96 ANALISIS HUBUNGAN BIAYA-VOLUME LABA DALAM KONDISI KETIDAKPASTIAN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA JANGKA PENEK PADA PERUSAHAAN JASA PERHOTELAN STUDI KASUS PADA HOTEL SRIWEDARI YK 96 PERANAN INFORMASI AKUNTANSI DIFERENSIAL DALAM KEPUTUSAN MENAIKKAN KAPASITAS PRODUK ATAU TETAP MEMBELI KAIN HPC DARI PERUSAHAAN LAIN UNTUK MEMENUHI PESANAN STUDI KASUS PADA CV. MYLYOTEKS SOLO 96 ANALISA BIAYA DIFERENSIAL UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGANTIAN MESIN TENUN 98 PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN STUDI KASUS PADA PT. KUBOTA INDONESIA DI SEMARANG 97 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN PENETAPAN MARK UP STUDI KASUS PADA RITA DEPARTMENT STORE PURWOKERTO 97 ANALISIS INVESTASI PENGGANTIAN ALAT BERAT ASPHALT MIXING MANT STUDI KASUS PADA PT. BUMI AGUNG ANNUSA MATARAM NTB 98 ANALISIS PELAYANAN OPTIMAL RESTORAN MENGGUNAKAN TEORI ANTRIAN STUDI KASUS PADA HANOMAN FOREST GARDEN RESTAURANT 97 PERANAN ACTIVITY BASED COSTING SEBAGAI DASAR EVALUASI BIAYA PEMASARAN MINYAK NABATI STUDI KASUS PADA PT. SINAR INTERNATIONAL INDONESIA DI JAKARTA 99 PENERAPAN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI GUNA MENILAI PRESTASI MANAJER PADA PERUSAHAAN LIMON HANNOI SARI RASA TABANAN BALI 01 TEKNIK CAPITAL BUDGETING SEBAGAI SARANA UNTUK MENGEVALUASI USULAN INVESTASI AKTIVA TETAP PADA PERUAHAAN KALENG PT. ARTHAWENA SAKTI GEMILANG MALANG 99 ANALISIS STANDAR BIAYA OVERHEAD PABRIK SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PADA PERUSAHAAN MEUBEL CV. OVAL INDAH MALANG 99 CAPITAL BUDGETING SEBAGAI ALAT PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI AKTIVA TETAP PADA PERUSAHAAN JAMU PAYUNG PUSAKA KEDIRI 99 ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS OPERASIONAL PADA PERUSAHAAN GENTENG LESTARI JAYA MALANG 01 ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA DALAM BENTUK PIUTANG GUNA MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN DAERAH JASA YASA UNTUK PERCETAKAN 99 ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PERUSAHAAN RAKET HARAPAN JAYA MALANG 01 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN PADA PERUSAHAAN GENTENG BETON FARIZ DI BULU LAWANG MALANG 98 ANALISIS EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PIUTANG GUNA MENILAI RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN ROKOK GUDANG KAYU MALANG 99 ANALISIS EFEKTIVITAS PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN LIMUN SAKURA DI LAMONGAN 99 ANALISIS SELISIH BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA USAHA TAMBAK UDANG PT. CAHAYA ERNAWA DI SITUBONDO 99 SISTEM PENGENDALIAN FEED FORWARD TERHADAP PERSEDIAAN BAHAN BAKU ALTERNATIF PENERAPAN PADA PERUSAHAAN KERAMIK USAHA KARYA BANJARNEGARA 99 ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ATAS AKTIVA TETAP BERWUJUD SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN TEGEL BETON DAN SANTIAIR KARYA BARU MALANG 99 PENERAPAN AKUNTANSI TINGKAT HARGA UMUM PADA MASA INFLASI SEBAGAI INFORMASI TAMBAHAN PADA LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PLASTIK PT. MULIA PLASTINDO MALANG 99 EVALUASI PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PADA PERUSAHAAN TEGEL TANJUNG GUMUKMAS JEMBER 99 ANALISA PENGAKUAN PENDAPATAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR PT. GUNUNG KIJANG DI MATARAM NTB 01 ANALISIS PENILAIAN PERSEDIAAN BARANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA KUD BETUNG MARGA TABANAN 99 EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PIUTANG UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN ROKOK HM. PUTRA MALANG 99 PENERAPAN BIAYA STANDAR SEBAGAI ALAT UNTUK PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PG. MODJO PANGGONG TULUNG AGUNG 01 ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SEBAGAI DASAR PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI DI MASA YANG AKAN DATANG PADA PERUM PRASARANA PERIKANAN SAMUDRA CABANG BRONDONG LAMONGAN 03 ANALISIS PELAKSANAAN QUALITY CONTROL MELALUI BIAYA MUTU PADA PERUSAHAAN ROKOK PT. PENAMAS NUSA PRIMA MALANG 01 ANALISIS RATIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENGUKUR PRESTASI MANAJEMEN PADA PT. GUDANG GARAM KEDIRI 01 STUDI KELAYAKAN TENTANG PENAMBAHAN SARANA ANGKUT ARMADA BUS PADA PO. AKAS UNIT IV PROBOLINGGO 02 ANALISIS PENGENDALIAN INTERN ATAS PERMOHONAN KREDIT GUNA MENGATASI KREDIT BERMASALAH PADA PT. BPR BUMI RINJANI BATU MALANG 01 ANALISIS PENGENDALIAN INTERN ATAS PERSEDIAAN GUNA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PRODUKSI PADA CV. YOLA ALAM SELATAN SEDATI SIDOARJO 01 ANALISIS RATIO KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KEBERHASILAN MANAJEMEN DALAM MENGELOLA PERUSAHAAN TEKSTIL DI BES 01 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENILAI KEBERHASILAN MANAJEMEN DALAM MENGELOLA KOPERASI KPRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 01 PENGARUH EVALUASI AKTIVA TETAP TERHADAP PAJAK PENGHASILAN YANG HARUS DIBAYARKAN PADA PT. GRESIK JAYA SEMESTA 01 ANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN GUNA PENGENDALIAN BIAYA BAHAN PADA FOOD AND BEVERGE DEPARTMENT HOTEL KUSUMA AGRO WISATA BATU MALANG 01 EVALUASI PENGENDALIAN INTERN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. PG KREBET BARU BULULAWANG MALANG 01 PELAKSANAAN ADVERTISING DAN PRICE POLICY YANG EFEKTIF GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN ROTI MATAHARI DI PASURUAN 00 PENYUSUNAN BUDGET BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN RAKET KING 79 MALANG 01 ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI PRESTASI MANAJEMEN PADA PT. HALIM JAYA SAKTI PASURUAN 01 PERLAKUAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP BERWUJUD DAN PENGARUHNYA TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN TEH CINTA DAMAI BERJAYA BANJARMASIN 02 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA PEMELIHARAAN AKTIVA TETAP MESIN UNTUK MENJAGA KELANCARAN PRODUKSI PADA PT. SINDOTEX PEROTAMA SIDOARJO 02 EVALUASI PENGENDALIAN MANAJEMEN PUSAT ATAS DEPARTMENT PRODUKSI PADA CV. JATI LUHUR NGANJUK 01 EVALUASI PENGENDALIAN MANAJEMEN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA MANAJEMEN PENJUALAN PADA PERUSAHAAN MEUBEL RAJA DENPASAR BALI 01 ANALISA LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KEBERHASILAN PADA PT. UNGGUL PERKASA CITRA REJEKI MALANG 01 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PT. INDAH CEMERLANG SINGOSARI 01 ANALISIS LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI GUNA MENILAI PRESTASI MANAJER PADA PERUSAHAAN TEGEL DAN PAVING STONE INDAH CEMERLANG SINGOSARI MALANG 01 EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN GARMENT TAMAN SARI COLLECTION GIANYAR BALI 01 PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN AKTIVITAS 00 STUDI KELAYAKAN PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PT. GATRA MAPAN PAKIS MALANG 00 EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA DALAM RANGKA MENINGKATKAN LIKUIDITAS PADA KOPERASI KAREB BOJONEGORO 01 ANALISIS PENGENDALIAN INTERN PADA SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA HOTEL ADI RAMA LOVINA BALI 01 ANALISIS PENGELOLAAN MODAL KERJA GUNA MENJAGA TINGKAT LIKUIDITAS DAN MENINGKATKAN PROFITABILITAS PADA PERUM JASA TIRTA MALANG 01 APLIKASI AKUNTANSI SOSIAL DALAM LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN PADA PT. PG. DJOMBANG BARU JOMBANG 02 ANALISA PENILAIAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT PADA BANK DANAMON CABANG CIREBON 98 PERUBAHAN PERLAKUAN AKUNTANSI CADANGAN KERUGIAN PIUTANG TAK TERTAGIH TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PADA PT. BPR DHARMA INDRA LUMAJANG 99 ANALISIS BIAYA PEMASARAN MENURUT DAERAH PEMASARAN SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN TERHADAP BIAYA PEMASARAN PADA PT. TOYOTA ASTRA MOTOR JAKARTA 9697 EVALUASI PENGELOLAAN PIUTANG USAHA UNTUK MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PERUSAHAAN PENGGERGAJIAN KAYU DAN MEUBEL SIDO BANJIR KAB. BOJONEGORO 99 SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KAB. TINGKAT II BANDUNG BALI 99 ANALISIS SELISIH SEBAGAI ALAT EVALUASI TINGKAT EFISIENSI BIAYA PRODUKSI PADA PERUSAHAAN COLOGNE TISSUE COOL CLEAN MALANG 99 ANALISIS USULAN INVESTASI PENAMBAHAN ARMADA BARU TRUK COLT DIESEL 120 PS PADA PERUSAHAAN PENGIRIMAN BARANG-BARANG PINDAHAN DAN PENGEPAKAN STUDI KASUS PADA CAKRAWALA EXPRESS HOCA BUANA CABANG JAKARTA 02 PENGARUH BIAYA KUALITAS TERHADAP PRODUKTIVITAS STUDI KASUS PADA PT. INDUSTRY SANDANG II UNIT PATAL SECANG MAGELANG 99 EVALUASI PENYUSUAN DAN PENGENDALIAN PENGGUNAAN ANGGARAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN TEGEL KARYA BAROKAH KLATEN 00 EVALUASI PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PRODUK RUSAK DALAM PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI STUDI KASUS PADA PT. KHARISMA PRIMA ABADI YK 00 ANALISIS HUBUNGAN BIAYA KUALITAS DENGAN PRODUKTIVITAS STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN ANGGUR DAN BERAS KENCUR 5000 GEMINI PERIODE TAHUN 1994, 1995, 1996, 1997, 1998 00 ANALISIS PENGARUH DIVIDEN PER SHARE DAN LAPORAN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM YANG TERDAFTAR DI BEJ 04 EVALUASI PENGENDALIAN INTERN PEMBELIAN BARANG TELEPON DI PERUM TELEKOMUNIKASI KANTOR DAERAH TELEPON MALANG 90 Incoming search terms: Related posts:
Urban-forex-divergence
Online-trading-nse